PURWOREJO -- Program Revitalisasi Satuan Pendidikan digulirkan secara masif dan merata, tidak hanya menyasar kota-kota besar, tetapi juga kabupaten dan wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Salah satunya di Kabupaten Purworejo, di mana upaya pemerataan layanan pendidikan diperkuat melalui revitalisasi 20 satuan pendidikan dari berbagai jenjang dari 3 TK/PAUD, 7 SD, 6 SMP, 2 SMA, dan 2 SMK untuk memastikan setiap anak memperoleh ruang belajar yang layak, aman, dan bermutu.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, telah meresmikan 20 Revitalisasi Satuan Pendidikan di Kab. Purworejo, sekaligus menegaskan bahwa revitalisasi satuan pendidikan merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam rangka meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan memperkuat fondasi pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
“Revitalisasi Satuan Pendidikan bukan hanya membangun gedung, tetapi membangun masa depan anak-anak kita. Pada tahun 2025, pemerintah melakukan revitalisasi di 16.171 satuan pendidikan di seluruh Indonesia, dan lebih dari 98 persen pembangunannya telah selesai,” ujar Menteri Mu’ti di Kabupaten Purworejo, pada Sabtu (24/1/2026).
Menteri Mu'ti menjelaskan jika sekolah yang aman dan nyaman menjadi prasyarat penting bagi terciptanya pembelajaran yang efektif dan bermakna. “Kami ingin anak-anak belajar di lingkungan yang bebas dari kekerasan dan perundungan, serta berada di ruang yang bersih, sehat, dan layak. Karena itu, pemerintah menerbitkan Peraturan Menteri Pendidikan Nomor 6 Tahun 2026 sebagai dasar untuk membangun budaya sekolah yang aman dan nyaman di seluruh Indonesia,” tegasnya.
Tak hanya revitalisasi fisik, Kemendikdasmen juga mendorong percepatan digitalisasi pembelajaran. Hingga kini, lebih dari 288.000 satuan pendidikan telah menerima bantuan Papan Interaktif Digital (PID)/Interactive Flat Panel (IFP) sebagai sarana pembelajaran digital. “Kami tidak hanya membagikan IFP, tetapi juga melatih para guru, menyediakan laptop dan materi pembelajaran, hingga membantu sekolah yang belum memiliki internet dan listrik. Digitalisasi harus menyentuh proses belajar, bukan sekadar alat,” jelasnya.
Untuk tahun 2026, pemerintah telah mengalokasikan anggaran bagi sekitar 11.700 satuan pendidikan dan akan mengusulkan penambahan hingga mencapai 60.000 satuan pendidikan, sehingga total lebih dari 71.000 satuan pendidikan akan menerima program digitalisasi. Setiap sekolah juga akan mendapatkan tambahan tiga IFP agar secara bertahap terwujud konsep satu kelas satu perangkat digital.
Apresiasi disampaikan oleh Bupati Purworejo, Yuli Hastuti, menyampaikan apresiasi kepada Kemendikdasmen atas dukungan revitalisasi satuan pendidikan di daerahnya. Ia menegaskan bahwa perhatian pemerintah pusat menjadi dorongan besar bagi Pemerintah Kabupaten Purworejo dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Purworejo dan seluruh masyarakat, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bapak Menteri atas perhatian dan dukungannya terhadap pembangunan, khususnya pendidikan di Kabupaten Purworejo. Kehadiran Bapak Menteri menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di daerah,” ujar Yuli Hastuti.
Yuli juga menjelaskan bahwa pada tahun 2025 Kabupaten Purworejo menerima Program Revitalisasi pada 20 satuan pendidikan dari berbagai jenjang, mulai dari PAUD hingga SMA, yang dinilai sangat strategis dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik. “Pada tahun 2025, Kabupaten Purworejo menerima program revitalisasi di 20 satuan pendidikan dari berbagai jenjang. Program ini menjadi langkah strategis untuk membudayakan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan layak sekaligus mendukung proses pembelajaran yang berkualitas bagi peserta didik,” katanya.
Selain itu, revitalisasi sangat dirasakan manfaatnya salah satunya oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala SMP Negeri 4 Purworejo, Warno Dwiantoro, menyampaikan bahwa sekolahnya menerima dana revitalisasi Tahun Anggaran 2025 untuk merehabilitasi tujuh ruang kelas lengkap dengan mebel. “SMP Negeri 4 Purworejo telah menerima dana revitalisasi tahun anggaran 2025. Yang direvitalisasi, direhab adalah tujuh ruang kelas lengkap dengan mebel, ada meja kursi murid, ada meja kursi guru, ada papan tulis, ada lemari,” ujar Warno.
Warno menuturkan bahwa kehadiran ruang kelas baru memberikan dampak positif bagi suasana belajar para siswa. Para murid merasa lebih bangga, senang, dan nyaman berada di ruang kelas yang telah direvitalisasi, sehingga mendorong semangat dan motivasi belajar mereka. “Setelah mendapatkan revitalisasi ini, murid-murid kami merasa bangga, merasa senang, nyaman menempati ruang kelas baru. Harapannya dengan ruang kelas baru ini, anak-anak menjadi lebih bersemangat, lebih bermotivasi untuk belajar meraih prestasi dan menambah kepribadian baik,” katanya.
Ungkapan yang sama juga dirasakan oleh Kepala SDN 2 Cepedak, Kab. Purworejo, Verica, menyampaikan bahwa sekolahnya menerima Program Revitalisasi Satuan Pendidikan berupa pembangunan dan rehabilitasi sejumlah fasilitas penting pada tahun ini. Sekolah mendapatkan satu gedung UKS baru, serta rehabilitasi ruang kelas, ruang kantor, perpustakaan, dan kamar mandi, yang selama ini masih terbatas dan belum sepenuhnya layak digunakan.
“Alhamdulillah pada tahun ini kami mendapatkan bantuan berupa satu gedung UKS baru, kemudian rehabilitasi ruang kelas, kantor, perpustakaan, dan juga kamar mandi. Sebelumnya kami masih kekurangan fasilitas, UKS dan kamar mandi belum layak, serta ruang kelas yang belum memadai untuk pembelajaran anak-anak,” ujar Verica.
Verica menjelaskan bahwa revitalisasi tersebut membawa perubahan nyata terhadap kualitas layanan pendidikan di sekolahnya. Ruang kelas kini dapat difungsikan sesuai peruntukannya, sementara fasilitas sanitasi juga sudah terpenuhi, sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung lebih baik dan nyaman.
“Alhamdulillah berkat adanya revitalisasi ini, ruang kelas sudah bisa difungsikan dengan baik sesuai penggunaannya dan fasilitas sanitasi di lingkungan sekolah kami juga sudah terpenuhi. Harapannya, dengan fasilitas yang sudah terbangun ini, kegiatan pembelajaran dapat berjalan dengan baik dan kami bisa memberikan pelayanan kepada anak didik secara optimal agar mereka dapat mengembangkan prestasi akademik maupun non-akademik,” kata Verica.
(***)

Posting Komentar untuk "Dampak Nyata Revitalisasi Satuan Pendidikan: Dari Apresiasi Pemerintah Daerah Hingga Senyum Kepala Sekolah"