Pemain Timnas Laos Ditangkap dalam Kasus Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026

piala-aff-2026-laos malaysia

Aksi sejumlah pemain Timnas Laos saat melawan Malaysia di Piala AFF 2026. (Foto: Dok. ASEAN United)

GEBRAK.ID — Dugaan pengaturan skor di Piala AFF 2026 memasuki babak baru. Pemain timnas Laos, Soukphachan Lueanthala, dilaporkan telah ditangkap polisi terkait penyelidikan dugaan penyuapan, perjudian ilegal, dan manipulasi pertandingan.

Laporan The Guardian menyebut penangkapan tersebut terjadi setelah Federasi Sepak Bola Laos atau Lao Football Federation (LFF) menyerahkan kasus dugaan pengaturan skor kepada pihak berwenang.

Lueanthala merupakan pemain berusia 24 tahun yang berposisi sebagai winger. Ia memperkuat klub lokal Laos, Salavan United, dan menjadi bagian dari skuad tim nasional Laos pada Piala AFF 2026.

Menurut sumber yang mengetahui penyelidikan tersebut, Kamis (8/10/2026), Lueanthala diduga berperan sebagai penghubung sekaligus koordinator dalam praktik pengaturan pertandingan. Ia disebut bekerja untuk sebuah sindikat taruhan yang diyakini berasal dari Vietnam.

Kasus ini mencuat setelah LFF menemukan sejumlah dugaan pelanggaran dalam perjalanan Laos di Piala AFF 2026. Federasi kemudian memulai penyelidikan internal sebelum melaporkan persoalan tersebut kepada kepolisian.

Lueanthala disebut ditangkap setelah sejumlah pemain Laos menjalani pemeriksaan polisi seusai pertandingan melawan Myanmar pada 4 Agustus 2026. Dalam laga tersebut, Laos menelan kekalahan telak 2-7.

Meski demikian, LFF dan kepolisian Laos belum memberikan konfirmasi resmi mengenai penangkapan Lueanthala. The Guardian melaporkan sumber yang mengetahui kasus tersebut memastikan sang pemain berada dalam tahanan.

Performa Laos sepanjang turnamen memang menjadi sorotan. Mereka mengalami kekalahan dalam empat pertandingan fase grup, masing-masing dari Thailand, Malaysia, Filipina, dan Myanmar. Laos mencetak tiga gol dan kemasukan 20 gol.

Sebelumnya, pada 7 Agustus 2026, LFF telah mengonfirmasi bahwa mereka memulai penyelidikan atas dugaan pengaturan skor sebelum meneruskan persoalan tersebut kepada kepolisian. Laporan yang diajukan federasi mencakup dugaan suap, perjudian ilegal, dan manipulasi pertandingan.

Menurut sumber yang identitasnya dirahasiakan, Lueanthala diduga memberikan instruksi kepada sejumlah pemain lain serta menjadi penghubung dalam operasi yang tengah diselidiki tersebut.

Kasus ini masih dalam proses penyelidikan. Karena itu, dugaan keterlibatan Lueanthala belum dapat disebut sebagai fakta yang telah terbukti secara hukum hingga proses pemeriksaan dan penyidikan memberikan kesimpulan resmi.

(A. Rayyan K/Sumber: The Guardian)

Ikuti Berita GEBRAK.ID Informasi terbaru langsung di WhatsApp

Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?

Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.

Follow Channel GEBRAK.ID