![]() |
| Mendagri Tito Karnavian saat memimpin Apel Pemulangan Praja IPDN dan ASN Kemendagri Gelombang I di Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, Selasa (3/2/2026). (Foto: Puspen Kemendagri) |
Apresiasi itu disampaikan saat Mendagri memimpin Apel Pemulangan Praja IPDN dan ASN Kemendagri Gelombang I di Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, Selasa (3/2/2026). Kegiatan tersebut diikuti 1.141 personel yang terdiri dari Praja IPDN, ASN Kemendagri, serta unsur pimpinan IPDN.
“Adik-adik praja IPDN yang saya cintai, yang bertugas kurang lebih sebulan di sini, saya bangga dengan kalian,” ujar Mendagri di hadapan peserta apel.
Menurut Mendagri, dalam kurun waktu satu bulan, perubahan signifikan mulai terlihat. Kompleks perkantoran Pemkab Aceh Tamiang yang sebelumnya tertutup lumpur kini sebagian besar telah dibersihkan dan dapat kembali difungsikan. Aktivitas pemerintahan pun perlahan mulai berjalan, diiringi kembalinya semangat aparatur setempat.
“Sebagian besar kantor sudah bersih. Teman-teman ASN Kemendagri juga mendampingi sekaligus membangkitkan semangat ASN di sini agar tidak merasa sendiri,” kata Mendagri.
Mendagri mengakui, pada awal bencana, hampir seluruh gedung perkantoran lumpuh total akibat genangan lumpur. Karena itu, Kemendagri bersama kementerian/lembaga lain, TNI, Polri, serta pemerintah daerah mengerahkan berbagai sumber daya, termasuk alat berat dan personel dari IPDN serta ASN Kemendagri, untuk mempercepat proses pembersihan dan pemulihan.
Mendagri menyebut momentum penugasan ini sebagai “the right time and the right place”, di mana para praja dan ASN mendapatkan pengalaman langka yang tak semua angkatan bisa rasakan. Bahkan, pengalaman serupa juga disampaikan kepada peserta Latsitarda dari berbagai akademi, seperti Akmil, AAL, AAU, Akpol, BSSN, hingga Unhan.
Tak berhenti di gelombang pertama, Mendagri memastikan dukungan untuk Aceh Tamiang akan terus berlanjut. Ia mengumumkan bahwa gelombang berikutnya akan tiba pada 6 Februari 2026, dengan kekuatan 769 personel untuk melanjutkan pemulihan di lingkungan perkantoran dan fasilitas umum lainnya.
“Kita bantu jangan setengah-setengah. Kemendagri adalah pembina dan pengawas pemerintah daerah, maka kita harus membuktikan peran itu nyata,” tegas Mendagri.
Lebih jauh, Mendagri menilai penugasan ini bukan hanya operasi kemanusiaan, tetapi juga ruang praktik langsung ilmu pemerintahan di lapangan. Ia memastikan para praja dan ASN yang terlibat akan mendapatkan sertifikat sebagai kenang-kenangan atas pengabdian tersebut.
“Belum tentu semua mendapat kesempatan seperti ini. Selain membantu kemanusiaan, kalian mempraktikkan ilmu di tempat yang benar-benar sedang bermasalah,” ucap Mendagri.
Apel pemulangan tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto dan Akhmad Wiyagus, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Safrizal ZA, Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi, serta jajaran Forkopimda setempat.
(Sumber: Puspen Kemendagri)

Posting Komentar untuk "Apresiasi Praja IPDN dan ASN Kemendagri, Mendagri: Sebulan di Aceh Tamiang, Pemerintahan Mulai Bangkit"