IFP Bikin Siswa Melek Digital, Wamendikdasmen Fajar Pastikan Kesiapan TKA di SMPN 6 Mataram

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, saat meninjau langsung pelaksanaan TKA di SMP Negeri 6 Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (14/4/2026). (Foto: BKHM Setjen Kemendikdasmen)
Editor: Endro Yuwanto

GEBRAK.ID; MATARAM – Pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP) atau papan interaktif digital mulai menunjukkan dampak nyata di ruang-ruang kelas. Di SMP Negeri 6 Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), teknologi ini membantu siswa lebih siap menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA), terutama dalam penguatan literasi dan numerasi.

Hal itu terungkap saat Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, meninjau langsung pelaksanaan TKA di sekolah tersebut, Selasa (14/4/2026). Dalam kunjungan itu, ia berdialog dengan para siswa yang baru saja menyelesaikan TKA mata pelajaran Bahasa Indonesia.

“Kehadiran saya di sini untuk memastikan bahwa IFP yang menjadi bagian dari dukungan pemerintah benar-benar dimanfaatkan secara optimal dan membantu anak-anak kita dalam proses pembelajaran, termasuk dalam menghadapi TKA,” ujar Wamen Fajar di Mataram.

Menurut Wamen Fajar, berdasarkan percakapan dengan siswa, penggunaan IFP membuat mereka lebih terbiasa dengan perangkat digital. Hal ini menjadi modal penting karena TKA dilaksanakan berbasis komputer atau laptop.

Soal TKA Dorong Berpikir Kritis

Wamen Fajar menegaskan, desain soal TKA memang dirancang untuk mengukur kemampuan berpikir kritis, literasi membaca, serta numerasi siswa. Model soal berbasis konteks dan analisis dinilai relevan untuk mempersiapkan peserta didik ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

“Mereka memahami bahwa model soal seperti ini memang dibutuhkan agar ketika melanjutkan pendidikan, kemampuan literasi dan numerasinya sudah terasah,” kata Wamen Fajar.

Wamen Fajar menambahkan, penguatan literasi dan numerasi menjadi salah satu fokus utama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam meningkatkan mutu pembelajaran nasional. Integrasi teknologi, seperti IFP, dinilai sebagai salah satu instrumen strategis untuk mencapai tujuan tersebut.

Guru Siapkan Latihan Sejak Awal Tahun

Guru Matematika SMP Negeri 6 Mataram, Defi Kamilia, menjelaskan bahwa materi TKA sejalan dengan kurikulum yang telah diajarkan sejak kelas 7 hingga kelas 9. Namun, pola soal yang menuntut analisis membuat siswa perlu pembiasaan khusus.

“Kami menyiapkan latihan dan pengayaan karena model soal TKA berbasis numerasi dengan berbagai konteks. Siswa harus terbiasa menganalisis, terutama untuk soal pilihan ganda kompleks dan kategori,” ujar Defi.

Defi menambahkan, persiapan dilakukan sejak awal tahun ajaran melalui penyusunan soal bersama Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). Sekolah juga memanfaatkan simulasi TKA yang disediakan Kementerian sebagai bahan latihan tambahan.

Sebanyak 456 siswa di SMP Negeri 6 Mataram mengikuti TKA yang dibagi dalam empat gelombang. Pelaksanaan didukung fasilitas komputer yang memadai serta jaringan internet yang stabil, sehingga proses ujian berjalan lancar.

Siswa Lebih Percaya Diri

Dari sisi siswa, pemanfaatan IFP dirasakan memberi pengalaman belajar yang berbeda. Pande, salah satu peserta TKA, mengaku pembelajaran menjadi lebih menarik dan interaktif.

“Belajar dengan IFP lebih menyenangkan dan membantu kami memahami materi. Karena TKA dikerjakan dengan laptop, kami juga jadi terbiasa menggunakan teknologi,” kata Pande.

Pande menilai soal TKA banyak berbentuk cerita yang menguji kemampuan logika dan pemahaman mendalam. “Jadi memang harus benar-benar paham, bukan sekadar hafal,” tambahnya.

Senada dengan itu, Keyla, siswa lainnya, mengatakan materi dan model soal TKA tidak jauh dari apa yang dipelajari di kelas. “Soalnya sesuai dengan pelajaran dari kelas 7 sampai 9. Kami juga sudah latihan sebelumnya, jadi lebih siap,” ujarnya.

Integrasi Teknologi Perkuat Pembelajaran

Pemanfaatan IFP di SMP Negeri 6 Mataram menjadi contoh bagaimana integrasi teknologi dapat mendukung pembelajaran yang lebih adaptif dan relevan dengan kebutuhan asesmen berbasis digital.

Dengan pendekatan interaktif, siswa tidak hanya memahami materi secara konseptual, tetapi juga terbiasa dengan pola soal yang menuntut analisis, penalaran, dan kemampuan literasi yang kuat.

Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat kualitas pendidikan dasar dan menengah, sekaligus memastikan peserta didik Indonesia siap menghadapi tantangan akademik di masa depan.

(BKHM Setjen Kemendikdasmen)

Posting Komentar untuk "IFP Bikin Siswa Melek Digital, Wamendikdasmen Fajar Pastikan Kesiapan TKA di SMPN 6 Mataram"