Mobil Listrik Murah Makin Dekat dengan LCGC, Ini Daftar Harga dan Pilihannya

ev mungil lagi

Persaingan mobil harga terjangkau di Indonesia kini semakin ramai. Konsumen tidak lagi hanya berhadapan dengan pilihan Low Cost Green Car (LCGC), tetapi juga mobil listrik yang menawarkan harga berdekatan dengan mobil murah berbahan bakar bensin. (Foto ilustrasi: TikTok)

Editor: A. Rayyan K

GEBRAK.ID — Persaingan mobil harga terjangkau di Indonesia kini semakin ramai. Konsumen tidak lagi hanya berhadapan dengan pilihan Low Cost Green Car (LCGC), tetapi juga mobil listrik yang menawarkan harga berdekatan dengan mobil murah berbahan bakar bensin.

Kondisi tersebut membuat calon pembeli memiliki lebih banyak pertimbangan. LCGC unggul dari sisi harga, konsumsi bahan bakar, serta jaringan layanan purnajual yang sudah luas.

Di sisi lain, mobil listrik menawarkan teknologi elektrifikasi dan biaya operasional yang berpotensi lebih rendah.

Saat ini, pasar LCGC di Indonesia diisi tiga merek, yakni Daihatsu, Toyota, dan Honda. Model yang tersedia terdiri atas mini MPV dan hatchback.

LCGC

Daihatsu
Sigra: Rp144,2 juta-Rp173 juta
Ayla: Rp143 juta-Rp198,9 juta

Toyota
Calya: Rp170,7 juta-Rp193,7 juta
Agya: Rp174,3 juta-Rp201,7 juta

Honda
Brio Satya: Rp170,4 juta-Rp206,7 juta

Sementara itu, pilihan mobil listrik murah terus bertambah. Sejumlah produsen asal China menawarkan kendaraan listrik dengan harga yang mulai mendekati bahkan bersinggungan langsung dengan banderol LCGC.

Mobil Listrik Murah

Wuling
Aira EV: Rp155 juta-Rp175 juta
Air EV: Rp214 juta-Rp307 juta

VinFast
VF3: Rp156 juta dengan skema sewa baterai dan Rp230,13 juta dengan kepemilikan baterai.

Seres
E1: Rp189 juta-Rp219 juta

BYD
Atto 1: Rp199 juta-Rp245 juta

Changan
Lumin: Rp222 juta

Chery
Q: Rp249,9 juta
Rizz: Rp269,9 juta

Jaecoo
J5 EV: Rp279,9 juta-Rp319,9 juta

Dari daftar tersebut terlihat bahwa beberapa mobil listrik sudah berada di rentang harga yang selama ini menjadi wilayah LCGC. Wuling Aira EV, misalnya, dipasarkan mulai Rp155 juta, sedangkan VinFast VF3 dengan skema sewa baterai berada di Rp156 juta.

Kehadiran mobil listrik dengan harga tersebut berpotensi mengubah pertimbangan konsumen. Selain harga pembelian, calon pemilik perlu memperhitungkan biaya pengisian daya, ketersediaan stasiun pengisian, kapasitas baterai, garansi, hingga jaringan servis.

LCGC tetap memiliki keunggulan karena infrastrukturnya sudah matang dan konsumennya tidak perlu mengubah kebiasaan pengisian energi. Mobil listrik menawarkan keuntungan lain berupa pengoperasian yang lebih senyap serta kebutuhan energi yang berbeda dibandingkan kendaraan berbahan bakar minyak.

Pada akhirnya, pilihan terbaik bergantung pada kebutuhan masing-masing. Bagi konsumen yang mengutamakan kemudahan penggunaan dan jaringan servis luas, LCGC masih menarik. Namun, mereka yang ingin mulai beralih ke kendaraan listrik kini memiliki pilihan yang semakin terjangkau.

(Berbagai Sumber)