Simulasi TKA SD–SMP 2026 Kembali Normal, Server Diperkuat Usai Lonjakan Peserta Tembus 9 Juta

Pelaksanaan hari kedua simulasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SD dan SMP berlangsung normal setelah sebelumnya sempat mengalami kendala teknis yang memicu penyesuaian jadwal. (Foto Ilustrasi: BKHM Setjen Kemendikdasmen)
JAKARTA — Pelaksanaan hari kedua simulasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SD dan SMP berlangsung normal setelah sebelumnya sempat mengalami kendala teknis yang memicu penyesuaian jadwal. Sistem kini dilaporkan telah stabil dan dapat diakses peserta tanpa hambatan berarti.

Simulasi TKA merupakan tahapan penting sebelum pelaksanaan asesmen utama digelar secara nasional. Kegiatan ini dirancang untuk menguji kesiapan sistem secara menyeluruh, mulai dari infrastruktur teknologi, kapasitas server, stabilitas jaringan, hingga kemampuan platform dalam menangani akses serentak dalam jumlah besar.

Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikdasmen, Toni Toharudin, menyatakan tingginya minat masyarakat menjadi tantangan sekaligus indikator penting bagi penyelenggara. Menurutnya, pemerintah berkomitmen memastikan layanan berjalan optimal.

“Animo masyarakat terhadap Tes Kemampuan Akademik tahun 2026 sangat besar. Karena itu, kesiapan layanan menjadi prioritas utama,” ujar Toni dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (25/2/2026).

Senada dengan itu, Kepala Pusat Asesmen Pendidikan, Rahmawati, menegaskan simulasi memang dirancang untuk menemukan potensi masalah sebelum pelaksanaan sesungguhnya. Data yang diperoleh selama uji coba akan digunakan untuk memperkuat sistem agar peserta dapat mengikuti TKA dengan nyaman.

“Simulasi ini memungkinkan kami menguji sistem dalam kondisi nyata, termasuk menghadapi lonjakan akses pengguna. Hasilnya menjadi dasar perbaikan sebelum pelaksanaan utama,” kata Rahmawati.

Lonjakan peserta menjadi faktor utama dilakukannya optimalisasi sistem. Hingga saat ini, jumlah pendaftar TKA untuk jenjang SD dan SMP telah mencapai lebih dari 9 juta siswa di seluruh Indonesia. 

Untuk mengantisipasi beban tersebut, pemerintah terus meningkatkan kapasitas server serta menyiapkan mekanisme mitigasi risiko apabila terjadi gangguan teknis.

Melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), pemerintah juga mengimbau sekolah dan masyarakat tetap tenang serta hanya mengacu pada informasi resmi. Masukan dari pelaksanaan simulasi akan digunakan untuk meningkatkan kualitas layanan asesmen pendidikan nasional.

Simulasi TKA menjadi bagian dari transformasi sistem evaluasi pendidikan yang lebih modern, transparan, dan berbasis teknologi. Pemerintah berharap pelaksanaan asesmen nantinya dapat berlangsung lancar tanpa kendala berarti, sekaligus memberikan pengalaman yang adil dan nyaman bagi seluruh peserta didik.

(BKHM Setjen Kemendikdasmen)



Posting Komentar untuk "Simulasi TKA SD–SMP 2026 Kembali Normal, Server Diperkuat Usai Lonjakan Peserta Tembus 9 Juta"