![]() |
| Mojtaba Hosseini Khamenei secara resmi ditunjuk sebagai Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran yang baru oleh Majelis Ahli (Assembly of Experts), Rabu (4/3/2026). (Foto: iranintl.com) |
TEHERAN – Kursi kepemimpinan tertinggi Iran akhirnya terisi. Mojtaba Hosseini Khamenei secara resmi ditunjuk sebagai Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran yang baru oleh Majelis Ahli (Assembly of Experts), Rabu (4/3/2026).
Mojtaba menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang gugur dalam serangan militer gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada 28 Februari 2026 lalu.
Kabar ini pertama kali dilaporkan oleh media Iran International dan kemudian dikonfirmasi oleh sumber-sumber dalam negeri. Mojtaba terpilih melalui mekanisme konstitusional yang melibatkan lembaga ulama berwenang tersebut.
Tragedi Epic Fury dan Kepemimpinan yang Hilang
Ayatollah Ali Khamenei, yang telah memimpin Iran selama 36 tahun, menjadi korban dalam serangan udara bertajuk Operation Epic Fury. Kompleks kediamannya di Teheran menjadi sasaran dalam operasi yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel.
Tragedi ini tak hanya merenggut nyawa sang pemimpin, tetapi juga sejumlah anggota keluarganya. Putri, menantu, dan cucu Khamenei ikut tewas dalam serangan tersebut. Istrinya, Mansoureh Khojasteh Bagherzadeh, sempat menjalani perawatan kritis namun akhirnya mengembuskan napas terakhir beberapa hari kemudian.
Jenazah Ayatollah Khamenei dijadwalkan akan dimakamkan di kota suci Mashhad. Sebelumnya, sebuah upacara perpisahan nasional yang besar akan digelar di ibu kota Teheran, sebagaimana diumumkan oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) melalui kanal Telegram resmi mereka. Hingga saat ini, tanggal pasti pemakaman masih dirahasiakan.
Mekanisme Suksesi dan Transisi Kepemimpinan
Ali Khamenei tidak pernah secara terbuka menunjuk penerus selama masa hidupnya. Hal ini menciptakan kekosongan kepemimpinan sementara yang segera diisi oleh Dewan Kepemimpinan Sementara.
Dewan ini terdiri dari tiga tokoh penting: Ayatollah Alireza Arafi, Presiden Masoud Pezeshkian, dan Ketua Mahkamah Agung Gholamhossein Mohseni Ejei. Mereka bertugas menjalankan roda pemerintahan hingga proses pemilihan pengganti oleh Majelis Ahli selesai dilakukan.
Kini, dengan terpilihnya Mojtaba, estafet kepemimpinan dinasti Khamenei berlanjut. Mojtaba sebelumnya dikenal sebagai figur bayangan yang memiliki pengaruh kuat di lingkaran kekuasaan, meski jarang tampil di publik. Pengangkatannya diperkirakan akan mendapatkan legitimasi penuh dari lembaga-lembaga negara Iran.
| Nama | Jabatan | Masa Jabatan | Keterangan |
|---|---|---|---|
| Ayatollah Ali Khamenei | Pemimpin Tertinggi | 1989 – 2026 | Tewas dalam serangan AS-Israel (Operation Epic Fury) |
| Mojtaba Khamenei | Pemimpin Tertinggi | 2026 – sekarang | Putra Ali Khamenei, dipilih oleh Majelis Ahli |
| Dewan Sementara | Pejabat Sementara | 28 Feb – 4 Maret 2026 | Terdiri dari Arafi, Pezeshkian, Ejei |
Respons dan Reaksi Dunia
Kematian Ali Khamenei dan pengangkatan Mojtaba sebagai penerusnya diprediksi akan mengubah peta geopolitik Timur Tengah. Israel dan Amerika Serikat sejauh ini belum mengeluarkan pernyataan resmi, namun para analis memperkirakan ketegangan akan terus berlanjut.
Di dalam negeri Iran, proses suksesi berjalan relatif cepat dan tertib. Hal ini menunjukkan soliditas struktur kekuasaan di negara tersebut, meski diterpa badai eksternal. Presiden Masoud Pezeshkian, yang sempat menjadi bagian dari Dewan Sementara, menyatakan dukungan penuhnya terhadap kepemimpinan baru.
Publik dunia kini menanti langkah pertama Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin baru Iran, terutama dalam merespons tekanan internasional dan melanjutkan perlawanan terhadap Barat. Satu yang pasti, dunia belum usai menyaksikan drama di negeri para Mullah.
(Sumber: https://www.iranintl.com/en/202603030390)

Posting Komentar untuk " BREAKING NEWS: Mojtaba Khamenei Resmi Jadi Pemimpin Tertinggi Iran Gantikan Ayahnya yang Gugur Diserang AS-Israel"