Digitalisasi Pembelajaran di Pasuruan: Guru Kian Inovatif, Siswa Lebih Antusias Belajar

Upaya percepatan transformasi pendidikan nasional terus diperkuat Kemendikdasmen RI melalui Program Digitalisasi Pembelajaran. Salah satu wujud nyatanya terlihat di SMK Muhammadiyah 1 Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, yang menerima bantuan Interactive Flat Panel (IFP) atau Papan Interaktif Digital (PID), Minggu (11/1/2025). (Foto: BKHM Setjen Kemendikdasmen)

PASURUAN -- Upaya percepatan transformasi pendidikan nasional terus diperkuat Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI melalui Program Digitalisasi Pembelajaran. Salah satu wujud nyatanya terlihat di SMK Muhammadiyah 1 Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, yang menerima bantuan Interactive Flat Panel (IFP) atau Papan Interaktif Digital (PID), Minggu (11/1/2025).

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) RI, Fajar Riza Ul Haq, mengatakan penyaluran PID merupakan bagian dari program prioritas Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto untuk mendorong pemerataan dan peningkatan kualitas sarana pendidikan di seluruh daerah. Melalui pemanfaatan teknologi pembelajaran, pemerintah berupaya memastikan akses pendidikan bermutu dapat dirasakan oleh semua satuan pendidikan.

“Program ini merupakan ikhtiar bersama untuk mewujudkan pendidikan bermutu bagi semua, melalui penguatan akses, keberlanjutan, dan pemerataan layanan pendidikan,” ujar Fajar.

Dampak kehadiran PID dirasakan langsung oleh pihak sekolah. Kepala SMK Muhammadiyah 1 Pandaan, Wiwit Dwi Purnomo, menyebut bantuan tersebut membawa perubahan signifikan dalam proses belajar mengajar. Menurutnya, siswa menjadi lebih antusias mengikuti pelajaran, sementara guru terdorong untuk lebih kreatif menghadirkan pembelajaran yang interaktif.

“Sejak PID digunakan, kelas terasa lebih hidup. Siswa lebih mudah memahami materi dan guru semakin termotivasi untuk berinovasi,” kata Wiwit.

Wiwit menambahkan, dominasi guru dari kalangan milenial dan Gen Z mempermudah adaptasi teknologi di sekolah. Hal ini mendorong terciptanya ekosistem pembelajaran yang dinamis dan relevan dengan kebutuhan peserta didik.

Guru Kejuruan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Yusron, juga mengakui manfaat PID, khususnya dalam pembelajaran koding dan kecerdasan buatan. “Siswa bisa langsung menampilkan hasil kerja di layar dan mendiskusikannya bersama. Proses belajar jadi lebih aktif dan aplikatif,” ujarnya.

Kemendikdasmen menegaskan, transformasi pendidikan membutuhkan partisipasi semua pihak. Fajar menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah, sekolah, dan pemangku kepentingan untuk membangun sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Sementara itu, Bupati Mojokerto Muhammad Albarra mengapresiasi sinergi berbagai pihak dalam mendukung pembangunan pendidikan dan sosial di wilayah Pasuruan dan sekitarnya. Pemerintah daerah, kata dia, berkomitmen terus memperkuat kolaborasi demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan dan berkelanjutan.

(***)

Posting Komentar untuk "Digitalisasi Pembelajaran di Pasuruan: Guru Kian Inovatif, Siswa Lebih Antusias Belajar"