Korea Selatan Gratiskan AI Generatif untuk Semua Warga, Bisa Dipakai Tanpa Batas
Lewat program “AI for All”, pemerintah Korea Selatan menyiapkan layanan AI gratis bagi seluruh masyarakat dan menargetkan peluncuran penuh sebelum akhir 2026. (Foto:freepik)
GEBRAK.ID,SEOUL- Korea Selatan menyiapkan program ambisius untuk memberikan akses layanan kecerdasan buatan (AI) secara gratis kepada seluruh masyarakatnya. Program yang dikenal sebagai “AI for All” atau “AI untuk Semua” tersebut memungkinkan warga menggunakan layanan AI generatif tanpa biaya dan tanpa batas penggunaan.
Pemerintah Korea Selatan menargetkan layanan tersebut mulai diuji dalam versi beta sebelum diluncurkan secara penuh kepada masyarakat pada akhir 2026. Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi Seoul untuk memperluas pemanfaatan AI sekaligus memperkuat kemampuan teknologi dalam negeri. Kementerian Sains dan Teknologi Informasi dan Komunikasi Korea Selatan (MSIT) sebelumnya menjelaskan bahwa layanan AI untuk masyarakat akan dikembangkan menggunakan model AI yang dibuat di dalam negeri. Pemerintah bahkan menetapkan persyaratan agar setidaknya 50 persen layanan menggunakan model AI domestik yang memenuhi kriteria sovereign foundation model.
Selain itu, sedikitnya 30 persen harus menggunakan model AI domestik yang dikembangkan perusahaan lain.
Tiga perusahaan teknologi ditunjuk
Rencana tersebut kini memasuki tahap pelaksanaan setelah pemerintah Korea Selatan memilih tiga konsorsium teknologi sebagai penyelenggara program. Ketiga perusahaan tersebut adalah SK Telecom, Kakao, dan KT. Pemilihan itu diumumkan pemerintah pada akhir Agustus 2026 setelah melalui proses evaluasi terhadap enam konsorsium yang mengikuti tender.
SK Telecom akan mengembangkan layanan yang dapat digunakan melalui telepon dan pesan singkat. Konsep tersebut ditujukan agar masyarakat lanjut usia dan kelompok yang kurang terbiasa menggunakan aplikasi digital tetap dapat memanfaatkan AI tanpa harus memasang aplikasi khusus. Sementara itu, Kakao akan mengintegrasikan chatbot AI dan agen AI melalui layanan pesan yang sudah banyak digunakan masyarakat Korea Selatan.
KT akan menghubungkan layanan AI dengan ekosistem portal dan aplikasi, termasuk pencarian, berita, konten serta berbagai layanan mitra. Pemerintah menargetkan penandatanganan kerja sama dengan ketiga perusahaan pada September 2026.
Setelah melalui tahap beta, layanan “AI for All” ditargetkan resmi tersedia untuk masyarakat secara nasional pada tahun ini.
Tak sekadar chatbot
Program tersebut tidak hanya dirancang sebagai chatbot untuk menjawab pertanyaan pengguna. Pemerintah Korea Selatan juga menyiapkan agen AI publik yang dapat membantu masyarakat mengakses layanan pemerintahan. Dalam rancangan awal program, agen AI tersebut diharapkan dapat memberikan informasi mengenai layanan publik sekaligus membantu warga mengajukan permohonan layanan atas nama mereka.
Dengan konsep tersebut, AI nantinya tidak hanya berfungsi sebagai alat untuk mencari informasi, membuat tulisan atau membantu pekerjaan, tetapi juga menjadi pintu masuk ke berbagai layanan publik.
Dorong kemandirian AI Korea Selatan
Pemberian akses AI gratis secara nasional juga berkaitan dengan ambisi Korea Selatan untuk mengurangi ketergantungan terhadap perusahaan teknologi asing. Data yang disampaikan MSIT menunjukkan sekitar dua pertiga masyarakat Korea Selatan telah menggunakan layanan AI. Sekitar 23 juta orang disebut telah menggunakan AI generatif.
Namun, pemerintah menilai masih terdapat kesenjangan karena sebagian masyarakat belum menggunakan AI, sementara pengguna AI generatif pada umumnya masih mengandalkan layanan gratis dari perusahaan asing. Sejumlah layanan AI populer memang telah memiliki basis pengguna besar di Korea Selatan.
Data Wiseapp yang dikutip pemerintah, misalnya, mencatat jumlah pengguna aktif bulanan pada April 2026 mencapai sekitar 23,45 juta untuk ChatGPT, 8,45 juta untuk Gemini dan 2,41 juta untuk Claude. Pemerintah Korea Selatan melihat kondisi tersebut sebagai tantangan strategis.
Ketergantungan pada layanan asing dinilai dapat membuat masyarakat rentan terhadap perubahan harga langganan, kebijakan penggunaan maupun penghentian suatu layanan. Karena itu, “AI for All” dirancang bukan sekadar sebagai program bantuan teknologi, tetapi juga sebagai upaya membangun ekosistem AI berdaulat yang dikembangkan dan dikendalikan oleh industri dalam negeri.
Pemerintah siapkan infrastruktur AI
Untuk mendukung program tersebut, pemerintah Korea Selatan juga memberikan dukungan komputasi kepada tiga penyelenggara yang terpilih. Ketiganya akan mendapatkan dukungan sebanyak 512 GPU Nvidia B200 pada 2026. Mulai tahun berikutnya, pemerintah juga akan memberikan dukungan anggaran untuk biaya yang diperlukan dalam penyediaan layanan kepada masyarakat.
Dengan demikian, Korea Selatan tidak hanya memberikan akses AI kepada masyarakat, tetapi sekaligus membangun infrastruktur dan pasar domestik untuk pengembangan teknologi AI. Program ini menjadi salah satu langkah terbesar Seoul dalam menjadikan AI sebagai layanan yang dapat diakses secara luas oleh masyarakat, sekaligus memperkuat posisi Korea Selatan dalam persaingan teknologi AI global.
(Devona R/berbagai sumber)
