OPSI 2026 Diikuti 39.300 Murid, Kemendikdasmen Siapkan Talenta Riset Menuju Panggung Internasional
Staf Khusus Mendikdasmen Bidang Peningkatan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) dan Kompetensi Guru, Maila Dinia Husni Rahiem (tengah) bersama para murid pemenang Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2026. (Foto: humas Kemendikdasmen)
GEBRAK.ID – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat budaya riset dan inovasi di kalangan pelajar melalui Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2026. Ajang ini tidak hanya menjadi wadah untuk meraih prestasi, tetapi juga membuka peluang bagi para peneliti muda untuk mengembangkan kompetensi hingga menembus tingkat internasional.
Tingginya minat pelajar terhadap riset terlihat dari jumlah pendaftar OPSI 2026 yang mencapai 39.300 murid. Angka tersebut meningkat sekitar 47 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatat 26.723 pendaftar.
Sebanyak 250 talenta riset dari jenjang pendidikan dasar dan menengah kemudian mengikuti rangkaian final OPSI 2026 pada 24–30 September di Tangerang Selatan, Banten. Kegiatan yang diselenggarakan Kemendikdasmen melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) ini ditutup dengan penganugerahan medali pada 29 September 2026.
Staf Khusus Mendikdasmen Bidang Peningkatan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) dan Kompetensi Guru, Maila Dinia Husni Rahiem, menyatakan bahwa OPSI merupakan bagian dari upaya pemerintah membangun ekosistem pengembangan talenta murid yang berkelanjutan.
Menurut Maila, pemerintah ingin memastikan para peserta memperoleh kesempatan untuk terus berkembang, termasuk melalui dukungan perguruan tinggi dan dunia industri.
“Prestasi hari ini adalah pintu masuk menuju kesempatan berikutnya. Kesempatan untuk belajar lebih jauh, mengembangkan talenta, memperoleh pengalaman baru, berkompetisi di tingkat yang lebih tinggi, dan bagi sebagian talenta, membawa nama Indonesia ke panggung internasional serta mengikuti seleksi Beasiswa Talenta Indonesia,” ujar Maila saat menutup OPSI 2026.
Riset Bukan Sekadar Kompetisi
Kepala Puspresnas, Maria Veronica Irene Herdjiono, menjelaskan bahwa OPSI memiliki karakter berbeda dari kompetisi akademik yang mengandalkan pengerjaan soal. Dalam ajang ini, peserta harus mampu mengidentifikasi persoalan, menyusun penelitian, sekaligus merumuskan solusi berdasarkan pemikiran ilmiah.
“Kalau ajang lainnya anak-anak diminta untuk mengerjakan soal. Tapi untuk riset, bukan mengerjakan soal, melainkan berpikir untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Bahkan berangkat dari hakikat riset, permasalahan yang belum ada pun harus mampu kita prediksi, apa masalah ke depan dan bagaimana solusinya,” kata Irene.
Untuk mengasah kemampuan tersebut, final OPSI 2026 menghadirkan presentasi penelitian, pameran karya, serta Research Idea Challenge (RICh). Dalam kegiatan RICh, peserta ditantang merumuskan gagasan untuk menyelesaikan persoalan secara spontan dalam waktu terbatas.
Puspresnas juga menyelenggarakan Bina Talenta Indonesia (BTI) Kolaboratif pada 28 September 2026. Program ini mengembangkan enam kompetensi utama atau 6C, yakni berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, karakter, dan kewargaan.
Sebanyak 125 tim mengikuti kegiatan tersebut untuk mengasah kemampuan bekerja sama, berkomunikasi, dan membangun jejaring antarpeserta.
Selain itu, Kemendikdasmen berkolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk memperkuat pemahaman peserta mengenai metodologi penelitian, klirens etik, serta kaidah ilmiah.
Hadiah Puluhan Juta Rupiah
Sebagai bentuk apresiasi, Kemendikdasmen menyediakan uang pembinaan bagi para peraih medali OPSI 2026. Untuk jenjang SMP/MTs/sederajat, peraih emas mendapatkan Rp15 juta, perak Rp10 juta, dan perunggu Rp5 juta.
Sementara itu, peraih medali tingkat SMA/MA/SMK/MAK memperoleh Rp25 juta untuk emas, Rp20 juta untuk perak, dan Rp15 juta untuk perunggu.
Para peserta berprestasi juga berpeluang mengikuti pembinaan menuju kompetisi internasional, program Bina Talenta Indonesia, serta seleksi Beasiswa Talenta Indonesia untuk jenjang sarjana di dalam maupun luar negeri. Mereka juga berkesempatan memanfaatkan jalur prestasi untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Melalui OPSI 2026, Kemendikdasmen berharap prestasi para peserta tidak berhenti pada perolehan medali. Pengalaman penelitian, kemampuan berpikir kritis, dan jejaring yang terbentuk diharapkan menjadi bekal bagi lahirnya generasi peneliti dan inovator Indonesia.
(Devona R/Sumber: Kemendikdasmen)
Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?
Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.
Follow Channel GEBRAK.ID