![]() |
| Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu’ti saat meresmikan 47 satuan pendidikan di Sumatra Selatan. (Foto: BKHM Setjen Kemendikdasmen) |
OGAN ILIR -- Revitalisasi Satuan Pendidikan tidak hanya berdampak pada perbaikan fisik bangunan sekolah, tetapi juga berperan dalam pembentukan karakter siswa. Hal ini terlihat dari implementasi program revitalisasi di SMAN 1 Indralaya, Ogan Ilir, Sumatra Selatan, yang memanfaatkan penataan fasilitas sebagai sarana edukasi karakter dan kesehatan.
Di SMAN 1 Indralaya, Ogan Ilir, Sumatra Selatan, pembaruan fasilitas justru dimanfaatkan sebagai sarana menanamkan karakter, kepedulian, serta budaya hidup sehat kepada para siswa. Salah satu inovasi yang mencuri perhatian adalah penempatan toilet dan ruang Unit Kesehatan Siswa (UKS) di area depan kelas, berdekatan dengan lapangan sekolah. Langkah ini sengaja diambil agar fasilitas tak lagi tersembunyi, melainkan menjadi bagian dari ruang publik yang diawasi bersama.
Kepala SMAN 1 Indralaya, Pudyo Laksono, menjelaskan bahwa desain tersebut bertujuan membangun rasa tanggung jawab siswa terhadap fasilitas sekolah. Menurutnya, ketika toilet dan UKS berada di area terbuka, siswa terdorong untuk menjaga kebersihan dan keutuhannya.
“Kami ingin siswa merasa memiliki. Fasilitas yang mudah dilihat dan diakses akan menumbuhkan kepedulian dan rasa tanggung jawab bersama,” ujar Pudyo, Kamis (22/1/2026).
Selain toilet dan UKS, revitalisasi di sekolah ini juga mencakup pembangunan laboratorium IPA sesuai standar, rehabilitasi musala, serta perbaikan sejumlah ruang penunjang. Pudyo menilai, lingkungan yang tertata rapi dan transparan turut mengajarkan nilai kejujuran, empati, serta kebanggaan kolektif kepada peserta didik.
Dampak perubahan tersebut dirasakan langsung oleh siswa. Rizqa Kamila, siswi kelas XII, mengaku semakin percaya diri dengan wajah baru sekolahnya. Laboratorium IPA yang lebih modern membuat proses belajar terasa lebih menyenangkan.
“Sekarang jadi lebih semangat belajar, apalagi saat pelajaran Fisika. Laboratoriumnya baru, alat-alatnya lengkap,” ujar Rizqa.
Hal serupa dirasakan Rifki Abian, siswa kelas X. Ia mengatakan suasana sekolah yang lebih bersih dan rapi membuatnya betah berlama-lama di sekolah, terutama dengan keberadaan UKS yang nyaman dan fasilitas kesehatan yang memadai.
Praktik unik SMAN 1 Indralaya ini bahkan menarik perhatian Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti. Saat meresmikan 47 satuan pendidikan di Sumatra Selatan yang dipusatkan di sekolah tersebut, ia menekankan bahwa revitalisasi sekolah harus menyentuh aspek fisik sekaligus psikologis siswa.
“Sekolah bukan hanya soal gedung dan peralatan. Kita ingin menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman, sehingga anak-anak bisa belajar dengan tenang dan menjadikan sekolah sebagai rumah kedua,” kata Abdul Mu’ti.
Menurut Abdul Mu'ti, Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dirancang bukan sekadar memperbaiki bangunan yang rusak, melainkan membangun ekosistem belajar yang mendukung pembentukan karakter siswa. Percepatan revitalisasi ini juga sejalan dengan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman.
Dalam aturan tersebut, budaya sekolah dimaknai sebagai tata nilai, kebiasaan, dan perilaku yang menjamin keselamatan fisik, kesejahteraan psikologis, keamanan sosial, hingga keadaban digital di lingkungan pendidikan.
Manfaat revitalisasi juga dirasakan sekolah lain di Sumatra Selatan. Di SMPN 1 Lubuk Liat, ruang kelas yang sebelumnya mengalami kerusakan kini telah diperbaiki. Kepala sekolah Marion menyebut kondisi belajar menjadi jauh lebih aman dan nyaman.
“Kami tidak khawatir lagi atap runtuh atau lantai yang retak. Anak-anak bisa belajar dengan tenang,” ujar Abdul Mu'ti.
Sementara itu, Kepala SDN 6 Pemulutan Barat, Desi Huswinda, mengatakan revitalisasi sangat membantu sekolahnya. Bantuan dimanfaatkan untuk membangun ruang UKS, ruang administrasi, serta lima unit toilet, termasuk toilet ramah disabilitas, dan memperbaiki perpustakaan.
Desi berharap perbaikan ruang kelas dapat segera menyusul. Menurut dia , pemutakhiran Data Pokok Pendidikan menjadi kunci agar kondisi sekolah tergambar secara akurat dan bantuan pemerintah benar-benar tepat sasaran.
(***)

Posting Komentar untuk "Revitalisasi Satuan Pendidikan Dorong Penguatan Karakter dan Budaya Hidup Sehat di Sekolah"