![]() |
| Hasil revitalisasi di SMK Kesehatan Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (31/1/2026). (Foto: BKHM Setjen Kemendikdasmen) |
Perubahan ini hadir lewat Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), yang tak hanya membenahi bangunan fisik, tetapi juga memperkuat ekosistem pembelajaran agar lebih relevan dengan kebutuhan industri.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menyatakan bahwa pendidikan bermutu harus bisa diakses semua kalangan. Menurutnya, pembangunan sekolah bukan sekadar urusan tembok dan atap, melainkan bagian dari upaya membangun peradaban.
“Membangun gedung tidak sekadar membangun fisiknya, tapi membangun peradaban dengan gedung yang berkualitas,” ujar Menteri Mu'ti saat meresmikan hasil revitalisasi di SMK Kesehatan Cianjur, Sabtu (31/1/2026).
Menteri Mu'ti menambahkan, pemerintah terus berupaya memperbaiki sarana prasarana sekolah agar proses belajar semakin optimal. Dengan fasilitas yang lebih baik, mutu pembelajaran diharapkan ikut meningkat.
![]() |
| Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, saat meresmikan hasil revitalisasi di SMK Kesehatan Cianjur, Sabtu (31/1/2026). (Foto: BKHM Setjen Kemendikdasmen) |
Bangkit dari Kerusakan Akibat Gempa
Bagi SMK Kesehatan Cianjur, revitalisasi ini terasa sangat personal. Sekolah tersebut termasuk yang terdampak gempa hebat pada 2022. Sejumlah ruang kelas dan fasilitas praktik mengalami kerusakan berat sehingga kegiatan belajar tidak berjalan maksimal.
Kepala sekolah, Fajar Ferdiana, mengungkapkan bahwa bantuan revitalisasi tahun 2025 senilai Rp2,3 miliar menjadi titik balik kebangkitan sekolahnya.
Kini, sekolah memiliki ruang kelas yang telah direhabilitasi, Ruang Praktik Siswa (RPS) Farmasi Klinis dan Komunitas yang baru, toilet yang memadai, serta ruang ibadah yang representatif.
Menurut Fajar, pembelajaran kini menjadi lebih efektif dan relevan dengan kebutuhan layanan kesehatan di dunia kerja. “Ini bukan hanya membangun fisik, tetapi membangun peradaban melalui pendidikan bermutu. Kami berkomitmen merawat fasilitas ini untuk peningkatan kualitas belajar,” katanya.
Dirancang Sesuai Standar Industri
Ruang praktik baru di SMK Kesehatan Cianjur disusun menyerupai alur kerja klinik, rumah sakit, hingga apotek. Siswa tidak lagi sekadar mempelajari teori, tetapi langsung merasakan simulasi lingkungan kerja.
Hal ini diakui oleh Sela Pratiwi, siswa kelas 12 Farmasi Klinis dan Komunitas. Ia merasa ruang praktik tersebut sangat membantu persiapan menghadapi ujian Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK) sekaligus bekal untuk melanjutkan studi.
“Ruangan ini membuat kami tidak kaget lagi saat masuk dunia kerja atau kuliah nanti karena suasananya sudah seperti tempat pelayanan sungguhan,” ujar Sela.
SMK Lain Ikut Berbenah
Dampak revitalisasi juga terasa di SMK Negeri 1 Cidaun. Sebelum program berjalan, kondisi sekolah dinilai kurang layak, mulai dari atap bocor hingga plafon runtuh.
Melalui bantuan Rp4,1 miliar, sekolah ini merehabilitasi 14 ruang kelas, membangun RPS Nautika Kapal Penangkapan Ikan, serta memperbaiki toilet, UKS, dan ruang bimbingan konseling.
Kepala sekolah, Muhamad Alwi, menjelaskan bahwa RPS baru dirancang berdasarkan diskusi dengan dunia usaha dan dunia industri. Di ruangan tersebut, siswa bisa berlatih membaca peta pelayaran, mendesain alat tangkap, hingga merencanakan pelayaran.
“Pembagian ruang sudah sesuai kebutuhan industri. Ini sangat membantu meningkatkan kompetensi siswa agar siap diterima di dunia kerja,” jelas Alwi.
SMK Didorong Jadi Pusat Vokasi Adaptif
Program revitalisasi ini memperlihatkan arah kebijakan Kemendikdasmen dalam mendorong SMK menjadi pusat pembelajaran vokasi yang adaptif terhadap kebutuhan industri.
Dengan fasilitas praktik yang relevan dan kolaborasi erat bersama dunia usaha, lulusan SMK diharapkan tidak hanya siap kerja, tetapi juga memiliki daya saing di tingkat nasional maupun global.
Dari ruang kelas yang sempat retak karena gempa, kini lahir ruang-ruang praktik yang mempersiapkan siswa menghadapi masa depan. Sebuah transformasi yang menunjukkan bahwa ketika fasilitas belajar diperbaiki, harapan siswa ikut tumbuh kembali.
(BKHM Setjen Kemendikdasmen)


Posting Komentar untuk "Dulu Rusak Dihantam Gempa, Kini SMK Kesehatan Cianjur Punya Ruang Praktik Setara Dunia Industri"