Mastantuono Patahkan Rekor Messi, Raih Rating Sempurna 10 Usai Cetak Hattrick

mastantuono fiorentina

Franco Mastantuono tampil luar biasa saat membawa Fiorentina meraih kemenangan 4-2 atas Venezia pada pekan keempat Serie A Liga Italia 2026/2027. Pemain berusia 19 tahun itu mencetak hattrick sekaligus memecahkan rekor Lionel Messi. (Foto: ACF Fiorentina/Claudio Giovannini)

GEBRAK.ID — Franco Mastantuono tampil luar biasa saat membawa Fiorentina meraih kemenangan 4-2 atas Venezia pada pekan keempat Serie A Liga Italia 2026/2027. Pemain asal Argentina berusia 19 tahun itu mencetak hattrick sekaligus memecahkan rekor Lionel Messi.

Laga yang berlangsung di Stadion Pier Luigi Penzo, Jumat (11/9/2026) waktu setempat, sempat berjalan buruk bagi Fiorentina. Venezia membuka keunggulan melalui Akor Adams pada menit ke-22.

Namun, situasi berubah drastis hanya dalam beberapa menit. Mastantuono mencetak dua gol beruntun pada menit ke-29 dan 30 untuk membalikkan keadaan menjadi 2-1 bagi Fiorentina. Kedua gol tersebut lahir melalui sepakan kaki kiri dari luar kotak penalti.

Mateo Pellegrino kemudian memperbesar keunggulan Fiorentina menjadi 3-1 pada menit ke-66. Mastantuono melengkapi malam sempurnanya pada menit ke-84 untuk membawa tim tamu unggul 4-1.

Gol ketiganya terbilang unik. Sepakan pertama Mastantuono berhasil ditepis kiper Venezia, tetapi bola justru memantul mengenai wajahnya sebelum masuk ke gawang. Venezia sempat memperkecil ketertinggalan melalui Antoine Hainaut pada menit ke-86, tetapi Fiorentina tetap menang 4-2.

Penampilan tersebut sekaligus membawa Mastantuono mencatat sejarah. Pada usia 19 tahun dan 28 hari, ia menjadi pemain termuda Fiorentina yang mencetak hattrick di Serie A, melewati rekor Claudio Desolati.

Bukan hanya itu, Mastantuono juga menjadi pemain asing termuda yang mampu mencetak tiga gol dalam satu pertandingan Serie A. Ia bahkan memecahkan rekor yang sebelumnya dipegang Lionel Messi sebagai pemain Argentina termuda yang mencetak hattrick di salah satu dari lima liga top Eropa.

Messi mencatat hattrick pertamanya bersama Barcelona saat berusia 19 tahun 259 hari ketika menghadapi Real Madrid pada 2007. Mastantuono mematahkan rekor tersebut dengan selisih 235 hari.

Kontribusi Mastantuono juga tidak berhenti pada tiga gol. Berdasarkan data Flashscore, ia melepaskan delapan tembakan dengan lima di antaranya tepat sasaran. Ia juga menciptakan empat peluang tembakan, satu umpan terobosan dan satu peluang besar.

Penampilan lengkap tersebut membuat Mastantuono mendapatkan rating sempurna 10 dari Flashscore, sebuah nilai yang menjadi penanda betapa dominannya sang pemain dalam kemenangan Fiorentina.

Kemenangan atas Venezia juga menjadi titik balik penting bagi Fiorentina. Setelah menelan tiga kekalahan beruntun dan hanya mencetak satu gol serta kebobolan sembilan kali, La Viola akhirnya meraih tiga poin pertama musim ini.

Pertandingan tersebut sekaligus menjadi laga pertama Paolo Vanoli setelah kembali menangani Fiorentina menggantikan Fabio Grosso. Pergantian pelatih langsung memberikan hasil positif, dengan Mastantuono menjadi aktor utama kebangkitan tim.

Kini, perhatian publik Serie A tertuju kepada Mastantuono. Setelah memecahkan rekor Messi di usia 19 tahun, pemain muda Argentina itu mulai menunjukkan bahwa dirinya bukan sekadar talenta masa depan, melainkan sudah mampu memberikan pengaruh besar di kompetisi elite Eropa.

(Damar Pratama/Sumber: Football Italia)