Mendagri: Misi Pascabencana di Aceh Tamiang Jadi Laboratorium Nyata Ilmu Pemerintahan bagi Praja IPDN dan ASN

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian aat memimpin Apel Pemulangan Personel Satgas Percepatan Aktivasi Pemerintah dan Pelayanan Publik Kemendagri Gelombang I di Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, Selasa (3/2/2026). (Foto: Puspen Kemendagri)
ACEH TAMIANG — Penugasan pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, tak sekadar dimaknai sebagai operasi kemanusiaan. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menilai, misi ini menjadi ruang praktik langsung ilmu pemerintahan bagi Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Dalam Negeri.

Hal itu disampaikan Mendagri saat memimpin Apel Pemulangan Personel Satgas Percepatan Aktivasi Pemerintah dan Pelayanan Publik Kemendagri Gelombang I di Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, Selasa (3/2/2026).

Menurut Mendagri, Aceh Tamiang termasuk wilayah yang mengalami dampak paling berat akibat banjir dan longsor yang melanda sejumlah daerah di Sumatera. Letak geografis yang berada di dataran rendah dan dilalui sungai besar membuat wilayah ini menjadi titik limpasan air dari kawasan hulu. Akibatnya, lumpur tebal menggenangi berbagai fasilitas, termasuk kantor-kantor pemerintahan.

“Ini mempraktikkan langsung ilmu pemerintahan dalam negeri. Pengalaman seperti ini belum tentu dirasakan angkatan lain, baik sebelumnya maupun di masa mendatang,” ujar Mendagri di hadapan para praja dan ASN.

Mendagri menekankan, keberhasilan pemulihan pascabencana tidak semata diukur dari bantuan logistik atau pembangunan fisik, melainkan dari seberapa cepat fungsi pemerintahan dan layanan publik bisa kembali berjalan. Indikatornya jelas: kantor pemerintahan kembali beroperasi, akses jalan terbuka, layanan kesehatan dan pendidikan pulih, rumah ibadah difungsikan, jaringan listrik dan komunikasi normal, distribusi BBM serta elpiji lancar, hingga aktivitas ekonomi masyarakat mulai bergerak.

“Indikator terpenting adalah apakah pemerintahnya berjalan atau tidak. Karena pemerintahan adalah pusat pengambilan keputusan dan kebijakan yang dampaknya luas ke masyarakat,” tegas Mendagri.

Selama sebulan terakhir, upaya pembersihan dan penataan ulang kompleks perkantoran Pemkab Aceh Tamiang dilakukan secara gotong royong. Hasilnya, sejumlah kantor kini sudah dapat difungsikan kembali secara bertahap. Kondisi ini dinilai menjadi modal utama untuk menghidupkan kembali roda pemerintahan sekaligus memulihkan semangat kerja ASN setempat.

“Karena itu fokus kita pada kantor pemerintahan, sambil membangkitkan semangat rekan-rekan ASN untuk mulai bekerja kembali,” imbuh Mendagri.

Di akhir arahannya, Mendagri mengajak seluruh unsur yang terlibat menjaga semangat kebersamaan dalam membangun kembali Aceh Tamiang. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Praja IPDN, ASN Kemendagri, pemerintah daerah, serta unsur TNI dan Polri yang telah turun langsung membantu proses pemulihan.

“Saya minta semangat kita untuk membangun kembali Aceh Tamiang. Nasib masyarakat ada di tangan Bapak-Ibu ASN di sini. Kami hanya mendorong agar kondisi segera kembali normal,” tandas Mendagri.

(Sumber: Puspen Kemendagri)

Posting Komentar untuk "Mendagri: Misi Pascabencana di Aceh Tamiang Jadi Laboratorium Nyata Ilmu Pemerintahan bagi Praja IPDN dan ASN"