![]() |
| Generasi Literat menggelar Rapat Kerja (Raker) 2026 di PDS HB Jassin di kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta, Minggu (11/1/2026). (Foto: Generasi Literat) |
JAKARTA -- Hujan yang mengguyur Jakarta sejak pagi tak menyurutkan langkah para relawan Yayasan Generasi Literat. Minggu (11/1/2026), ruang berkarya PDS HB Jassin di kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM) justru terasa hangat oleh pertemuan gagasan, semangat, dan harapan. Di tempat itu, Generasi Literat menggelar Rapat Kerja (Raker) 2026 sebagai penanda awal langkah baru organisasi.
Raker tahun ini terasa istimewa dengan bergabungnya 20 relawan baru yang akan memperkuat berbagai program, mulai dari literasi kebhinekaan, literasi umum, literasi digital dan kecerdasan buatan (AI), literasi kesehatan mental, hingga tim media sosial. Meski agenda sempat tertunda akibat hujan dan kendala teknis, antusiasme relawan tak surut. Satu per satu hadir dengan semangat yang sama: berkontribusi bagi bangsa dan kemanusiaan.
Sebelum sesi utama dimulai, suasana cair lewat permainan perkenalan sederhana. Tawa kecil dan obrolan ringan menjadi jembatan awal antarrelawan yang sebelumnya saling asing. Di Generasi Literat, keakraban memang tumbuh dari hal-hal sederhana.
Founder Generasi Literat, Mila Muzakkar, dalam sambutannya menyatakan bahwa Generasi Literat bukan sekadar organisasi, melainkan ruang bertumbuh dan ruang membangun peradaban. Ia menyebut relawan sebagai garda terdepan kerja-kerja sosial kemanusiaan.
“Relawan bekerja tanpa bayaran dan pujian, tetapi dengan ketulusan. Mereka menyumbangkan waktu, ilmu, tenaga, bahkan biaya pribadi demi kemajuan bangsa,” ujar Mila.
Sesi pemaparan program kerja enam bulan ke depan kemudian menjadi inti raker. Tim Media Sosial memaparkan strategi penguatan konten dan identitas digital. Tim Literasi Kebhinekaan merancang kunjungan ke rumah ibadah lintas iman, sementara Tim Literasi Kesehatan Mental menyiapkan agenda Live Instagram dan kegiatan offline ke sekolah, termasuk rencana edukasi di ruang publik.
Program literasi umum akan kembali menggelar Kakak-Adik Asuh serta Teman Baca, sedangkan Tim Literasi Digital dan AI fokus pada edukasi penggunaan teknologi secara bijak dan beretika. Raker ditutup dengan sesi foto bersama dan produksi konten media sosial sebagai penanda dimulainya perjalanan Generasi Literat di 2026.
Dengan wajah baru dan gagasan yang terus tumbuh, Generasi Literat melangkah mantap ke tahun depan, membawa keyakinan bahwa literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, melainkan upaya merawat manusia dan membangun peradaban yang lebih baik.
(Shafna Aulia/Public Relation Generasi Literat, Editor Mila Muzakkar)

Posting Komentar untuk "Rapat Kerja Generasi Literat 2026: Menyambut Wajah Baru, Menyusun Arah Baru "