Kunjungan tersebut tidak sekadar seremoni. Menteri Mu’ti menyapa para siswa, menyerahkan bantuan buku pembelajaran, serta menyalurkan Bantuan Pendidikan Tahun 2026 senilai Rp25 juta untuk sekolah tersebut.
“Hari ini saya mengunjungi SMA Negeri 2 Mereudeu untuk meresmikan enam RKD dan membagikan bantuan buku serta perlengkapan sekolah. Ini bentuk komitmen kami mempercepat pemulihan dan rekonstruksi pascabencana, khususnya di Pidie Jaya,” ujar Menteri Mu’ti, Senin (9/3/2026).
Solusi Sementara Sambil Menunggu Rekonstruksi
Enam ruang kelas darurat ini dibangun sebagai solusi sementara sebelum gedung utama sekolah direkonstruksi. Menurut Menteri Mu’ti, proses pembangunan gedung permanen sedang diupayakan agar dapat segera dimulai.
“Kami terus mendorong agar rekonstruksi gedung sekolah bisa segera terlaksana. Nantinya, setelah bangunan utama selesai, RKD ini tetap bisa dimanfaatkan, misalnya sebagai kantin atau fasilitas penunjang pembelajaran lainnya,” jelas Menteri Mu'ti.
SMA Negeri 2 Mereudeu diketahui menjadi salah satu sekolah yang terdampak paling parah akibat banjir pada akhir November 2025. Seluruh bangunan sekolah direncanakan akan diratakan dan dibangun kembali sesuai desain baru yang telah disiapkan.
Kepala SMA Negeri 2 Mereudeu, Muhammadiah, mengungkapkan rasa syukur atas perhatian pemerintah pusat terhadap sekolahnya.
“Di bulan suci Ramadan ini, kami bersyukur atas peresmian enam RKD. Kunjungan Pak Menteri menjadi momentum kebangkitan bagi kami untuk menata kembali pendidikan di sekolah ini,” ujar Muhammadiah dengan haru.
Muhammadiah menambahkan, pembangunan gedung baru nantinya akan dilaksanakan oleh Kemendikdasmen bekerja sama dengan TNI Angkatan Darat (TNI AD).
Dari Tenda Terpal ke Ruang Belajar Layak
Kehadiran ruang kelas darurat membawa perubahan signifikan bagi para siswa. Sebelumnya, proses belajar-mengajar berlangsung di tenda darurat dengan alas terpal.
“Saya melihat langsung pembangunan RKD ini. Ruangannya sudah ada bangku, meja, dan papan tulis. Rasanya senang sekali bisa kembali belajar di ruang kelas,” kata Israqiah, salah seorang siswi.
Hal serupa disampaikan Ziadatul Una. Ia mengaku momen kembali ke ruang kelas menjadi harapan yang lama dinanti setelah bencana. “Kami bersyukur atas semua bantuan hari ini. Semoga pendidikan di Pidie Jaya segera pulih dan kami bisa sekolah dengan aman dan bahagia,” ujarnya.
21 RKD di Lima Sekolah
Secara keseluruhan, di Kabupaten Pidie Jaya terdapat 21 Ruang Kelas Darurat yang tersebar di lima sekolah terdampak banjir. Pemerintah menargetkan pemulihan infrastruktur pendidikan berjalan paralel dengan pemulihan psikologis dan motivasi belajar siswa.
Hingga 6 Maret 2026, Kemendikdasmen juga telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan 1.642 sekolah di berbagai daerah dengan total nilai bantuan mencapai lebih dari Rp1,741 triliun.
Sebanyak 1.357 sekolah melaksanakan pembangunan secara swakelola, sementara 187 sekolah lainnya dikerjakan melalui kerja sama dengan TNI AD.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi nasional percepatan pemulihan pendidikan pascabencana, sekaligus memastikan proses belajar tidak terhenti meski infrastruktur belum sepenuhnya pulih.
(BKHM Setjen Kemendikdasmen)

Posting Komentar untuk "Mendikdasmen Resmikan 6 Ruang Kelas Darurat di SMA Negeri 2 Mereudeu, Pemulihan Pendidikan Pascabanjir Pidie Jaya Dipercepat"