Indonesia Tutup Asian Games 2026 dengan 39 Medali, Target Kemenpora Terlampaui
Atlet panahan Indonesia Nurisa Dian Ashrifah beraksi pada nomor compound putri di Asian Games 2026 di Okazaki Chuo Sogo, Aichi, Jepang, Kamis (1/10/2026). Nurisa mempersembahkan medali emas untuk Indonesia di pertandingan tersebut. (Foto: AINAGOC)
GEBRAK.ID — Kontingen Indonesia menutup perjuangan di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dengan torehan 39 medali. Capaian tersebut melampaui target yang ditetapkan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI, meski jumlah medali emas Indonesia masih lebih sedikit dibandingkan edisi sebelumnya.
Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia Todotua Pasaribu mengatakan, Tim Merah Putih mengakhiri Asian Games 2026 dengan lima medali emas, 11 perak, dan 23 perunggu.
“Alhamdulillah, puji syukur. Final per hari ini, setelah kita mengetahui total medali yang dicapai dan diraih oleh Tim Indonesia sebanyak 39 medali, terdiri dari 5 emas, 11 perak, dan 23 perunggu. Tentunya ini adalah capaian yang terbaik,” ujar Todotua dalam keterangannya di Nagoya, Jepang, Minggu (4/10/2026).
Perolehan tersebut membuat Indonesia menempati posisi ke-16 pada klasemen akhir Asian Games Aichi-Nagoya. Pada Asian Games Hangzhou 2022, Indonesia berada di posisi ke-12 dengan raihan tujuh emas, 11 perak, dan 18 perunggu.
Todotua menyebut perbandingan tersebut perlu dilihat dengan mempertimbangkan perubahan nomor pertandingan. Sejumlah nomor yang sebelumnya menjadi sumber emas Indonesia tidak dipertandingkan di Aichi-Nagoya.
Dua di antaranya berasal dari cabang menembak, yakni nomor 10 meter running target campuran dan putra. Kedua nomor tersebut menyumbangkan dua emas bagi Indonesia di Hangzhou. Nomor Dragon Boat 1000 meter putra juga tidak dipertandingkan pada Asian Games kali ini.
Di tengah perubahan tersebut, sejumlah atlet Indonesia justru mampu menciptakan prestasi dan catatan sejarah baru.
Rahmat Erwin mencatat total angkatan 366 kilogram pada cabang angkat besi sekaligus menempatkan namanya sebagai pemegang rekor dunia kelas 75 kilogram. Dari panjat tebing, Desak Made mencatat rekor Asia nomor speed putri dengan waktu 6,062 detik.
Bulu tangkis juga menghadirkan sejarah setelah tim putra Indonesia menundukkan China pada partai final. Kemenangan itu mengakhiri penantian Indonesia selama 28 tahun untuk kembali meraih emas Asian Games dari nomor tersebut.
Prestasi bersejarah lainnya datang dari panahan. Nurisa Dian Ashrifa menjadi atlet yang untuk pertama kalinya mempersembahkan medali emas Asian Games bagi Indonesia dari cabang olahraga tersebut.
Baca juga: Klasemen Akhir Asian Games 2026: Indonesia Posisi 16, Lampaui Target Emas
Selain cabang olahraga yang sudah lama menjadi andalan, Todotua menyoroti kontribusi olahraga yang baru menjalani debut di Asian Games. Teqball, padel, MMA, dan esport turut menyumbangkan medali perak serta perunggu untuk Indonesia.
Menurut Todotua, seluruh proses yang dijalankan Tim CdM selama Asian Games akan menjadi bahan evaluasi bagi pembinaan olahraga nasional.
“Selebihnya nanti kita akan laporkan ke NOC dan juga kepada Kemenpora untuk menjadi suatu review bagi dunia industri olahraga nasional kita ke depannya,” kata Todotua.
Evaluasi tersebut mencakup seluruh rangkaian kerja, mulai dari persiapan, keberangkatan, pendampingan atlet dan ofisial selama pertandingan, hingga kepulangan kontingen ke Indonesia.
Kinerja Todotua bersama tim CdM juga mendapat apresiasi dari Ketua PB PABSI Rosan Roeslani. Ia menilai respons cepat tim CdM dalam menghadapi berbagai dinamika selama pertandingan turut memberikan rasa nyaman kepada atlet dan ofisial.
“Mereka menyampaikan bahwa CdM dan tim sangat responsif dengan semua perkembangan dan tantangan yang ada, sehingga ini juga memberikan kenyamanan untuk para atlet dan ofisial saat akan bertanding. Harus kita acungi jempol,” ujar Rosan.
Atlet menembak Indonesia Vidya Rafika juga mengapresiasi kehadiran langsung Todotua di arena pertandingan. Menurutnya, perhatian tersebut memberikan semangat tambahan bagi atlet yang sedang berjuang.
“CdM juga datang langsung ke lapangan tembak dan menyoroti kita sebagai atlet dan kita, sebagai atlet bahagia dan senang dengan kehadiran tersebut,” ujar Vidya.
Hal senada disampaikan atlet wushu Indonesia Thania Kusumaningtyas yang meraih medali perunggu. Ia menilai Todotua memberikan dukungan kepada para atlet selama gelaran Asian Games Aichi-Nagoya 2026. “Ramah dan support banget,” ujar Thania.
Lewat raihan lima emas, 11 perak, dan 23 perunggu, Indonesia menutup Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dengan total 39 medali. Capaian tersebut sekaligus melampaui target empat emas yang sebelumnya ditetapkan Kemenpora.
(A. Rayyan K/Sumber: CdM Kontingen Indonesia di Asian Games 2026)
Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?
Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.
Follow Channel GEBRAK.ID