Semangat tanpa Batas, Siswa SLB Antusias Ikuti Tes Kemampuan Akademik

Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SMP/MTs/sederajat 2026 resmi dimulai pekan ini. Tak hanya diikuti sekolah reguler, ujian ini juga diikuti murid Sekolah Luar Biasa (SLB) tingkat SMP (SMPLB) di berbagai daerah dengan penuh semangat dan optimisme. (Foto: BKHM Setjen Kemendikdasmen)

Editor: Endro Yuwanto

GEBRAK.ID; JAKARTA – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SMP/MTs/sederajat 2026 resmi dimulai pekan ini. Tak hanya diikuti sekolah reguler, ujian ini juga diikuti murid Sekolah Luar Biasa (SLB) tingkat SMP (SMPLB) di berbagai daerah dengan penuh semangat dan optimisme.

Tes yang digelar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tersebut merupakan kelanjutan dari kebijakan pemetaan akademik yang sebelumnya diterapkan pada jenjang pendidikan menengah. Tahun ini, cakupan diperluas hingga tingkat SMP, termasuk satuan pendidikan khusus.

Di SLBN Pandaan, Pasuruan, Jawa Timur, suasana pelaksanaan TKA berlangsung hangat. Sejak pagi, para siswa hadir lebih awal dan mempersiapkan diri mengikuti ujian. Kepala SLBN Pandaan, Iva Evry Robiyansah, menyebut para siswanya menunjukkan tekad kuat meskipun memiliki hambatan pendengaran.

“Semangat mereka luar biasa. Anak-anak datang dengan kesiapan mental yang baik untuk mencoba dan belajar melalui tes ini,” ujarnya, Senin (6/4/2026).

Di sekolah tersebut, enam siswa tunarungu tingkat SMPLB mengikuti TKA. Sementara di SLBN Semarang, Jawa Tengah, suasana ujian berlangsung santai namun tetap fokus. Tiga siswa mengikuti TKA, terdiri atas dua siswa tunarungu dan satu siswa tunanetra.

Kepala SLBN Semarang, Sri Sugiarti, menjelaskan bahwa persiapan telah dilakukan jauh hari sebelum pelaksanaan tes. Siswa dibiasakan berlatih mengerjakan soal dan memahami pola pertanyaan yang mungkin muncul.

“Mereka sudah kami siapkan sejak awal, jadi saat menghadapi soal tidak merasa kaget,” katanya.

Antusiasme serupa juga terlihat di SLBN Halmahera Barat. Bahkan, ada satu siswa tunagrahita yang sebenarnya tidak diwajibkan mengikuti TKA, namun justru ingin berpartisipasi. Di sekolah ini, sembilan siswa SMPLB terdaftar sebagai peserta.

Kepala SLBN Halmahera Barat, Ismawati Muhammad, mengatakan pihak sekolah membentuk tim persiapan khusus untuk mendampingi siswa, termasuk memberikan pelatihan penggunaan laptop atau komputer sebelum ujian berbasis perangkat tersebut digelar.

Dari Jakarta, semangat optimisme juga disampaikan Raka Aditomo Subagyo, siswa SLBN Pembina Tingkat Nasional. Ia mengaku percaya diri karena materi yang diujikan sudah dipelajari dalam beberapa pekan terakhir.

“Latihan sudah sering dilakukan, jadi saya cukup siap,” ujar Raka.

Sebagai siswa tunanetra, Raka mengakui tantangan muncul ketika soal memuat unsur visual seperti gambar. Namun, dukungan guru pendamping serta penggunaan teknologi bantu seperti screen reader dan headset sangat membantu proses pengerjaan.

“Dengan headset, soal bisa kami dengarkan lebih jelas dan suasana jadi lebih fokus,” tutur Raka.

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, menjelaskan bahwa TKA bukan sekadar alat ukur capaian belajar. Hasilnya juga akan menjadi salah satu komponen dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang segera dibuka.

“Hasil TKA akan menjadi pertimbangan tersendiri dalam proses penerimaan murid ke jenjang berikutnya,” jelas Tatang.

Tatang mengingatkan para siswa agar mengerjakan soal dengan jujur dan sungguh-sungguh tanpa merasa terbebani. Menurutnya, TKA dirancang sebagai instrumen pemetaan untuk menyediakan data objektif dan komprehensif mengenai capaian belajar siswa.

Pelaksanaan TKA untuk SMP/MTs/sederajat dijadwalkan berlangsung hingga dua pekan ke depan. Pemerintah berharap, melalui pemetaan yang inklusif dan berbasis data, kualitas pembelajaran dapat terus ditingkatkan, termasuk di satuan pendidikan khusus.

Di balik keterbatasan, semangat para murid SLB hari ini menjadi gambaran bahwa akses pendidikan yang setara bukan sekadar kebijakan, melainkan juga harapan yang dijalani dengan keberanian dan keyakinan.

(BKHM Setjen Kemendikdasmen)

Posting Komentar untuk "Semangat tanpa Batas, Siswa SLB Antusias Ikuti Tes Kemampuan Akademik"