Hoax atau Fakta? Viral Kabar PM Israel Benjamin Netanyahu Tewas Digempur Iran

Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyah. (Foto: Anadolu)

JAKARTA – Media sosial dihebohkan dengan kabar yang menyebutkan bahwa Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu tewas dalam serangan balasan Iran pada Senin (2/3/2026). Informasi ini beredar luas di berbagai platform, memicu spekulasi di tengah memanasnya konflik Timur Tengah pasca-gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Namun, setelah ditelusuri lebih lanjut, klaim tersebut tidak memiliki dasar fakta yang kuat. Kabar kematian Netanyahu merupakan hoax lama yang kembali muncul di tengah situasi krisis.

Netanyahu Aktif Memimpin dari Israel

Sejumlah media internasional, termasuk Hindustan Times dan Greek City Times, telah melakukan penelusuran fakta terkait kabar ini. Hasilnya, Netanyahu terbukti masih berada di Israel dan aktif menjalankan tugasnya sebagai pemimpin negara.

Pada Minggu (1/3/2026), PM Israel bahkan menggelar pertemuan dengan Menteri Pertahanan Israel Katz, Kepala Staf IDF Eyal Zamir, dan Kepala Mossad David Barnea di markas pertahanan Kirya, Tel Aviv. Dalam pertemuan tersebut, Netanyahu memberikan instruksi untuk terus mengintensifkan serangan terhadap Iran.

"Kemarin, kita melenyapkan tiran Khamenei. Bersama dengannya, kita melenyapkan puluhan tokoh senior rezim penindas," ujar Netanyahu dalam pernyataan yang disiarkan dari atap markas pertahanan tersebut.

Bantahan Terhadap Kabar Kematian

Klaim bahwa Netanyahu tewas dalam serangan Iran juga dibantah oleh fakta bahwa ia terus mengeluarkan pernyataan resmi. Dalam pidatonya, ia bahkan menyampaikan belasungkawa atas warga Israel yang menjadi korban serangan rudal Iran di Tel Aviv dan Beit Shemesh.

"Kemarin di sini, di Tel Aviv, dan sekarang di Beit Shemesh, kita kehilangan orang-orang tercinta. Hatiku tertuju pada keluarga-keluarga, dan atas nama kalian semua, warga Israel, aku mengirimkan harapan untuk kesembuhan bagi yang terluka," kata Netanyahu.

Asal-usul Hoax

Spekulasi kematian Netanyahu dipicu oleh pergerakan pesawat kepresidenan Israel "Wing of Zion" yang terpantau terbang menuju Berlin pada akhir pekan lalu. Beberapa akun media sosial langsung mengaitkan hal ini dengan kemungkinan Netanyahu melarikan diri atau bahkan tewas.

Namun, sumber resmi menegaskan bahwa pergerakan pesawat tersebut tidak selalu berarti Netanyahu ikut di dalamnya. Pesawat bisa digunakan untuk keperluan transportasi pejabat lain atau kepentingan logistik pemerintah.

Kabar kematian Netanyahu ini mirip dengan hoax serupa yang pernah beredar pada Juli 2025, di mana diklaim Netanyahu tewas dalam serangan Iran. Saat itu, faktanya Netanyahu justru sedang berkunjung ke Amerika Serikat dan bertemu dengan Presiden Donald Trump di Gedung Putih.

Konfirmasi Pihak Berwenang

Kantor PM Israel secara rutin mengupdate kegiatan Netanyahu. Foto-foto pertemuan dengan para pejabat tinggi keamanan juga dibagikan untuk menunjukkan bahwa Netanyahu masih aktif memimpin.

Dengan demikian, kabar bahwa Netanyahu tewas dalam serangan Iran pada 2 Maret 2026 adalah tidak benar atau hoax. Masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya pada informasi yang beredar di media sosial tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu.

(Berbagai Sumber)


Posting Komentar untuk "Hoax atau Fakta? Viral Kabar PM Israel Benjamin Netanyahu Tewas Digempur Iran"