Calvin Verdonk Terus Cetak Sejarah untuk Indonesia di Liga Champions

calvin-verdonk-fantastis-jadi-man-of-the-match-di-liga-champions-1793757318065_169

Calvin Verdonk kembali mengukir catatan istimewa di Liga Champions 2026/2027. Bek kiri Timnas Indonesia itu terpilih sebagai pemain terbaik atau Man of the Match (MOTM) ketika Lille bermain imbang 0-0 melawan Bodo/Glimt pada matchday keempat fase liga di Aspmyra Stadion, Norwegia, Rabu (4/11/2026) dini hari WIB. (Foto: Tangkapan layar Instagram/@losclive)

GEBRAK.ID — Calvin Verdonk kembali mengukir catatan istimewa di Liga Champions 2026/2027. Bek kiri Timnas Indonesia itu terpilih sebagai pemain terbaik atau Man of the Match (MOTM) ketika Lille bermain imbang 0-0 melawan Bodo/Glimt pada matchday keempat fase liga di Aspmyra Stadion, Norwegia, Rabu (4/11/2026) dini hari WIB.

Penghargaan tersebut menambah daftar pencapaian Verdonk sejak Lille tampil di kompetisi antarklub paling bergengsi di Eropa. Dalam empat pertandingan yang sudah dijalani klub Prancis itu, pemain berdarah Aceh tersebut selalu menghadirkan cerita tersendiri bagi sepak bola Indonesia.

Perjalanan Verdonk dimulai pada matchday pertama ketika namanya masuk daftar susunan pemain Lille. Catatan itu menjadi tonggak awal kehadiran pemain Indonesia dalam pertandingan Liga Champions.

Sejarah berikutnya tercipta saat Lille menghadapi Arsenal pada matchday kedua, 13 Oktober 2026. Verdonk masuk sebagai pemain pengganti dan mendapatkan kesempatan bermain selama 12 menit. Meski Lille kalah 0-3, penampilan tersebut menjadikannya pemain Indonesia pertama yang merasakan langsung atmosfer pertandingan Liga Champions.

Kesempatan bermain semakin besar pada matchday ketiga. Pelatih Lille, Davide Ancelotti, mempercayakan posisi bek kiri kepada Verdonk sejak menit awal ketika menghadapi Galatasaray pada 21 Oktober 2024. Ia bermain penuh selama 90 menit, meski Lille harus mengakui keunggulan lawan dengan skor 2-4.

Puncaknya hadir saat Lille bertandang ke markas Bodo/Glimt. Verdonk kembali masuk starting eleven dan tampil sepanjang pertandingan. Kontribusinya dalam bertahan maupun membantu serangan membuat Asosiasi Sepak Bola Eropa (UEFA) memilihnya sebagai pemain terbaik.

UEFA menilai Verdonk efektif menjalankan peran di sisi kiri. Saat Lille menguasai bola, ia mampu membangun serangan melalui distribusi umpan dan pergerakan ke depan. Ketika kehilangan bola, ia juga aktif memutus serangan balik serta memenangi duel di area pertahanan.

Statistik pertandingan turut memperlihatkan kontribusinya. Verdonk mencatatkan empat tekel, satu intersep, tiga sapuan, serta tiga umpan kunci. Akurasi umpannya mencapai 83 persen.

Tantangan Berikutnya Menanti

Hasil imbang di Norwegia memberikan Lille poin pertama dalam fase liga musim ini setelah sebelumnya kalah dari Real Betis, Arsenal, dan Galatasaray. Bagi Verdonk, penghargaan MOTM menjadi pencapaian personal sekaligus modal untuk terus bersaing mendapatkan menit bermain.

Lille masih memiliki sejumlah pertandingan penting. Pada matchday kelima, mereka dijadwalkan menjamu Bayern Muenchen pada 25 November 2026.

Konsistensi Verdonk di Liga Champions juga membuka peluang baginya untuk mendapat kepercayaan lebih besar di kompetisi Ligue 1 Prancis. Selama ini, Romain Perraud lebih sering mengisi posisi bek kiri Lille dalam kompetisi domestik.

Perjalanan Verdonk menunjukkan bahwa pemain Indonesia mampu bersaing di panggung sepak bola Eropa. Kini, tantangan berikutnya adalah menjaga performa agar kesempatan bermain dan pencapaian bersejarah itu terus berlanjut.

(A. Rayyan K/Sumber: UEFA)

Dukung GEBRAK.ID

Jika berita kami bermanfaat, dukung keberlanjutan jurnalisme independen melalui donasi sukarela.

Dukung lewat Saweria
Ikuti Berita GEBRAK.ID Informasi terbaru langsung di WhatsApp

Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?

Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.

Follow Channel GEBRAK.ID