Kegiatan tersebut menjadi bagian dari implementasi Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Program ini bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, bersih, dan nyaman bagi peserta didik di seluruh Indonesia.
Dalam kunjungannya, Wamen Fajar menekankan bahwa kebersihan bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari pendidikan karakter.
“Ini bagian dari program yang didorong oleh Bapak Presiden melalui Gerakan Indonesia ASRI. Salah satu implementasinya di sekolah adalah menggiatkan kembali Jumat Bersih yang melibatkan para siswa secara rutin,” ujar Wamen Fajar.
Menurut Wamen Fajar, pembiasaan menjaga kebersihan sejak dini akan membentuk rasa tanggung jawab siswa terhadap lingkungan sekitar. Sekolah, kata dia, menjadi ruang strategis untuk menanamkan nilai-nilai tersebut.
Lingkungan Bersih Tingkatkan Kenyamanan Belajar
Wamen Fajar menjelaskan, suasana belajar yang bersih dan tertata rapi berpengaruh langsung terhadap kenyamanan dan konsentrasi siswa. Dengan lingkungan yang sehat, proses pembelajaran dapat berlangsung lebih optimal.
“Lingkungan yang bersih membuat anak-anak lebih nyaman mengikuti pelajaran. Dari situ tumbuh kesadaran bahwa menjaga kebersihan adalah bagian dari kehidupan sehari-hari,” kata Wamen Fajar.
Gerakan ASRI tidak hanya berfokus pada aspek fisik kebersihan sekolah, tetapi juga membangun budaya kolektif yang melibatkan seluruh warga satuan pendidikan, mulai dari guru hingga peserta didik.
Guru Nilai Gerakan ASRI Bentuk Kemandirian Siswa
Guru Kelas 5 SD Negeri 01 Cibadak, Gina Permata Desa, menyambut positif pelaksanaan Gerakan ASRI di sekolahnya. Ia menilai program tersebut memberi dampak nyata, baik terhadap proses pembelajaran maupun pembentukan karakter siswa.
“Gerakan ASRI menekankan pentingnya lingkungan belajar yang aman, sehat, bersih, dan indah. Kegiatan ini membantu menumbuhkan kemandirian anak, bukan hanya di sekolah tetapi juga di rumah,” ujar Gina.
Menurut Gina, kebiasaan menjaga kebersihan di sekolah perlahan terbawa hingga ke lingkungan keluarga. Anak-anak mulai memahami bahwa kebersihan bukan sekadar tugas piket, melainkan bagian dari gaya hidup.
Gina menambahkan, para guru secara aktif mengingatkan dan memberi contoh kepada siswa tentang pentingnya menjaga kebersihan.
“Kami terus menyampaikan bahwa bersih itu indah dan membuat nyaman. Anak-anak jadi paham bahwa kebersihan penting untuk diri sendiri, sekolah, maupun rumah,” jelas Gina.
Simulasi Nyata, Anak Rasakan Manfaatnya
Untuk memperkuat pemahaman siswa, guru juga kerap melakukan simulasi sederhana dengan membandingkan kondisi ruang belajar yang bersih dan yang kotor. Pendekatan ini dinilai efektif menumbuhkan kesadaran secara langsung.
“Ketika ruang belajar kotor dan berbau, mereka merasa tidak nyaman. Tapi saat bersih, mereka bisa merasakan sendiri perbedaannya. Dari situ muncul kesadaran bahwa kebersihan mendukung kesehatan dan kenyamanan belajar,” tambah Gina.
Bangun Budaya Hidup Bersih dan Sehat
Melalui Gerakan Indonesia ASRI dan penguatan kegiatan Jumat Bersih, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama satuan pendidikan terus mendorong lahirnya budaya hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah.
Program ini diharapkan tidak hanya menciptakan ruang belajar yang lebih representatif, tetapi juga membentuk generasi yang peduli terhadap lingkungan sejak usia dini.
Dengan pembiasaan yang konsisten, nilai-nilai kepedulian lingkungan diyakini akan tertanam kuat dalam karakter peserta didik, menjadi bekal penting dalam kehidupan mereka di masa depan.
(BKHM Setjen Kemendikdasmen)

Posting Komentar untuk "Wamendikdasmen Fajar Tinjau Jumat Bersih di Sukabumi, Gerakan ASRI Dorong Karakter Peduli Lingkungan Sejak Dini"