![]() |
| Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran memasuki babak baru setelah kedua negara sepakat melakukan gencatan senjata selama dua pekan. (Foto: Pixabay) |
Editor: A Rayyan K
GEBRAK.ID; JAKARTA – Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran memasuki babak baru setelah kedua negara sepakat melakukan gencatan senjata selama dua pekan. Kesepakatan ini tercapai setelah lebih dari sebulan konflik bersenjata di kawasan Timur Tengah yang menimbulkan korban jiwa, termasuk warga sipil.
Meski sepakat menghentikan serangan sementara, kedua pihak justru sama-sama mengeklaim kemenangan.
Presiden AS Donald Trump menangguhkan rencana serangan lanjutan terhadap Teheran dengan syarat Iran membuka kembali Selat Hormuz selama masa gencatan senjata. Iran pun menyatakan bersedia membuka jalur vital perdagangan minyak dunia itu selama dua minggu dengan sejumlah syarat.
Klaim Kemenangan dari Teheran
Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyebut negaranya berhasil memaksa Washington menerima rencana 10 poin yang diajukan Pemerintan di Teheran. Dalam pernyataan yang dikutip sejumlah media internasional seperti CNN dan Al Jazeera, dewan tersebut mengeklaim AS setuju mencabut sanksi primer dan sekunder serta menarik pasukan tempur dari pangkalan di kawasan.
Iran juga menyebut AS pada prinsipnya menerima pengayaan nuklir Iran dan mengakui kendali berkelanjutan Teheran atas Selat Hormuz. Jalur strategis itu nantinya akan dioperasikan secara terkontrol dan dikoordinasikan dengan angkatan bersenjata Iran.
Tak hanya itu, Iran mengumumkan perundingan lanjutan dengan AS akan dimulai di Islamabad dalam waktu dekat. Meski demikian, Teheran menegaskan negosiasi dilakukan dengan “ketidakpercayaan penuh” terhadap Washington dan tetap bersiaga secara militer.
“Tangan kita berada di pelatuk. Jika musuh melakukan kesalahan sekecil apa pun, kami akan membalas dengan kekuatan penuh,” demikian pernyataan resmi dewan tersebut.
Trump: Kemenangan Total
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump menyebut gencatan senjata ini sebagai “kemenangan total dan penuh.” Dalam wawancara telepon dengan AFP, Trump menyatakan optimistis kesepakatan sementara ini akan berkembang menjadi perjanjian jangka panjang.
“Kemenangan total. Seratus persen. Tidak ada keraguan,” ujar Trump.
Trump juga mengeklaim terdapat kerangka kerja 15 poin yang sebagian besar telah disepakati. Trump menambahkan proposal 10 poin dari Iran bisa menjadi dasar negosiasi lanjutan dan dinilai “dapat dilaksanakan”.
Namun ketika ditanya apakah AS akan kembali melancarkan serangan besar jika negosiasi gagal, Trump tidak memberikan jawaban tegas.
Dampak Global dan Selat Hormuz
Selat Hormuz menjadi isu sentral dalam kesepakatan ini. Sekitar 20 persen pasokan minyak dunia melintasi jalur tersebut setiap hari. Gangguan di wilayah ini berpotensi memicu lonjakan harga energi global dan ketidakstabilan ekonomi internasional.
Sejumlah pengamat hubungan internasional menilai gencatan senjata dua pekan masih sangat rapuh. Ketidakpercayaan kedua negara tetap tinggi, sementara situasi geopolitik kawasan belum sepenuhnya stabil.
Meski demikian, pasar global merespons positif kabar gencatan senjata ini, terutama sektor energi dan pelayaran internasional.
Kini, dunia menanti apakah jeda dua minggu ini benar-benar menjadi jalan menuju perdamaian lebih permanen, atau sekadar jeda singkat sebelum ketegangan kembali memanas.
(Berbagai Sumber)

Posting Komentar untuk "Iran dan AS Saling Klaim Menang Usai Gencatan Senjata 2 Pekan, Selat Hormuz Jadi Kunci"