TEHERAN – Eskalasi militer di Timur Tengah mencapai titik terkelam. Jumlah korban tewas akibat serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel di Iran terus bertambah secara dramatis.
Kantor berita Tasnim, mengutip Yayasan Martir dan Urusan Veteran Iran, melaporkan bahwa angka korban jiwa terbaru telah mencapai 1.045 orang hingga Rabu (4/3/2026). Sebelumnya, Bulan Sabit Merah Iran mencatat 787 korban tewas pada Selasa (3/3/2026), yang berarti dalam sehari terjadi lonjakan sangat signifikan.
Korban dilaporkan mencakup warga sipil dan personel militer yang tersebar di berbagai wilayah, terutama sejak serangan pertama dilancarkan pada 28 Februari 2026 lalu. Tragedi paling memilukan terjadi di Kota Minab, Provinsi Hormozgan, di mana 85 siswi SD Shajareh Tayyebeh tewas ketika sekolah mereka hancur terkena serangan.
Titik Awal Operasi Epic Fury dan Target Strategis
Serangan gabungan yang disebut Israel dan AS sebagai "Operasi Epic Fury" ini menyasar sejumlah target strategis di Iran, termasuk ibu kota Teheran. Sasaran utama yang berhasil dihancurkan adalah kompleks kediaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang gugur bersama sejumlah anggota keluarganya.
Selain Khamenei, serangan ini juga melumpuhkan jantung kekuasaan Teheran dengan menewaskan tujuh pejabat kunci lainnya:
- Mayor Jenderal Mohammad Pakpour – Komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC)
- Ali Shamkhani – Sekretaris Dewan Pertahanan Iran
- Aziz Nasirzadeh – Menteri Pertahanan Iran
- Saleh Asadi – Pejabat senior intelijen
- Hossein Jabal Amelian – Pejabat penelitian strategis
- Reza Mozaffari-Nia – Pejabat penelitian pertahanan
- Mohammed Shirazi – Penghubung pertahanan senior Iran
IRGC dalam pernyataan resminya melalui kanal Telegram menyebut bahwa ini adalah "pukulan telak terhadap struktur komando," namun menegaskan bahwa "operasi paling ganas dalam sejarah" akan segera dilancarkan sebagai balasan.
Balasan Iran dan Eskalasi Regional
Sebagai respons, Iran meluncurkan serangan rudal balasan ke wilayah Israel dan fasilitas militer AS di berbagai negara Timur Tengah. IRGC mengeklaim telah melancarkan serangan rudal balistik ke kantor Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu serta markas besar Angkatan Udara Israel di Tel Aviv. Rudal balistik jenis Kheybar Shekan digunakan dalam operasi yang disebut sebagai "gelombang ke-10" serangan balasan Iran.
Tidak hanya Israel, pangkalan-pangkalan AS di Qatar, Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, Yordania, Arab Saudi, dan Irak juga menjadi sasaran serangan rudal dan drone Iran. Ledakan dilaporkan terdengar di Dubai, Doha, dan Manama. Sejumlah negara di kawasan menutup wilayah udara mereka sebagai langkah antisipasi.
Pakistan Desak Dunia Nyatakan Netanyahu sebagai Teroris
Di tengah gejolak ini, Pakistan mengambil langkah diplomatik tegas. Parlemen Pakistan secara resmi mendesak komunitas internasional untuk menyatakan PM Israel Benjamin Netanyahu sebagai teroris. Pakistan juga membentuk komite khusus untuk mengidentifikasi dan memboikot bisnis yang mendukung Israel.
Langkah ini merupakan bagian dari respons Islamabad terhadap meningkatnya agresi di Gaza dan kini eskalasi perang yang melibatkan Iran. Sebelumnya, Senat Pakistan telah mengeluarkan resolusi yang mengecam keras rencana Netanyahu membentuk "hexagon of alliances" dengan India dan negara-negara lain, yang disebut sebagai ancaman terhadap persatuan Muslim dan stabilitas regional.
Dampak Kemanusiaan dan Ketidakpastian Global
Dengan lebih dari seribu nyawa melayang dalam hitungan hari, dunia kini menanti langkah selanjutnya. IRGC berjanji akan terus membombardir posisi musuh, sementara Israel dan AS belum menunjukkan tanda-tanda akan menghentikan operasi. Masyarakat sipil, seperti biasa, menjadi pihak yang paling dirugikan.
Jenazah Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei dijadwalkan akan dimakamkan di kota suci Mashhad setelah upacara perpisahan nasional di Teheran. Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian bersama Dewan Kepemimpinan Sementara (terdiri dari Ayatollah Alireza Arafi dan Ketua Mahkamah Agung Gholamhossein Mohseni Ejei) masih menjalankan roda pemerintahan hingga pemimpin baru ditunjuk oleh Majelis Ahli.
(Sumber: Sputnik)

Posting Komentar untuk "Darurat Kemanusiaan: Korban Tewas Serangan AS-Israel di Iran Tembus 1.045 Orang, Dunia Bergejolak"