Pelatihan Calon Kepsek Jadi Jalan Siapkan Pemimpin Pendidikan yang Mampu Bawa Perubahan

pelatihan kepala sekolah

Mendikdasmen Abdul Mu'ti saat membuka Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) Gelombang 2 yang digelar Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi Jawa Barat di Bandung pada 14-30 Agustus 2026. Kegiatan diikuti 415 peserta dari 10 kabupaten di Jawa Barat, mulai jenjang TK hingga SLB. (Foto: Humas Kemendikdasmen)

GEBRAK.ID, BANDUNG — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat kualitas kepemimpinan di sekolah melalui Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS). Program ini diarahkan untuk menyiapkan guru agar tidak sekadar mampu mengelola sekolah, tetapi juga sanggup menggerakkan perubahan dan meningkatkan mutu pembelajaran.

Upaya tersebut terlihat dalam Pelatihan BCKS Gelombang 2 yang digelar Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi Jawa Barat pada 14-30 Agustus 2026. Kegiatan diikuti 415 peserta dari 10 kabupaten di Jawa Barat, mulai jenjang TK hingga SLB.

Pelatihan berlangsung melalui kombinasi pembelajaran mandiri menggunakan Learning Management System (LMS) dan tatap muka. Peserta juga mendapat pendampingan dari widyaiswara UPT GTK serta kepala sekolah mentor. Untuk peserta BCKS SMK di Jawa Barat, BBGTK menggandeng PT Len Industri (Persero) sebagai mitra dari dunia usaha dan industri.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Nunuk Suryani mengatakan hingga Agustus 2026 sebanyak 5.704 peserta telah mengikuti Pelatihan BCKS. Sebanyak 3.033 peserta mendapat pembiayaan APBN, sedangkan 2.671 lainnya melalui APBD.

“Sudah hampir 80 persen pemenuhan kebutuhan kepala sekolah terpenuhi,” ujar Nunuk di BBGTK Jawa Barat, Jumat (28/8/2026).

Menurut Nunuk, jumlah tersebut masih berpotensi bertambah karena sejumlah pelatihan yang menggunakan APBD Jawa Barat masih menjalani proses seleksi substansi. Secara bersamaan, sekitar 1.300 peserta juga mengikuti pelatihan BCKS yang berlangsung di enam UPT GTK lainnya.

Program tersebut turut menyasar tenaga kependidikan. Hingga Agustus 2026, Ditjen GTK melalui Direktorat KSPSTK telah memberikan intervensi pelatihan kepada 633 tenaga kependidikan dan 220 fasilitator. Sepanjang 2026, pelatihan direncanakan menjangkau 1.860 peserta melalui 27 UPT GTK.

Bagi peserta, pelatihan BCKS bukan sekadar tahapan menuju jabatan kepala sekolah (kepsek). Hetty Kusmiati, guru Bahasa Indonesia SMPN 2 Tegalwaru, Purwakarta, mengaku memperoleh banyak bekal tentang kepemimpinan, komunikasi, kemitraan, hingga pengelolaan sumber daya sekolah.

“Saya sudah mendapat inspirasi-inspirasi baru yang mungkin nanti akan saya terapkan ketika saya menjabat sebagai kepala sekolah,” ungkap Hetty.

Semangat perubahan juga disampaikan Budiyanto, guru dari Kabupaten Purwakarta. Ia bertekad menerapkan pengetahuan yang diperoleh untuk membawa sekolah menuju kondisi yang lebih baik. “Saya akan mereformasi pendidikan di sekolah itu ke arah perubahan yang lebih baik lagi,” ujar dia.

Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan bahwa penguatan kompetensi guru harus berjalan bersama kolaborasi. Menurut dia, pendidikan bermutu tidak dapat dibangun oleh satu pihak saja.

“Pendidikan bermutu lahir dari kolaborasi dan semangat berbagi, bukan dari kerja sendiri,” kata Abdul Mu’ti menandaskan.

Editor: Yogi Ardhi
(Editor: Kemendikdasmen)