Bukan Mitos! Ikan Sapu-Sapu Bisa 'Jalan' dan Bertahan di Darat Hingga 30 Jam, Kok Bisa?

Ikan sapu-sapu yang mudah beradaptasi di segala lingkungan. (Foto ilustrasi: Freepik)
Editor: Damar Pratama

GEBRAK.ID; JAKARTA -- Belakangan ini, warga Jakarta dan sekitarnya dihebohkan dengan fenomena melimpahnya ikan sapu-sapu di sungai-sungai. Hingga Kamis (23/4/2026), Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta dilaporkan sudah menangkap lebih dari 10 ton ikan jenis ini.

Tapi yang lebih mengejutkan daripada jumlahnya yang melimpah adalah fakta tersembunyi di balik sosoknya: ikan sapu-sapu ternyata mampu bertahan hidup di darat tanpa air hingga puluhan jam.

Kemampuan super ini menjadi salah satu alasan utama mengapa spesies asing invasif ini begitu sulit diberantas. Mereka bukan sekadar bandel, tapi juga punya strategi bertahan hidup yang luar biasa.

Rahasia di Balik Ketahanan Ekstrem

Lantas, bagaimana seekor ikan bisa bernapas di darat? Menurut publikasi IPB Digitani, ikan sapu-sapu memiliki mekanisme unik. Mereka tidak hanya mengandalkan insang, tetapi juga bernapas melalui permukaan kulitnya.

Saat habitatnya mengering atau mereka terdampar, ikan ini akan menggeliat seperti ular kecil untuk berpindah mencari tempat tinggal baru. Lebih mencengangkan lagi, jika cadangan oksigen di dalam perutnya masih cukup, ikan sapu-sapu dapat bertahan hidup di daratan hingga 30 jam.

Kemampuan ini menjadikannya salah satu spesies ikan paling adaptif di dunia. Di alam liar, mereka kerap menggali lubang di dasar sungai berlumpur untuk melindungi hingga 300 butir telurnya. Dengan strategi itu, umur hidup mereka pun panjang, mencapai 10–15 tahun.

Dari Insang ke Labirin, Transformasi Saat Air Keruh

Sebuah studi ilmiah dalam jurnal Bioma (15 (1), 2019) oleh Farah Carolina Puspaningtias dkk yang berjudul "Identifikasi Jenis Kelamin Ikan Sapu-sapu" mengungkap rahasia lain. Ternyata, ikan sapu-sapu dibekali dua alat pernapasan.

-   Di air bersih: Mereka bernapas normal menggunakan insang.
-   Di air keruh atau berlumpur: Mereka beralih menggunakan organ labirin, yaitu struktur khusus yang memungkinkan mereka menghirup oksigen langsung dari udara.

Kemampuan ini otomatis membuat ikan sapu-sapu unggul di lingkungan yang tercemar atau minim oksigen terlarut, di mana ikan lain akan mati perlahan.

Peringatan bagi Ekosistem Lokal

Sayangnya, kehebatan adaptasi ini menjadi ancaman serius bagi ekosistem perairan Indonesia. Ikan sapu-sapu dikenal sebagai spesies eurifagik alias pemakan segala. Meskipun secara anatomi ususnya tergolong herbivora, spektrum makannya sangat luas.

Mereka memangsa telur ikan lokal, merusak tepian sungai dengan liangnya, serta memakan alga yang seharusnya menjadi sumber makanan ikan asli. Ledakan populasinya di sungai-sungai Pulau Jawa bukan hanya masalah estetika, tapi juga ancaman serius bagi keberlangsungan biodiversitas air tawar tanah air.

Para ahli pun mengimbau masyarakat untuk tidak melepas ikan sapu-sapu peliharaan ke sungai. Begitu mendarat di habitat liar, kemampuan adaptasi setannya akan sulit dikendalikan.

(Berbagai Sumber)

Artikel Terkait:

- DKI Jakarta 'Perang' Vs Ikan Sapu-Sapu, Mengapa Ikan Sapu-Sapu Harus Dimusnahkan? 

- Terungkap! Ini Cara Mudah Bedakan Siomay Ikan Sapu-sapu dan Tenggiri, Jangan Sampai Tertipu 

Posting Komentar untuk "Bukan Mitos! Ikan Sapu-Sapu Bisa 'Jalan' dan Bertahan di Darat Hingga 30 Jam, Kok Bisa?"