IWIP Berminat Ikut Program PLTS 100 GW Danantara

PLTS terbesar di Indonesia

PLN AHP Resmi Operasikan PLTS Ground mounted 100 MWp di Kawasan Industri KBI Purwakarta, Terbesar Di Indonesia (Foto: PLN/dok)

GEBRAK.ID, HALMAHERA TENGAH — PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) menyatakan minat untuk berpartisipasi dalam program pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas total 100 gigawatt peak (GWp) yang tengah dikembangkan pemerintah bersama Danantara Indonesia.

CEO BPI Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, mengatakan pembicaraan antara IWIP dan Danantara mengenai peluang partisipasi tersebut telah dilakukan. Rencana itu selanjutnya akan dibahas lebih lanjut bersama Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi Bahlil Lahadalia.

“Mereka juga sudah bicara dengan Danantara untuk berpartisipasi aktif dalam program 100 gigawatt solar panel yang segera akan kita bicarakan dengan Pak Menko Hilirisasi [Bahlil Lahadalia],” ujar Rosan dalam agenda Groundbreaking Ekosistem Hilirisasi Nikel serta Ekspor Perdana Baterai EV di kawasan IWIP, Halmahera Tengah, Maluku Utara, Kamis (8/10/2026).

Menurut Rosan, IWIP memiliki pengalaman dalam pengembangan pembangkit listrik tenaga surya di sejumlah daerah. Ia menyebut kapasitas portofolio PLTS yang dimiliki mencapai sekitar 2 gigawatt.

Ketertarikan tersebut sejalan dengan program pemerintah untuk mengembangkan PLTS 100 GWp sebagai bagian dari agenda transisi energi dan penguatan ketahanan energi nasional. Kementerian ESDM sebelumnya menyebut pembangunan PLTS 100 GWp telah menjadi arahan Presiden Prabowo Subianto.

Pengalaman IWIP di Sumenep
Rosan juga menyinggung keterlibatan Tsingshan Group, induk usaha IWIP, dalam pengembangan PLTS yang dilengkapi battery energy storage system (BESS) di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. “Dari pihak Tsingshan menyampaikan juga mereka sebetulnya juga sudah menyumbang 2 gigawatt di Sumenep di Gili Labak dan juga Pulau Pagerungan Kecil yang dimana satu sudah berjalan, dan satu lagi 75% insyaallah akan selesai dalam waktu dekat ini,” ungkap Rosan.

Namun, berdasarkan keterangan resmi Pemerintah Kabupaten Sumenep, proyek yang dimaksud memiliki kapasitas total 2 megawatt (MW), terdiri atas dua PLTS masing-masing 1 MWp yang dilengkapi sistem penyimpanan energi. Proyek tersebut berada di Pulau Gili Labak dan Pulau Pagerungan Kecil.

IWIP melalui Yayasan Torang IWIP Berbakti juga mengonfirmasi bahwa Tsingshan Group menghibahkan dua PLTS yang dilengkapi BESS kepada masyarakat Sumenep. Kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sumenep dan PT PLN (Persero) ditandatangani pada 13 Maret 2026 dan turut diinisiasi Danantara Indonesia. Kedua fasilitas tersebut ditujukan untuk memperluas akses listrik di wilayah kepulauan dan diperkirakan dapat melayani sekitar 2.000 kepala keluarga.

PLTS 100 GWp jadi Program Pemerintah
Program PLTS 100 GWp merupakan salah satu agenda pemerintah dalam mempercepat pengembangan energi terbarukan. Kementerian ESDM pada Agustus 2026 menyebut tahap awal program mencakup 14 proyek PLTS di enam provinsi dengan total kapasitas sekitar 5,3 GWp. Ke-14 proyek tersebut tersebar di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kepulauan Bangka Belitung, dan Kepulauan Riau.

Presiden Prabowo sebelumnya menegaskan target tersebut saat peluncuran program. “Saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini secara resmi meluncurkan program PLTS 100 GWp, diawali dengan 14 PLTS di Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kepulauan Bangka Belitung, dan Kepulauan Riau berkapasitas total 5,3 gigawatt peak,” kata Prabowo.

Dalam keterangan Kementerian ESDM pada Agustus 2026, Prabowo juga menegaskan target pembangunan 100 GWp tersebut ditujukan untuk dicapai dalam tiga tahun.

Sebelumnya, Kementerian ESDM juga menyatakan percepatan program membutuhkan kesiapan regulasi dan lahan. Wakil Menteri ESDM Yuliot menyebut pemerintah tengah menyiapkan regulasi dasar sekaligus memastikan ketersediaan lahan untuk mendukung pembangunan PLTS 100 GW.

Ekosistem Panel Surya Mulai Dibangun di IWIP
Minat IWIP untuk masuk dalam program PLTS nasional muncul ketika kawasan tersebut juga mulai membangun ekosistem industri pendukung energi surya. Salah satu proyek yang menjalani groundbreaking di IWIP adalah PT Flat Solar Energy Indonesia, yang bergerak di bidang produksi photovoltaic glass (PV) atau kaca untuk kebutuhan panel surya.

Selain proyek tersebut, enam proyek lain juga menjalani peletakan batu pertama, yakni PT Guang Ching Nickel Cobalt, PT Inno Prima Material, PT Tinci Materials Indonesia, PT Weda Bay Aluminium, PT Bintang Karya Aluminium, dan PT Foton Guangqing Motor Indonesia. Tujuh proyek yang memulai pembangunan tersebut memiliki nilai investasi sekitar 6,8 miliar dolar AS.

Pada kesempatan yang sama, dilakukan pula peresmian ekspor perdana komponen baterai kendaraan listrik oleh PT REPT Battero Indonesia. Sementara tiga proyek lainnya memasuki tahap operasi komersial, yakni pabrik mixed hydroxide precipitate (MHP) PT Blue Sparking Energy, smelter aluminium elektrolitik PT Pioneer Aluminium Industries, dan pabrik komponen alat berat berbasis kendaraan listrik PT XCMG Indonesia Manufacturing.

Total investasi empat proyek yang memasuki tahap komersial dan ekspor perdana tersebut mencapai sekitar 3,4 miliar dolar AS atau Rp60 triliun. Dengan rencana partisipasi IWIP dalam program PLTS 100 GWp, pengembangan energi surya berpotensi terhubung dengan ekosistem industri yang telah dibangun di kawasan Weda Bay, mulai dari material industri hingga komponen panel surya.

Bagi Danantara, pembicaraan dengan IWIP menjadi bagian dari penjajakan keterlibatan pelaku industri dalam mengejar target pengembangan kapasitas PLTS nasional. Adapun bentuk dan cakupan partisipasi IWIP dalam program tersebut masih menunggu pembahasan lebih lanjut dengan pemerintah. (*)

(Zaky Al Hamzah/bloombergtechnoz)

Ikuti Berita GEBRAK.ID Informasi terbaru langsung di WhatsApp

Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?

Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.

Follow Channel GEBRAK.ID