Survei Poltracking: 49,7 Persen Publik Masih Percaya Parpol, tapi Hanya 12,3 Persen yang Merasa Dekat
Sebanyak 49,7 persen masyarakat masih menyatakan percaya terhadap keberadaan partai politik (parpol). Namun, tingkat kedekatan publik dengan partai politik tercatat jauh lebih rendah. (Foto: Youtube Poltracking Indonesia)
GEBRAK.ID, JAKARTA — Sebanyak 49,7 persen masyarakat masih menyatakan percaya terhadap keberadaan partai politik (parpol). Namun, tingkat kedekatan publik dengan partai politik tercatat jauh lebih rendah.
Temuan tersebut berdasarkan survei nasional Poltracking Indonesia yang dilakukan pada pertengahan Agustus 2026. Dalam survei itu, sebanyak 37,1 persen responden menyatakan tidak percaya terhadap keberadaan partai politik.
Peneliti Poltracking Indonesia Yoki Alvetro mengatakan, hasil tersebut menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap keberadaan parpol masih dimiliki hampir separuh masyarakat.
“Publik masih percaya terhadap keberadaan partai politik,” kata Yoki, Kamis (24/9/2026).
Meski demikian, angka kedekatan publik dengan partai politik menunjukkan gambaran berbeda. Hanya 12,3 persen responden yang mengaku merasa dekat dengan partai politik, sedangkan 66,8 persen menyatakan tidak merasa dekat.
Perbedaan tersebut juga terlihat ketika responden ditanya mengenai kecenderungan pilihan dalam Pemilu Legislatif (Pileg). Mayoritas responden lebih memilih calon anggota legislatif (caleg) dibandingkan partai politik.
Sebanyak 53,3 persen responden menyatakan lebih cenderung memilih caleg. Sementara itu, 24,7 persen mengatakan lebih cenderung memilih partai politik.
Menurut Yoki, hasil survei tersebut merupakan gambaran terbaru mengenai peta elektoral dan dinamika partai politik berdasarkan kondisi pertengahan Agustus 2026.
“Berbagai kemungkinan tentang persepsi publik masih berpotensi terjadi, bergantung pada isu dan langkah-langkah strategis yang akan diambil oleh partai politik,” ujar Yoki.
Poltracking Indonesia mengumpulkan data lapangan pada 14–20 Agustus 2026. Survei menggunakan metode stratified multistage random sampling dengan melibatkan 1.220 responden.
Sampel tersebar secara proporsional di 38 provinsi berdasarkan data jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) 2024. Stratifikasi dilakukan berdasarkan proporsi jenis kelamin pemilih.
Pengumpulan data berlangsung melalui wawancara tatap muka oleh pewawancara terlatih. Responden dipilih secara acak dan proses wawancara dibantu teknologi aplikasi. Setiap pewawancara mewawancarai 10 responden untuk setiap desa atau kelurahan terpilih.
Dengan tingkat kepercayaan 95 persen, survei tersebut memiliki margin of error sekitar ±2,9 persen.
Selain mengukur kepercayaan dan kedekatan masyarakat dengan partai politik, Poltracking juga memetakan sejumlah aspek lain dalam dinamika kepartaian, termasuk pengetahuan publik mengenai ambang batas parlemen serta kecenderungan elektabilitas partai dalam simulasi surat suara.
Poltracking menegaskan bahwa temuan tersebut merupakan potret kondisi pada pertengahan Agustus 2026. Persepsi masyarakat masih dapat berubah mengikuti perkembangan isu serta langkah strategis yang dilakukan masing-masing partai politik.
(A. Rayyan K/Sumber: Poltracking Indonesia)
