Konsolidasi Daerah BBPMP Jateng: Wamendikdasmen Atip Ajak Semua Pihak Berinovasi Hadapi Tantangan Pendidikan

Wamendikdasmen Atip Latipulhayat saat membuka secara resmi kegiatan Konsolidasi Daerah yang digelar oleh Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Tengah, di Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Rabu (4/3/2026). (Foto: BKHM Setjen Kemendikdasmen)
SEMARANG -- Dunia pendidikan Indonesia terus bergerak maju dengan semangat kolaborasi dan inovasi. Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, secara tegas mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk tidak lagi bergantung pada cara-cara lama dalam menyelesaikan persoalan pendidikan. 

Ajakan tersebut disampaikannya saat membuka secara resmi kegiatan Konsolidasi Daerah yang digelar oleh Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Tengah, di Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Rabu (4/3/2026).

Di hadapan para peserta yang berasal dari berbagai unsur pemerintahan daerah dan satuan pendidikan, Wamen Atip menekankan bahwa kompleksitas tantangan zaman menuntut pendekatan yang lebih adaptif. Menurutnya, pertemuan konsolidasi bukan sekadar acara seremonial tahunan, melainkan ruang strategis untuk memastikan denyut kebijakan pusat terasa hingga ke pelosok daerah.

"Konsolidasi daerah bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan ruang strategis untuk menyatukan arah kebijakan pusat dan daerah. Pendidikan adalah agenda kolektif bangsa. Tanpa konsolidasi, kebijakan bisa berjalan sendiri-sendiri dan terfragmentasi," ujar Wamen Atip dengan tegas.

Pendidikan sebagai Motor Penggerak Transformasi Sosial

Dalam pemaparannya, Wamen Atip menjelaskan bahwa saat ini Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah merancang sejumlah program prioritas. Program-program ini menjadi payung besar transformasi pendidikan yang mencakup penguatan layanan dasar, revitalisasi sekolah, digitalisasi pembelajaran, hingga pengembangan karakter dan talenta generasi muda.

Wamen Atip menegaskan bahwa target yang ingin dicapai tidak hanya sekadar kecerdasan akademik. Generasi yang lahir dari sistem pendidikan saat ini harus memiliki integritas, karakter kuat, dan jiwa kebangsaan yang kokoh.

"Pendidikan harus menjadi motor penggerak transformasi sosial. Kalau kita ingin menghasilkan yang berbeda, maka langkah-langkah kreatif dan kebijakan-kebijakan inovatif itu menjadi keharusan. Tantangan ini tidak bisa kita jawab dengan cara lama," tegas Wamen Atip.

Untuk memastikan implementasi berjalan tepat sasaran, Wamen Atip memperkenalkan empat prinsip utama yang harus dipegang teguh. Prinsip tersebut meliputi pendekatan partisipatif yang melibatkan banyak pihak, kolaboratif lintas sektor dan daerah, berbasis data dalam pengambilan keputusan, serta solusi kontekstual yang sesuai kebutuhan daerah tanpa kehilangan arah kebijakan nasional.

Memperluas Keterlibatan untuk Hasil Maksimal

Sementara itu, Kepala BBPMP Jawa Tengah, Nugraheni Triastuti, mengungkapkan bahwa gelaran konsolidasi kali ini sengaja dirancang lebih inklusif. Jika sebelumnya undangan terbatas pada kepala dinas pendidikan, kini peserta diperluas hingga ke berbagai unsur pelaksana di lapangan.

"Implementasi program prioritas tentu membutuhkan partisipasi berbagai unsur. Melalui konsolidasi daerah ini kami berupaya menghadirkan berbagai pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program-program tersebut," jelas Nugraheni.

Sebanyak 250 peserta yang hadir selama tiga hari ke depan akan membahas secara mendalam sekitar 20 program prioritas pendidikan. Pembahasan dikemas dalam empat komisi tematik yang mencakup isu-isu strategis, seperti wajib belajar 13 tahun, penguatan literasi dan numerasi, pendidikan inklusif, hingga pengenalan koding dan kecerdasan artifisial (AI).

Hasil diskusi dari masing-masing komisi nantinya akan diplenokan pada hari terakhir. Nugraheni berharap, hasil konsolidasi ini tidak berhenti sebagai catatan diskusi, tetapi benar-benar menjadi langkah implementasi yang bisa dikawal bersama.

"Penjaminan mutu pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun generasi yang unggul dan berdaya saing. Kami ingin memastikan semua pemangku kepentingan memiliki pemahaman yang sama terhadap arah kebijakan," pungkas Nugraheni.

Sebagai bentuk apresiasi, dalam kesempatan tersebut BBPMP Jawa Tengah juga memberikan penghargaan kepada sejumlah pemerintah daerah yang dinilai sukses mengimplementasikan program prioritas Kemendikdasmen di wilayahnya.

(BKHM Setjen Kemendikdasmen)

Posting Komentar untuk "Konsolidasi Daerah BBPMP Jateng: Wamendikdasmen Atip Ajak Semua Pihak Berinovasi Hadapi Tantangan Pendidikan"