| Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. (Foto: Seskab RI) |
GEBRAK.ID; JAKARTA--- Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun 2026. Kepastian ini disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia seiring kondisi stok energi nasional yang dinilai aman.
Bahlil menegaskan, ketersediaan energi dalam negeri, baik BBM maupun LPG, saat ini berada di atas standar minimum. Kondisi tersebut menjadi dasar pemerintah untuk menjaga stabilitas harga energi, khususnya BBM subsidi, agar tetap terjangkau bagi masyarakat.
“Stok kita di atas standar minimum, baik solar, bensin maupun LPG. Insyaallah aman,” ujar Bahlil dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (17/4/2026).
Harga BBM Subsidi Dijaga Demi Daya Beli
Menurut Bahlil, keputusan untuk tidak menaikkan harga BBM subsidi merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto. Kebijakan ini diambil sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah dinamika harga energi global.
Pemerintah juga berkomitmen agar harga BBM domestik tetap kompetitif, bahkan diupayakan berada di bawah harga pasar jika memungkinkan.
Dipengaruhi Harga Minyak Dunia
Meski demikian, Bahlil mengakui kebijakan ini tetap mempertimbangkan perkembangan harga minyak mentah dunia, khususnya Indonesian Crude Price (ICP). Saat ini, rata-rata harga ICP masih berada di kisaran aman bagi
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), yakni sekitar USD 77 per barel atau di bawah asumsi batas USD 100 per barel.
Dengan kondisi tersebut, pemerintah dinilai masih memiliki ruang fiskal untuk mempertahankan subsidi energi tanpa membebani keuangan negara secara berlebihan.
Pasokan Energi Dijamin hingga Akhir Tahun
Selain harga, pemerintah juga memastikan pasokan energi nasional dalam kondisi aman hingga akhir 2026. Hal ini mencakup ketersediaan minyak mentah untuk kebutuhan domestik, yang telah diamankan melalui berbagai langkah, termasuk kerja sama internasional.
Bahlil menegaskan, pemerintah terus memperkuat ketahanan energi nasional agar masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan maupun harga BBM ke depan. “Untuk crude sampai Desember insyaallah sudah aman. Jadi kita tidak perlu risau,” katanya.
Komitmen Jaga Stabilitas Energi
Kebijakan menahan harga BBM subsidi ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus melindungi masyarakat dari gejolak harga energi global.
Dengan jaminan stok yang aman dan kondisi fiskal yang masih terkendali, pemerintah optimistis harga BBM subsidi tetap stabil hingga akhir tahun 2026.
(Berbagai Sumber)
Posting Komentar untuk "Bahlil Pastikan Stok Energi Aman, Harga BBM Subsidi tak Naik hingga Akhir 2026"