![]() |
| Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, gugur dalam serangan udara yang dilancarkan Israel. (Foto: DW News) |
Konfirmasi ini disampaikan oleh media semi-resmi Iran, Mehr, dan menjadikan Larijani sebagai salah satu pejabat paling senior yang gugur sejak terbunuhnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei pada 28 Februari 2026 lalu.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, sebelumnya mengeklaim keberhasilan operasi yang menargetkan Larijani dan komandan pasukan paramiliter Basij, Gholamreza Soleimani. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bahkan muncul di televisi untuk mengumumkan kematian ini dan menyerukan rakyat Iran untuk bangkit melawan pemerintahan mereka.
Siapa Ali Larijani?
Ali Larijani bukanlah nama asing dalam peta politik dan keamanan Iran. Laki-laki kelahiran Najaf, Irak, 3 Juni 1958 ini berasal dari salah satu keluarga paling berpengaruh di Iran, yang sering dijuluki sebagai "keluarga Kennedy"-nya Iran. Berikut adalah profil singkatnya:
* Nama Lengkap: Ali Larijani
* Lahir: 3 Juni 1958, Najaf, Irak
* Pendidikan: PhD Filsafat Barat, Universitas Teheran; Latar belakang Ilmu Komputer, Universitas Teknologi Sharif
* Karier Awal: Anggota IRGC saat perang Iran-Irak, Kepala Penyiaran Negara (IRIB) selama satu dekade (1994-2004)
* Jabatan Penting: Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (kembali menjabat 2025), Ketua Parlemen Iran (2008-2020), Kepala Negosiator Nuklir Iran (2005-2007)
* Peran Terkini: Orang kepercayaan mendiang Ali Khamenei dan menjadi wajah pemerintah Iran setelah sang pemimpin tertinggi gugur.
Filsuf di Balik Kebijakan Keras Iran
Larijani dikenal sebagai sosok yang unik di antara elite politik Iran. Ia adalah seorang filsuf yang mendalami pemikiran Immanuel Kant dan menulis beberapa karya tentang hubungan antara pembuktian matematika, metafisika, dan penyelidikan rasional.
Namun, di saat yang sama, Larijani adalah seorang revolusioner garis keras yang berapi-api.
Profesor dari Doha Institute for Graduate Studies, Mohamad Elmasry, menyebut Larijani sebagai "operator pragmatis" yang mampu menjembatani kekhawatiran garis keras dengan keterlibatan diplomatik. Larijani memainkan peran kunci dalam mengamankan persetujuan parlemen untuk kesepakatan nuklir 2015, sekaligus bertanggung jawab untuk menekan gelombang protes di dalam negeri.
Pesan Terakhir yang Menohok
Sebelum gugur, Larijani menyempatkan diri untuk mengunggah pesan terakhirnya di akun X pada Senin (16/3/2026). Ia melampirkan pengumuman hadiah 10 juta dolar AS dari Amerika Serikat (AS) bagi siapa pun yang memberikan informasi tentang keberadaannya. Alih-alih gentar, Larijani justru mengutip pesan Imam Hussein.
"Aku melihat kematian sebagai kebahagiaan semata, dan hidup bersama penindas tak ada artinya kecuali penderitaan," tulis Larijani.
Larijani juga melontarkan enam poin seruan yang menohok kepada negara-negara Muslim. "Di satu sisi dari peperangan hari ini adalah Amerika dan Israel, dan di sisi lain adalah Muslim Iran dan pasukan pejuang. Di sisi mana kalian berada?" tulisnya, mengkritik diamnya beberapa negara Islam.
Dampak bagi Iran dan Kawasan
Kematian Larijani merupakan pukulan telak bagi struktur kepemimpinan Iran, terutama di tengah perang yang masih berkecamuk. Ia adalah salah satu orang kepercayaan terdekat mendiang Ali Khamenei dan baru-baru ini muncul sebagai wajah pemerintah dalam krisis terbesar sejak 1979.
Meski demikian, para pengamat menilai bahwa rezim tidak akan serta-merta runtuh.
"AS dan Israel sedang bermain 'pukul tikus' di Iran. Selalu akan ada pemimpin lain. Saya rasa rezim Iran tidak akan runtuh. Tetapi, memang ini signifikan secara simbolis dan psikologis," ujar Mohamad Elmasry.
Kepercayaan baru Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei kepada Larijani membuatnya menjadi figur sentral dalam dewan transisi yang menjalankan pemerintahan. Kini, dengan gugurnya Larijani, Teheran kembali kehilangan salah satu arsitek strategi perangnya.
(Berbagai Sumber)

Posting Komentar untuk "Tokoh Kunci Iran Ali Larijani Dipastikan Gugur dalam Serangan Israel, Siapa Sosoknya?"