![]() |
| Barcode BBM subsidi tiba-tiba menghilang. Pertamina bilang sedang pembersihan data. (Foto: Gebrak.id) |
GEBRAK.ID; JAKARTA– Polemik hilangnya barcode atau QR Code untuk pembelian BBM subsidi kembali memicu keluhan luas di masyarakat. Sejumlah pengguna mengaku tidak bisa lagi mengakses layanan pembelian Pertalite dan Solar setelah data mereka tiba-tiba lenyap dari sistem.
Keluhan ini mencuat sejak awal April 2026, bertepatan dengan mulai diterapkannya pengaturan distribusi BBM subsidi berbasis sistem digital melalui aplikasi MyPertamina.
Data Mendadak Hilang, Transaksi Terhambat
Sejumlah pengguna melaporkan barcode yang sebelumnya aktif tiba-tiba tidak bisa digunakan saat pengisian di SPBU. Bahkan, dalam beberapa kasus, data kendaraan dan identitas yang telah terdaftar juga tidak lagi muncul di aplikasi.
Kondisi ini berdampak langsung pada aktivitas masyarakat. Pengguna yang bergantung pada BBM subsidi terpaksa menunda pengisian atau beralih ke BBM nonsubsidi yang harganya lebih mahal.
Situasi tersebut memicu antrean, kebingungan, hingga kekhawatiran di tengah masyarakat, terutama bagi mereka yang memiliki mobilitas tinggi.
Pertamina: Bukan Error, Tapi “Pembersihan Data”
Menanggapi polemik ini, pihak Pertamina menjelaskan bahwa hilangnya barcode bukan akibat gangguan sistem atau peretasan. Perusahaan tengah melakukan pembaruan dan penyesuaian data konsumen secara besar-besaran.
Langkah ini dikenal sebagai proses cleansing data, yang bertujuan memastikan penerima BBM subsidi benar-benar sesuai kriteria.
Selain itu, Pertamina juga melakukan sinkronisasi data dengan instansi lain, termasuk data kendaraan dari kepolisian. Dampaknya, sebagian data yang tidak lengkap atau tidak valid otomatis terhapus dari sistem.
Akibatnya, barcode menjadi tidak aktif dan tidak bisa digunakan saat transaksi.
Warga Dipaksa Daftar Ulang
Sebagai solusi, pengguna yang terdampak diminta untuk melakukan pendaftaran ulang melalui program Subsidi Tepat atau aplikasi MyPertamina.
Namun, proses ini dinilai tidak selalu cepat. Beberapa pengguna mengaku harus menunggu hingga beberapa hari untuk verifikasi ulang, yang berarti tidak bisa membeli BBM subsidi selama periode tersebut.
Situasi ini menimbulkan kritik karena dinilai memberatkan masyarakat, terutama di tengah kebutuhan bahan bakar harian.
Kebijakan Ketat, Sistem Justru Bermasalah
Di sisi lain, pemerintah memang tengah memperketat distribusi BBM subsidi agar lebih tepat sasaran. Salah satu caranya adalah melalui penggunaan barcode MyPertamina dan pembatasan pembelian harian.
Namun di lapangan, implementasi sistem digital ini justru menuai masalah. Banyak pengguna yang merasa dirugikan karena akses BBM subsidi menjadi tidak pasti akibat persoalan teknis dan administrasi.
Kritik Menguat, Minta Evaluasi Sistem
Gelombang keluhan di media sosial menunjukkan bahwa masalah ini bukan kasus individual, melainkan terjadi secara luas. Bahkan, sebagian pihak menilai sistem barcode yang seharusnya mempermudah justru berpotensi menyulitkan masyarakat kecil.
Jika tidak segera diatasi, polemik ini berisiko menurunkan kepercayaan publik terhadap sistem distribusi BBM subsidi berbasis digital.
Hilangnya barcode BBM subsidi bukan sekadar gangguan teknis, melainkan dampak dari proses pembaruan data besar-besaran oleh Pertamina. Meski bertujuan menertibkan penyaluran subsidi, implementasinya di lapangan justru memicu masalah baru yang merugikan masyarakat
(berbagai sumber)

Posting Komentar untuk "Barcode BBM Subsidi Tiba-tiba Hilang, Warga Kesulitan Isi Pertalite–Solar, Ini Penjelasan Pertamina"