Kunjungan tersebut menjadi penegasan komitmen pemerintah untuk memastikan sekolah-sekolah terdampak banjir dapat kembali beroperasi secara aman dan layak.
“Ini bagian dari ikhtiar kami agar rekonstruksi, khususnya sarana pendidikan di Aceh, bisa diselesaikan lebih cepat,” ujar Mendikdasmen Mu’ti saat meninjau lokasi, Senin (9/3/2026).
Prioritas Sekolah Terdampak Bencana dan Wilayah 3T
Secara nasional, Kemendikdasmen mengalokasikan anggaran Rp14 triliun pada 2026 untuk merevitalisasi sekitar 11 ribu satuan pendidikan. Program ini menyasar tiga kategori utama: sekolah terdampak bencana, sekolah dengan kerusakan berat, serta sekolah di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Khusus di Kabupaten Pidie Jaya, sebanyak 72 sekolah terdampak telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) tahap awal program revitalisasi dengan total nilai Rp86,7 miliar. Dari jumlah itu, 62 sekolah dikerjakan secara swakelola, sedangkan 10 sekolah lainnya ditangani melalui kerja sama dengan TNI Angkatan Darat (TNI AD).
“Sekolah yang sudah menandatangani PKS tahap pertama kini mulai masuk tahap pekerjaan awal. Harapannya, pada tahun ajaran baru nanti sudah bisa digunakan untuk proses belajar mengajar yang lebih ideal,” kata Mendikdasmen.
Selain rehabilitasi bangunan rusak, pemerintah juga memproses relokasi bagi sekolah yang lokasinya dinilai tidak lagi aman.
“Untuk sekolah yang harus direlokasi, kami menunggu kepastian lahan. Mudah-mudahan bisa menjadi prioritas dalam anggaran 2026,” jelas Mendikdasmen.
SDN 8 Meureudu: Ruang Kelas Ditinggikan Antisipasi Banjir
Pelaksana Tugas Kepala SD Negeri 8 Meureudu, Martini, mengungkapkan bahwa banjir sempat merendam sekolahnya hingga setinggi 1,5 meter. Seluruh ruang kelas dan perabotan tak luput dari genangan.
Tahun ini, sekolah tersebut mendapat bantuan rehabilitasi 12 ruang kelas. Proses pembangunan sudah berjalan setelah PKS diteken.
“Bangunan akan ditinggikan, jadi kalau banjir datang lagi kami lebih siap. InsyaAllah ke depan anak-anak bisa belajar dengan aman tanpa rasa takut,” ujar Martini.
SMA Negeri 2 Meureudu Dibangun Ulang Rp7,9 Miliar
Kondisi lebih berat dialami SMA Negeri 2 Meureudu. Kepala sekolah, Muhammadiah, menyebut area sekolah tertimbun tanah sehingga fasilitas seperti komputer, televisi, dan buku tidak dapat diselamatkan.
“Kami tidak bisa lagi memanfaatkan sarana yang ada karena semuanya tertimbun,” katanya.
Sebagai bagian dari program revitalisasi 2026, sekolah ini akan dibangun kembali di lokasi yang sama dengan anggaran Rp7,9 miliar dan dikerjakan oleh TNI AD.
Muhammadiah juga menyampaikan bahwa bantuan buku dari kementerian telah kembali diterima dan akan mulai dimanfaatkan usai libur Lebaran. “Harapan kami, pemerintah membangun sekolah yang lebih baik dan lebih kuat dari sebelumnya,” jelasnya.
Target Rampung 2026
Pemerintah menargetkan sekolah dengan kerusakan ringan hingga sedang dapat selesai pada akhir tahun ajaran baru Juni 2026. Sementara sekolah dengan kerusakan berat atau yang membutuhkan relokasi ditargetkan rampung pada November 2026.
Percepatan revitalisasi ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan pendidikan di Pidie Jaya, sehingga peserta didik dapat kembali belajar dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung proses pembelajaran secara optimal.
(BKHM Setjen Kemendikdasmen)

Posting Komentar untuk "Revitalisasi Sekolah Pidie Jaya Digenjot, Mendikdasmen Tinjau Proyek Rp86,7 Miliar di Aceh"