![]() |
| Unpad Bandung persilakan mahasiswa manfaatkan AI untuk tugas kuliah. (Foto: Dok.Unpad) |
JAKARTA -- Pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di dunia kampus kian tak terelakkan. Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung bahkan mengambil langkah progresif dengan mempersilakan mahasiswanya menggunakan AI sebagai alat bantu dalam mengerjakan tugas akademik.
Kebijakan ini disampaikan langsung oleh Rektor Unpad, Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita. Ia menilai AI bukan ancaman bagi proses belajar, melainkan alat bantu yang dapat memperkuat kualitas karya ilmiah mahasiswa, selama digunakan secara bijak dan bertanggung jawab.
Menurut Prof. Arief, Unpad tidak ingin sekadar menjadi penonton dalam perkembangan teknologi mutakhir. Kampus harus terlibat aktif dalam ekosistem AI, sekaligus membekali mahasiswa dengan literasi teknologi yang relevan dengan kebutuhan zaman.
“AI bisa menjadi alat bantu yang sangat kuat untuk menghasilkan karya ilmiah. Karena itu, mahasiswa perlu dikenalkan dan dibiasakan memanfaatkannya secara tepat,” ujar Prof Arief di Kampus Unpad Bandung, Selasa (10/2/2026).
AI Diposisikan sebagai Alat Bantu, bukan Pengganti Nalar
Kebijakan ini bukan berarti mahasiswa boleh menyerahkan seluruh proses berpikir kepada mesin. Unpad menegaskan, AI hanya berfungsi sebagai pendukung, sementara analisis, pemahaman, dan tanggung jawab akademik tetap berada di tangan mahasiswa.
Pendekatan ini sejalan dengan tren global di dunia pendidikan tinggi. Sejumlah universitas ternama dunia seperti Harvard University, University of Oxford, dan National University of Singapore mulai menyusun pedoman penggunaan AI di ruang kelas. Fokusnya bukan melarang, tetapi mengatur agar AI dimanfaatkan secara etis dan produktif.
Pakar pendidikan digital menilai, pelarangan total terhadap AI justru membuat mahasiswa tertinggal. Sebaliknya, kampus perlu mengajarkan cara menggunakan AI secara kritis, termasuk memahami batasannya.
Mendorong Literasi Teknologi Sejak Bangku Kuliah
Langkah Unpad ini dinilai sebagai upaya mendorong literasi teknologi sejak dini. Mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga mampu memahami cara kerja AI, mengkritisi hasilnya, serta mengintegrasikannya dalam proses riset dan penulisan ilmiah.
Dengan kebijakan ini, Unpad menegaskan posisinya sebagai kampus yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus tetap menjaga integritas akademik.
Bagi mahasiswa, kebijakan ini menjadi peluang untuk belajar memanfaatkan teknologi modern tanpa mengabaikan prinsip kejujuran ilmiah. AI boleh membantu, tetapi orisinalitas pemikiran tetap menjadi kunci utama.
(Sumber: Universitas Padjadjaran/Unpad)

Posting Komentar untuk "Unpad Persilakan Mahasiswa Manfaatkan AI untuk Tugas Kuliah, Ini Alasan Rektornya"