Penegasan itu disampaikan dalam kegiatan Dialog Kebijakan Kemendikdasmen bersama Media Massa yang digelar Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat (BKHM) di Tangerang Selatan, Banten, Senin (2/3/2026). Forum ini menjadi ruang diskusi sekaligus evaluasi bersama antara pemerintah dan jurnalis pendidikan.
Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menyampaikan apresiasi kepada Forum Wartawan Pendidikan (Fortadik) yang selama ini konsisten mengawal isu pendidikan.
“Karena peran media, Kemendikdasmen pada akhirnya dapat mengetahui apa yang terjadi di lapangan dan apa yang perlu kami tindak lanjuti,” ujar Suharti.
Menurut Suharti, media bukan hanya penyampai informasi, tetapi juga jembatan antara kebijakan dan realitas di sekolah.
PIP Diperluas, Cakupan Penerima Tembus 17,9 Juta
Salah satu fokus pembahasan dalam dialog tersebut adalah penguatan Program Indonesia Pintar (PIP). Sejak diluncurkan pada 2015, jumlah penerima PIP terus meningkat.
Jika pada awalnya hanya menjangkau beberapa juta siswa, kini cakupan PIP mencapai sekitar 17,9 juta penerima. Jumlah satuan pendidikan penerima pun meningkat dari sekitar 1 juta menjadi 1,8 juta sekolah.
Mulai 2026, cakupan PIP diperluas hingga jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah menjalankan kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun.
“Dengan melebarnya cakupan ini harapannya semakin banyak anak-anak dari keluarga kurang mampu yang bisa mengakses pendidikan usia dini satu tahun sebelum sekolah dasar, sehingga lebih siap mengikuti ritme pembelajaran,” jelas Suharti.
Kebijakan ini dinilai penting untuk memperkuat fondasi literasi dan numerasi sejak dini, terutama bagi anak dari keluarga prasejahtera.
ADEM Buka Akses Pendidikan Anak 3T dan OAP
Kemendikdasmen juga menyoroti keberlanjutan program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM). Program ini ditujukan bagi siswa dari daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), Orang Asli Papua (OAP), serta anak pekerja migran Indonesia.
ADEM dirancang untuk membuka akses pendidikan menengah berkualitas di luar daerah asal, sekaligus mendorong penerima manfaat kembali membangun wilayahnya.
Khusus bagi penerima OAP, Kemendikdasmen terus mengupayakan agar mereka dapat kembali dan berkontribusi bagi pembangunan Papua.
Beasiswa Talenta Indonesia, Jaga Prestasi Berlanjut
Selain akses dan afirmasi, Kemendikdasmen memastikan kesinambungan pendidikan bagi siswa berprestasi melalui Beasiswa Talenta Indonesia.
Program ini membuka peluang melanjutkan pendidikan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri. Tujuannya, agar capaian prestasi siswa tidak berhenti di level kompetisi, tetapi berlanjut menjadi kontribusi nyata bagi bangsa.
Beasiswa ini sekaligus menjadi bagian dari strategi penguatan sumber daya manusia unggul Indonesia.
Media sebagai Mitra Strategis Pendidikan
Dialog kebijakan ini menegaskan bahwa komunikasi publik menjadi elemen penting dalam implementasi kebijakan pendidikan. Pemerintah membutuhkan media untuk memastikan informasi tersampaikan secara akurat, sekaligus mendapatkan umpan balik dari masyarakat.
Kemendikdasmen menilai, kolaborasi yang terbuka dan transparan akan mempercepat pencapaian tujuan pemerataan akses dan peningkatan mutu pendidikan nasional.
Dengan penguatan sinergi bersama media, pemerintah berharap setiap kebijakan—mulai dari PIP, ADEM, hingga Beasiswa Talenta Indonesia—benar-benar menjangkau dan memberi dampak bagi seluruh anak Indonesia.
(BKHM Setjen Kemendikdasmen)

Posting Komentar untuk "Kemendikdasmen Gandeng Media Massa, Perkuat Sosialisasi PIP hingga Wajib Belajar 13 Tahun"