Editor: Endro Yuwanto
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Himmatul Aliyah, menyambut baik langkah
Kemendikdasmen dalam memperkuat pendidikan inklusif melalui pelatihan
guru. (Foto: BKHM Setjen Kemendikdasmen)
GEBRAK.ID; JAKARTA – Pemerintah terus memperkuat komitmen dalam mewujudkan pendidikan inklusif yang bermutu, merata, dan berkeadilan di seluruh Indonesia. Upaya ini dilakukan melalui penguatan kapasitas guru, penataan tenaga pendidik, serta kolaborasi lintas sektor guna menjawab kebutuhan lebih dari 170 ribu murid penyandang disabilitas di sekolah umum.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan bahwa pendidikan inklusif bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata, melainkan membutuhkan dukungan menyeluruh dari berbagai pihak, termasuk legislatif, satuan pendidikan, dan masyarakat.
Pendidikan Inklusif Butuh Kerja Bersama
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menekankan bahwa keberhasilan pendidikan inklusif hanya dapat dicapai melalui kolaborasi yang kuat dan berkelanjutan.
“Melayani anak-anak berkebutuhan khusus adalah sebuah kemuliaan. Ini membutuhkan kerja bersama—pemerintah, sekolah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan—agar layanan pendidikan inklusif dapat berjalan optimal,” ujar Abdul Mu’ti dalam peluncuran Program Pelatihan Pendidikan Inklusif bagi Guru dan Tenaga Kependidikan di SMP Negeri 16 Jakarta, Senin (20/4/2026).
Abdul Mu'ti menegaskan bahwa penguatan kapasitas guru, terutama Guru Pendidikan Khusus (GPK), menjadi kunci dalam memperluas layanan pendidikan inklusif di seluruh daerah.
Menurut Abdul Mu'ti, guru memiliki peran penting dalam menciptakan ruang belajar yang aman, ramah, dan bebas diskriminasi, sehingga setiap anak dapat tumbuh sesuai potensinya.
“Dengan kebersamaan dan komitmen yang kuat, kita dapat memastikan seluruh anak Indonesia memperoleh pendidikan bermutu dan menjadi generasi hebat,” tegas Abdul Mu'ti.
Tantangan Penguatan Guru dan Layanan Inklusif
Kemendikdasmen menilai salah satu tantangan utama pendidikan inklusif saat ini adalah masih terbatasnya kapasitas guru dalam menangani keberagaman kebutuhan belajar siswa.
Melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, pemerintah terus memperluas program pelatihan berjenjang agar guru lebih siap menghadapi kebutuhan peserta didik yang beragam, termasuk siswa dengan kebutuhan khusus.
Penguatan ini juga mencakup penyediaan materi pembelajaran yang adaptif serta peningkatan kualitas satuan pendidikan agar lebih ramah disabilitas.
DPR RI Apresiasi Langkah Pemerintah
Dukungan terhadap program ini juga datang dari legislatif. Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Himmatul Aliyah, menyambut baik langkah Kemendikdasmen dalam memperkuat pendidikan inklusif melalui pelatihan guru.
“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas peluncuran program ini. Ini merupakan jawaban atas tantangan di lapangan, khususnya terkait ketersediaan guru yang terlatih dalam pendidikan inklusif,” ujar Himmatul.
Himmatul menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan inklusif membutuhkan dukungan kebijakan yang konsisten, termasuk penyediaan sarana prasarana yang ramah disabilitas serta kurikulum yang fleksibel.
“Kolaborasi antara pemerintah, sekolah, masyarakat, dan DPR RI harus terus diperkuat. Masyarakat juga perlu semakin terbuka terhadap keberagaman,” tambahnya.
Guru di Lapangan Rasakan Manfaat Pelatihan
Program pelatihan pendidikan inklusif juga mendapat respons positif dari para guru yang terlibat langsung di lapangan.
Salah satu peserta, Elydawati, guru SD Ceger 02 Jakarta, mengaku pelatihan ini sangat membantu dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam mendampingi siswa berkebutuhan khusus.
“Pelatihan ini sangat membantu karena disusun berjenjang, dari dasar hingga mahir. Kami tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik langsung melalui magang,” ujar Elydawati.
Hal senada disampaikan Zulfan Hartadi, guru SDN Pulo 07 Jakarta, yang menilai program ini membuka wawasan baru dalam memahami keberagaman kebutuhan belajar siswa.
“Banyak murid yang sebelumnya dianggap reguler ternyata membutuhkan pendekatan khusus. Program ini sangat membantu kami memahami itu,” kata Zulfan.
Zulfan berharap pelatihan serupa dapat diperluas ke lebih banyak sekolah di seluruh Indonesia agar layanan pendidikan inklusif semakin merata.
Dorong Ekosistem Pendidikan yang Setara
Kemendikdasmen menegaskan bahwa pendidikan inklusif harus menjadi bagian dari ekosistem pendidikan nasional yang berkelanjutan. Dengan dukungan lintas sektor, pemerintah berharap tidak ada lagi anak yang tertinggal dalam memperoleh layanan pendidikan yang layak.
Melalui penguatan guru, kolaborasi kebijakan, serta peningkatan kesadaran masyarakat, pendidikan inklusif diharapkan dapat benar-benar menjadi ruang tumbuh yang setara bagi seluruh anak Indonesia.
(BKHM Setjen Kemendikdasmen)
Posting Komentar untuk "Pemerintah Dorong Kolaborasi Nasional Wujudkan Pendidikan Inklusif yang Bermutu dan Berkeadilan"