Abaikan Bendera Kuning, Veda Ega Kena Penalti Mundur Enam Posisi di Moto3 Qatar

veda-ega-pratama-moto3-arsip-honda-2

Veda Ega Pratama harus menelan pil pahit sebelum balapan Moto3 Qatar 2026 bergulir. Pembalap Indonesia itu dijatuhi penalti mundur enam posisi start setelah terbukti mengabaikan bendera kuning pada sesi latihan bebas pertama (FP1) di Sirkuit Internasional Lusail, Jumat (6/11/2026). (Foto: Honda)

GEBRAK.ID — Veda Ega Pratama harus menelan pil pahit sebelum balapan Moto3 Qatar 2026 bergulir. Pembalap Indonesia itu dijatuhi penalti mundur enam posisi start setelah terbukti mengabaikan bendera kuning pada sesi latihan bebas pertama (FP1) di Sirkuit Internasional Lusail, Jumat (6/11/2026).

Panel Pengawas Balapan FIM MotoGP menyatakan Veda tidak mematuhi sinyal bendera kuning di sektor 11. Alih-alih memperlambat laju, pembalap Honda Team Asia itu justru mencatatkan waktu sektor terbaik pribadinya saat bendera kuning dikibarkan.

Pelanggaran Kedua Musim Ini

Hukuman ini diperberat karena Veda telah dua kali melakukan pelanggaran serupa sepanjang musim 2026. Pelanggaran pertama terjadi pada sesi latihan di Motegi, Jepang. Selain penalti posisi start, catatan waktu putaran yang dibuat Veda saat melanggar aturan bendera kuning juga dihapus.

Berdasarkan regulasi balap, bendera kuning menjadi tanda adanya potensi bahaya di lintasan sehingga setiap pembalap wajib mengurangi kecepatan. Veda dianggap mengabaikan prinsip keselamatan tersebut.

Performa FP1 Tetap Menjanjikan

Meski terkena penalti, kecepatan Veda di Lusail sebenarnya tidak perlu diragukan. Ia sempat memimpin sesi FP1 sebelum akhirnya finis di posisi keenam dengan catatan waktu 2 menit 4,843 detik, terpaut 0,982 detik dari Maximo Quiles yang menjadi tercepat.

Pembalap berusia 17 tahun itu bahkan sempat menjadi acuan bagi sejumlah rival. Pada satu momen, hingga 10 pembalap terlihat mengikuti laju Veda di belakangnya. Namun, catatan waktu terbaiknya di sektor yang terkena bendera kuning harus rela dihapus.

Dampak pada Balapan Utama

Dengan penalti ini, posisi start Veda pada balapan utama Minggu (8/11/2026) dipastikan mundur enam tingkat dari hasil kualifikasi. Jika ia meraih pole position, maka ia akan start dari posisi ketujuh. Jika kualifikasi menempatkannya di urutan kelima, ia baru bisa memulai balapan dari urutan ke-11.

Honda Team Asia melalui akun resmi mereka menyatakan tetap mendukung Veda untuk mengambil pelajaran dari insiden ini. “Kami mengambil pelajaran, tetap fokus dan kembali lebih kuat. Ini waktunya untuk berjuang lagi,” tulis tim asal Jepang tersebut.

Bagi Veda, balapan di Lusail menjadi ujian mental tersendiri. Setelah meraih podium kedua di Sepang pekan lalu, ia dituntut membuktikan bahwa kecepatannya di FP1 bukanlah ilusi. Dengan start dari posisi belakang, Veda harus bekerja ekstra keras jika ingin kembali menembus zona poin atau bahkan podium.

(A. Rayyan K/Sumber: MotoGP)

Dukung GEBRAK.ID

Jika berita kami bermanfaat, dukung keberlanjutan jurnalisme independen melalui donasi sukarela.

Dukung lewat Saweria
Ikuti Berita GEBRAK.ID Informasi terbaru langsung di WhatsApp

Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?

Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.

Follow Channel GEBRAK.ID