GEBRAK.ID; JAKARTA – Pemerintah semakin serius menyiapkan generasi peneliti muda Indonesia agar mampu bersaing di panggung global. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) resmi menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk memperkuat pembinaan talenta riset sejak bangku sekolah.
Kolaborasi strategis ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama pada 20 April 2026, yang difokuskan pada peningkatan kualitas riset peserta Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI), khususnya bagi calon finalis dan pemenang yang akan melangkah ke kompetisi internasional.
Langkah ini bukan sekadar formalitas. Keterlibatan langsung para periset BRIN dalam proses pendampingan diyakini akan meningkatkan kualitas metodologi penelitian sekaligus memperkuat aspek kebaruan (novelty) riset siswa. Dengan begitu, karya-karya mereka diharapkan mampu bersaing di level dunia.
Kepala Puspresnas Kemendikdasmen, Maria Veronica Irene Herdjiono, menyatakan bahwa kerja sama ini menjadi fondasi penting dalam membangun budaya riset di kalangan pelajar Indonesia.
“Melalui kolaborasi ini, kami ingin memastikan murid tidak hanya belajar teori, tetapi juga mengalami langsung proses riset dari awal hingga akhir, mulai dari perencanaan hingga pelaporan,” ujar Irene dalam forum Open Talk bertajuk BRIN Goes to Global Recognition and Nobel Prize di Gedung B.J. Habibie, Jakarta.
Irene menambahkan, pembinaan ini tidak hanya berorientasi pada kompetisi semata, tetapi juga pembentukan karakter ilmiah yang kuat.
“Kami ingin melahirkan generasi dengan pola pikir kritis, inovatif, dan berintegritas. Dengan dukungan BRIN, kami optimistis riset murid Indonesia bisa memberi kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa,” lanjut Irene.
Dalam program ini, siswa akan mendapatkan pelatihan komprehensif, mulai dari teknik pengambilan sampel, pengolahan data, pencarian referensi ilmiah, hingga penulisan laporan penelitian yang sesuai standar akademik. Tak kalah penting, aspek etika riset juga menjadi bagian utama dalam pembinaan.
Lebih dari itu, pemenang OPSI yang akan berlaga di tingkat internasional akan mendapatkan mentoring langsung dari para peneliti BRIN sesuai bidangnya. Pendampingan dilakukan secara fleksibel, baik melalui sesi daring maupun praktik langsung di laboratorium riset.
Direktur Manajemen Talenta BRIN, Ajeng Arum Sari, menekankan bahwa pengalaman praktik menjadi kunci dalam mencetak peneliti muda yang tangguh.
“Pembelajaran berbasis praktik membuat siswa benar-benar memahami proses riset secara menyeluruh. Mereka tidak hanya tahu teori, tetapi juga menjalani eksperimen, menganalisis data, hingga menyusun laporan ilmiah. Ini yang akan membangun kompetensi riset berkelas global,” jelas Ajeng.
Respons positif datang dari kalangan siswa. Muhammad Bagir, peraih medali perak OPSI 2025 dari SMA Negeri 8 Jakarta, mengaku kolaborasi ini membuka peluang besar bagi pengembangan risetnya.
“Ini sangat membantu kami sebagai peneliti muda. Dengan pendampingan ini, kami bisa memperdalam penelitian dan mempersiapkan diri lebih matang untuk ajang internasional seperti Young Inventors Challenge,” ujar Bagir.
Adapun pemerintah menargetkan peningkatan jumlah sumber daya manusia Indonesia yang memperoleh pengakuan internasional di bidang riset dan inovasi. Melalui program manajemen talenta nasional, diharapkan lahir generasi unggul yang mampu mengharumkan nama bangsa, bahkan menembus ajang prestisius seperti Nobel dan Breakthrough Prize.
Kolaborasi Kemendikdasmen dan BRIN ini menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia tidak hanya ingin menjadi pengguna teknologi, tetapi juga produsen pengetahuan yang diakui dunia.
(BKHM Setjen Kemendikdasmen)

Posting Komentar untuk "Kemendikdasmen–BRIN Siapkan Peneliti Muda RI Go Internasional, Bidik Ajang Bergengsi Dunia"