Maskapai Kehabisan Avtur Imbas Perang AS-Iran, Penerbangan Global Terancam Lumpuh


(foto: ilustrasi freepik) 


Editor: Dinar Kencana

GEBRAK.ID; JAKARTA– Industri penerbangan global menghadapi ancaman serius akibat krisis bahan bakar pesawat (avtur) yang dipicu konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Sejumlah maskapai mulai mengurangi penerbangan, bahkan bersiap menghadapi kemungkinan terburuk jika pasokan energi tak segera pulih.

Apa yang Terjadi 

Krisis avtur terjadi akibat terganggunya distribusi minyak dunia, terutama setelah penutupan Selat Hormuz—jalur vital yang dilalui sekitar 20% pasokan minyak global. Gangguan ini memicu lonjakan harga avtur sekaligus ancaman kelangkaan di berbagai negara. 

Direktur Eksekutif International Energy Agency (IEA), Fatih Birol, memperingatkan bahwa kondisi ini dapat berdampak langsung pada operasional maskapai.

“Segera kita akan mendengar penerbangan dibatalkan karena kekurangan bahan bakar,” ujarnya dalam wawancara, pertengahan April 2026. 

Maskapai di Eropa dan Asia menjadi pihak paling terdampak. Beberapa perusahaan penerbangan besar seperti Lufthansa dan KLM mulai menyiapkan langkah antisipasi, termasuk pengurangan kapasitas dan pembatalan rute. 

Di Asia, Vietnam Airlines bahkan telah membatalkan puluhan penerbangan mingguan dan menutup sejumlah rute domestik untuk menghemat konsumsi avtur. 

Krisis ini mulai terasa sejak perang pecah pada akhir Februari 2026 dan terus memburuk hingga April 2026. Sejumlah analis memperkirakan dampak terparah bisa terjadi dalam beberapa minggu ke depan jika pasokan belum kembali normal. 

Dampak paling signifikan saat ini terjadi di Eropa, yang diperkirakan hanya memiliki cadangan avtur sekitar enam minggu. Namun, efeknya juga menjalar ke Asia dan global, mengingat ketergantungan banyak negara pada impor energi dari Timur Tengah. 

Akar masalah terletak pada eskalasi konflik geopolitik yang menyebabkan penutupan jalur distribusi energi utama. Selain itu, penutupan wilayah udara di sejumlah negara Timur Tengah juga memaksa pesawat mengambil rute lebih jauh, sehingga konsumsi bahan bakar meningkat. 

Kenaikan harga avtur bahkan dilaporkan mencapai sekitar 70% pada awal April 2026, menambah beban operasional maskapai. 

Dampak krisis ini mulai terlihat melalui:

•Pembatalan dan pengurangan jadwal penerbangan

•Kenaikan harga tiket pesawat

Potensi gangguan perjalanan global, terutama menjelang musim liburan

•Ancaman pengurangan armada pesawat

Asosiasi maskapai di Eropa bahkan mendesak pemerintah untuk turun tangan, termasuk dengan kebijakan darurat seperti pengawasan stok avtur dan penghapusan pajak penerbangan. 

Krisis avtur akibat perang AS-Iran bukan sekadar persoalan energi, tetapi telah menjelma menjadi ancaman serius bagi industri penerbangan global. Jika konflik berkepanjangan dan jalur distribusi energi tetap terganggu, gelombang pembatalan penerbangan dan kenaikan biaya perjalanan diperkirakan akan semakin meluas dalam waktu dekat.

( berbagai sumber) 

Posting Komentar untuk "Maskapai Kehabisan Avtur Imbas Perang AS-Iran, Penerbangan Global Terancam Lumpuh"