Pendaftaran TKA Resmi Ditutup, Hampir 9 Juta Siswa Ikuti Simulasi dan Gladi Bersih pada Maret 2026

Tahapan pendaftaran Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 resmi ditutup. Setelah proses pendataan dan verifikasi peserta oleh satuan pendidikan rampung, pelaksanaan TKA kini memasuki fase krusial: simulasi dan gladi bersih. (Foto: BKHM Setjen Kemendikdasmen)
JAKARTA – Tahapan pendaftaran Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 resmi ditutup. Setelah proses pendataan dan verifikasi peserta oleh satuan pendidikan rampung, pelaksanaan TKA kini memasuki fase krusial: simulasi dan gladi bersih.

Tahapan ini menjadi langkah akhir untuk memastikan kesiapan teknis, operasional, hingga layanan sebelum hari pelaksanaan utama digelar secara nasional.

Berdasarkan data resmi, gladi bersih TKA dijadwalkan berlangsung pada 9–17 Maret 2026. Sebanyak 4.452.973 murid jenjang SD/MI/sederajat dan 4.207.509 murid jenjang SMP/MTs/sederajat tercatat mengikuti tahapan ini.

Artinya, hampir 9 juta peserta akan terlibat dalam uji kesiapan sistem secara serentak.

Pastikan Sistem dan Prosedur Siap

Kepala Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikdasmen, Toni Toharudin, menilai penutupan pendaftaran menjadi indikator penting kesiapan pelaksanaan TKA tahun ini.

“Jumlah pendaftar Tes Kemampuan Akademik tahun ini menunjukkan tren yang sesuai dengan harapan dan perencanaan awal. Capaian ini mencerminkan meningkatnya pemahaman serta kesiapan satuan pendidikan dan peserta terhadap kebijakan evaluasi pembelajaran yang sedang kami dorong,” ujar Toni di Jakarta, Senin (2/3/2026).

Toni menegaskan, BSKAP akan terus menjaga kualitas dan relevansi pelaksanaan TKA agar tetap sejalan dengan agenda peningkatan mutu pendidikan nasional.

Tahap gladi bersih dirancang untuk memastikan seluruh mekanisme berjalan sesuai prosedur. Mulai dari kesiapan sistem digital, perangkat sekolah, jaringan, hingga pemahaman petugas terhadap alur pelaksanaan.

Gladi Bersih Lebih Mendekati Kondisi Nyata

Secara teknis, Kepala Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik), Rahmawati, menjelaskan bahwa gladi bersih berbeda dengan simulasi biasa.

Menurutnya, simulasi bertujuan mengenalkan sistem kepada peserta dan sekolah. Sementara gladi bersih dilaksanakan dengan skema yang mendekati kondisi riil saat ujian berlangsung.

“Gladi bersih berbeda dengan simulasi karena dilaksanakan dengan skema dan kondisi yang mendekati pelaksanaan sebenarnya, termasuk kesiapan sistem, prosedur, dan koordinasi petugas. Fungsinya memastikan seluruh aspek teknis berjalan optimal serta meminimalkan potensi kendala saat pelaksanaan TKA,” jelas Rahmawati.

Dengan pendekatan ini, potensi gangguan teknis dapat diidentifikasi lebih awal, sehingga risiko hambatan saat hari H bisa ditekan seminimal mungkin.

Komitmen Kemendikdasmen Jaga Mutu Pelaksanaan


Melalui rangkaian tahapan ini, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan komitmennya untuk memastikan pelaksanaan TKA berlangsung lancar, aman, dan memberikan layanan terbaik bagi seluruh peserta.

TKA menjadi bagian dari penguatan sistem evaluasi pembelajaran yang lebih terukur dan akuntabel. Dengan partisipasi jutaan siswa di seluruh Indonesia, kesiapan teknis menjadi faktor penentu keberhasilan pelaksanaan.

Tahapan simulasi dan gladi bersih bukan sekadar formalitas, melainkan instrumen kontrol mutu sebelum ujian utama digelar.

Jika seluruh proses berjalan sesuai rencana, pelaksanaan TKA 2026 diharapkan menjadi salah satu evaluasi pendidikan nasional dengan tingkat kesiapan tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

(BKHM Setjen Kemendikdasmen)

Posting Komentar untuk "Pendaftaran TKA Resmi Ditutup, Hampir 9 Juta Siswa Ikuti Simulasi dan Gladi Bersih pada Maret 2026"