Rasakan Langsung Manfaat Kebijakan Kemendikdasmen: Kesejahteraan Guru Meningkat dan Kian Semangat Mengajar

Kemendikdasmen mencatat, sepanjang 2025 berbagai kebijakan kesejahteraan guru telah direalisasikan.(Foto Ilustrasi: BKHM Setjen Kemendikdasmen)

JAKARTA -- Berbagai kebijakan yang digulirkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mulai dirasakan dampaknya oleh para guru di lapangan. Sejumlah program tunjangan yang menyasar peningkatan kesejahteraan dinilai memberi pengaruh nyata, tak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga terhadap semangat dan fokus mengajar.

Guru Taman Kanak-Kanak Negeri Bendungan Hilir, Jakarta, Ismi Ifarianti, mengaku bersyukur menjadi salah satu penerima tunjangan dari pemerintah. Menurutnya, perhatian tersebut membuat profesi guru, khususnya di jenjang pendidikan anak usia dini, semakin dihargai.

“Tunjangan ini sangat membantu kebutuhan sehari-hari. Rasanya lebih tenang, jadi bisa lebih fokus mendampingi anak-anak belajar dan berkembang. Proses penyalurannya juga terasa semakin baik,” ujar Ismi, Jumat (23/1/2026).

Pengalaman serupa dirasakan Tiar Krisnawan, guru SD Negeri Cimone 3, Tangerang, Banten. Ia menilai kebijakan tunjangan berdampak langsung pada keseimbangan hidup guru, terutama dalam memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.

“Dengan adanya tunjangan, kami merasa lebih dihargai. Motivasi untuk berkembang juga meningkat karena kebutuhan hidup bisa terpenuhi dengan lebih layak,” kata Tiar.

Kemendikdasmen mencatat, sepanjang 2025 berbagai kebijakan kesejahteraan guru telah direalisasikan. Untuk guru Aparatur Sipil Negara (ASN), Tunjangan Profesi Guru (TPG) telah disalurkan kepada lebih dari 1,4 juta guru. Selain itu, Tunjangan Khusus menjangkau lebih dari 57 ribu guru, sementara Dana Tambahan Penghasilan diberikan kepada lebih dari 191 ribu guru.

Sementara itu, guru non-ASN juga menjadi perhatian. Tunjangan Profesi disalurkan kepada lebih dari 400 ribu guru non-ASN, Tunjangan Khusus kepada lebih dari 43 ribu guru, serta insentif kepada lebih dari 365 ribu guru. Kemendikdasmen juga menyalurkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) kepada lebih dari 253 ribu guru PAUD nonformal yang belum memiliki sertifikasi profesi.

Memasuki 2026, pemerintah kembali meningkatkan nilai insentif bagi guru non-ASN. Direktur Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru (Dirjen GTKPG), Nunuk Suryani, menyebut nominal insentif naik dari Rp300 ribu menjadi Rp400 ribu per orang per bulan, dengan target penerima hampir 800 ribu guru.

“Kenaikan ini diharapkan mendorong profesionalisme guru dan meningkatkan mutu pembelajaran di kelas,” ujar Nunuk.

Selain aspek kesejahteraan, Kemendikdasmen juga menyiapkan program peningkatan kompetensi melalui Peningkatan Kualifikasi Akademik S-1/D-4 bagi guru. Menurut Nunuk, kesejahteraan dan kompetensi merupakan dua hal yang saling berkaitan.

“Kesejahteraan guru adalah fondasi penting untuk mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua. Karena itu, peningkatannya akan terus dilakukan secara berkelanjutan, tepat sasaran, transparan, dan akuntabel,” pungkasnya.

(***)

Posting Komentar untuk "Rasakan Langsung Manfaat Kebijakan Kemendikdasmen: Kesejahteraan Guru Meningkat dan Kian Semangat Mengajar"