Gangguan Air Jakbar-Jakut, PAM Jaya Beri Potongan Tagihan 10 Persen untuk 44.872 Pelanggan
Gangguan layanan air bersih melanda sejumlah wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Utara. PAM Jaya menyebut kendala disebabkan anomali suplai dan gangguan teknis, bukan kekeringan. (Foto: PAM Jaya)
GEBRAK.ID,JAKARTA – Gangguan layanan air bersih yang terjadi di sejumlah wilayah Jakarta Barat (Jakbar) dan Jakarta Utara (Jakut) membuat puluhan ribu pelanggan PAM Jaya terdampak. Sebagai bentuk kompensasi, PAM Jaya memberikan potongan tagihan sebesar 10 persen kepada pelanggan yang terkena dampak gangguan tersebut.
Commercial and Marketing Vice President PAM Jaya, Irene Putri, mengatakan gangguan layanan tersebut berdampak terhadap 44.872 pelanggan yang tersebar di 10 kelurahan di wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Utara. “Ada 10 kelurahan yang terdampak, yaitu di Kampung Muara, Kamal Muara, Cengkareng Barat, Cengkareng Timur, Rawa Buaya, Kalideres, Pegadungan, Tegal Alur, Duri Kosambi, dan juga Kamal,” kata Irene di Kantor PAM Jaya, Jakarta, Jumat (18/9/2026).
Gangguan Air Bukan karena Kekeringan
Gangguan distribusi air ini sebelumnya dikaitkan dengan kondisi kemarau dan kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah Jakarta. Namun, PAM Jaya memastikan gangguan pasokan air di Jakarta Barat bukan disebabkan oleh kekeringan. Humas PAM Jaya Gatra Vaganza mengatakan masalah tersebut lebih berkaitan dengan anomali suplai dan gangguan teknis. “Sejauh ini, yang di Jakarta Barat itu bukan karena kekeringan, tapi memang adanya anomali suplai ataupun gangguan-gangguan teknis,” kata Gatra saat dikonfirmasi pada Kamis (17/9/2026).
Menurut dia, kondisi air baku masih berada pada level yang aman sehingga kekeringan yang terjadi saat ini tidak memengaruhi kemampuan PAM Jaya dalam memasok air kepada pelanggan.
PAM Jaya Siapkan Mobil Tangki
Untuk membantu pelanggan yang mengalami gangguan, PAM Jaya menyiapkan suplai air melalui mobil tangki. Layanan tersebut ditujukan bagi pelanggan yang mengalami kendala pasokan akibat gangguan teknis. Sebelumnya, PAM Jaya juga menyatakan menyiapkan pengiriman mobil tangki secara gratis untuk pelanggan rumah tangga serta kebutuhan darurat seperti rumah sakit, tempat ibadah, dan yayasan sosial.
PAM Jaya sebelumnya menjelaskan bahwa gangguan pasokan terjadi setelah adanya penurunan kualitas air baku di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Hutan Kota, Jakarta Barat. Gangguan tersebut menyebabkan pasokan air perpipaan di sejumlah wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Utara berkurang hingga terhenti sementara.
Penanganan awal dijadwalkan berlangsung selama 24 jam, dengan aliran air diproyeksikan kembali secara bertahap setelah pekerjaan selesai.
Wilayah Terdampak Gangguan Air
Berdasarkan keterangan PAM Jaya, pelanggan terdampak tersebar di 10 kelurahan, yakni:Kampung Muara,Kamal Muara,Cengkareng Barat, Cengkareng Timur,Rawa Buaya,Kalideres Pegadungan,Tegal Alur,Duri Kosambi,Kamal,
PAM Jaya memberikan kompensasi berupa potongan tagihan sebesar 10 persen kepada pelanggan yang terdampak. Gangguan layanan tersebut terjadi di tengah kondisi kemarau yang juga menyebabkan sejumlah wilayah Jakarta menghadapi persoalan ketersediaan air bersih.
Namun, persoalan kekurangan air di sejumlah lokasi tidak seluruhnya berkaitan dengan gangguan jaringan PAM Jaya. Pemerintah Kota Jakarta Utara, misalnya, sebelumnya melaporkan warga RW 04 Kelurahan Tugu Selatan, Koja, mengalami gangguan pasokan selama lebih dari satu bulan dan kemudian mendapat bantuan air bersih dari PAM Jaya bersama BPBD DKI Jakarta.
Dengan pemberian kompensasi tersebut, pelanggan terdampak dapat memperoleh pengurangan biaya tagihan sebagai bentuk tanggung jawab pelayanan atas gangguan distribusi air yang terjadi.
(Dinar K/ berbagai sumber)
