Tak Ada Pemain Kelahiran Indonesia di Starting XI Timnas, Herdman: Kami adalah Indonesia

herdman dan diks konpers

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman (kiri) bersama kapten tim Kevin Diks berfoto dalam konferensi pers jelang laga melawan Singapura pada FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (24/9/2026). (Foto: Tangkapan layar Antara)

GEBRAK.ID, JAKARTA — Pelatih Timnas Indonesia John Herdman menjelaskan keputusannya menurunkan 11 pemain yang seluruhnya lahir di luar Indonesia sebagai starter saat menghadapi Singapura pada laga Grup A Divisi 1 FIFA ASEAN Cup 2026.

Momen tersebut terjadi ketika Indonesia mengalahkan Singapura 2-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat (25/9/2026). Susunan pemain awal Garuda diisi Maarten Paes, Kevin Diks, Elkan Baggott, Justin Hubner, Dean James, Luke Vickery, Joey Pelupessy, Calvin Verdonk, Ragnar Oratmangoen, Ole Romeny, dan Mitchell Baker.

Komposisi itu menjadi sorotan karena tidak ada satu pun pemain yang lahir di Indonesia dalam starting XI. Sepuluh di antaranya berstatus pemain naturalisasi, sedangkan Elkan Baggott memperoleh status Warga Negara Indonesia sebelum berusia 21 tahun.

Herdman kemudian mendapat pertanyaan mengenai keputusan tersebut. Pelatih asal Inggris itu menegaskan dirinya tidak ingin membangun sekat antara pemain lokal, diaspora, maupun naturalisasi ketika mereka sudah mengenakan seragam Timnas Indonesia.

“Saya pikir tidak ada perbedaan antara pemain lokal. Tidak ada pemain lokal, tidak ada diaspora. Kami adalah Indonesia. Kami mewakili bendera, kami menyanyikan lagu kebangsaan, dan kami berdiri bersama setiap saat,” kata Herdman seusai pertandingan, Jumat (25/9/2026).

Menurut Herdman, pilihan pemain lebih berkaitan dengan kesiapan dan kemauan mereka memberikan kemampuan terbaik di lapangan. Ia meminta publik melihat seluruh pemain sebagai satu kesatuan ketika mereka menjalankan tugas bersama Timnas Indonesia.

“Ini adalah susunan pemain yang ingin mewakili negara ini, yang bersedia naik pesawat dan bekerja keras, melakukan tekel 50-50, bermain dengan semangat, api, dan hati untuk para suporter di sini,” ujar Herdman.

Kemenangan atas Singapura juga memperlihatkan hasil positif dari susunan tersebut. Ragnar Oratmangoen membuka keunggulan Indonesia pada menit ke-13 setelah memanfaatkan umpan Luke Vickery. Ole Romeny kemudian menggandakan skor melalui tendangan penalti pada menit ke-74.

Herdman menilai persoalan asal-usul pemain baru layak dipertanyakan jika seorang pemain tidak menunjukkan perjuangan ketika mendapat kesempatan tampil.

“Orang-orang ini sekarang adalah orang Indonesia. Mereka senang bermain untuk kalian. Dan ketika mereka mulai menghindari tekel, ketika mereka berhenti berlari dalam pertandingan, barulah Anda bisa mempertanyakan hal itu,” tegas Herdman.

Pada babak kedua, Herdman memasukkan lima pemain, termasuk Rayhan Hannan dan Rizky Ridho yang lahir di Indonesia. Keduanya masuk setelah Indonesia unggul dalam pertandingan tersebut.

Pernyataan Herdman menunjukkan pendekatan yang ingin menempatkan seluruh pemain dalam satu identitas ketika membela Timnas Indonesia. Bagi sang pelatih, seragam Merah Putih membawa tanggung jawab yang sama, terlepas dari tempat seorang pemain dilahirkan.

(Damar Pratama/Berbagai Sumber)