Kemendikdasmen Sosialisasikan Program Bina Talenta Indonesia 2026, Targetkan 3.000 Siswa SMA Perkuat Daya Saing Global

Mendikdasmen RI Abdul Mu'ti saat peluncuran Bina Talenta Indonesia (BTI), di Jakarta, Senin (15/9/2025). (Foto: BKHM Setjen Kemendikdasmen)

 
JAKARTA — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI resmi menyosialisasikan Program Bina Talenta Indonesia (BTI) 2026 sebagai langkah strategis memperkuat ekosistem pembinaan talenta murid di tingkat nasional. Program ini menjadi implementasi dari Permendikdasmen Nomor 25 Tahun 2025 tentang Manajemen Talenta Murid yang menekankan identifikasi dan pengembangan bakat secara terencana dan berkelanjutan.


Staf Ahli Bidang Manajemen Talenta Kemendikdasmen, Mariman Darto, menyatakan bahwa penguatan talenta generasi muda bukan lagi sekadar program tambahan, melainkan kebutuhan strategis bangsa di tengah kompetisi global.

“Pengembangan talenta murid hari ini bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan strategis bangsa. Negara membutuhkan sistem yang mampu mengidentifikasi, membina, dan mengakselerasi potensi anak-anak Indonesia secara terstruktur,” ujar Mariman dalam Sosialisasi Bina Talenta Indonesia 2026 di Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Fokus STEM, Koding, hingga Kecerdasan Artifisial

Program Bina Talenta Indonesia dikelola oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) dan dirancang sebagai pelatihan penguatan talenta di bidang STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics), koding, kecerdasan artifisial (AI), serta penguatan karakter.


Pelaksanaannya dilakukan melalui kemitraan dengan perguruan tinggi yang berperan sebagai pusat penguatan kompetensi. Di sisi lain, pemandu talenta di satuan pendidikan didorong menjadi motor penggerak pembinaan berkelanjutan di daerah masing-masing.

Pada pelaksanaan tahun 2025, BTI telah menjangkau peserta dari 38 provinsi dan Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN). Sebanyak 23 perguruan tinggi mitra terlibat dalam program tersebut, menunjukkan kuatnya kolaborasi antara pemerintah dan dunia pendidikan tinggi.

Evaluasi 2025 Jadi Modal Penguatan 2026

Kepala Puspresnas, Maria Veronica Irene, mengungkapkan bahwa keberhasilan BTI 2025 sangat dipengaruhi oleh kesiapan sekolah dalam mendeteksi potensi murid sejak dini, peran aktif pemandu talenta, serta dukungan dinas pendidikan dan kepala sekolah.

“Pengalaman tahun lalu menunjukkan bahwa pembinaan yang konsisten dan sistem pendukung yang kuat berpengaruh besar terhadap hasil. Peningkatan literasi sains, khususnya di wilayah timur Indonesia, menjadi bukti nyata dampak program ini,” ujar Irene.

Irene menambahkan, pada BTI 2026 pihaknya akan memperkuat kualitas pembinaan, meningkatkan transparansi seleksi, serta mengintegrasikan data talenta agar pengembangan murid tidak berhenti pada ajang kompetisi semata. “Pembinaan talenta harus menjadi proses jangka panjang, bukan sekadar kegiatan sesaat,” tegasnya.

Target 3.000 Peserta SMA/SMK Sederajat

Pada tahun 2026, BTI difokuskan bagi peserta jenjang SMA/SMK/MA dan sederajat dengan pendekatan pembinaan bertingkat, yakni tingkat dasar, menengah, dan mahir. Skema ini dirancang untuk mengakomodasi keberagaman kemampuan peserta.

Kemendikdasmen menargetkan sebanyak 3.000 peserta, terdiri atas 840 murid tingkat mahir dan 2.160 peserta tingkat menengah yang mencakup murid serta pemandu talenta.

Pendaftaran Program Bina Talenta Indonesia 2026 dibuka mulai 6 Maret hingga 2 April 2026. Sementara itu, pelatihan dijadwalkan berlangsung pada Juli dan Agustus 2026 di perguruan tinggi mitra.

Perkuat Ekosistem Talenta Nasional

Dengan dukungan pengalaman kemitraan bersama berbagai perguruan tinggi, BTI 2026 diharapkan semakin memperkokoh ekosistem talenta nasional yang inklusif, sistematis, dan berkelanjutan.

Program ini menjadi bagian dari upaya besar pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia sekaligus mendukung visi Pendidikan Bermutu untuk Semua.

Melalui pembinaan yang terstruktur sejak bangku sekolah, Indonesia diharapkan mampu melahirkan generasi unggul yang kompetitif di tingkat global, terutama di bidang sains dan teknologi.

(BKHM Setjen Kemendikdasmen)


Posting Komentar untuk "Kemendikdasmen Sosialisasikan Program Bina Talenta Indonesia 2026, Targetkan 3.000 Siswa SMA Perkuat Daya Saing Global"