GEBRAK.ID; JAKARTA — Dunia pendidikan kembali menghadirkan kabar membanggakan dari ranah kreativitas generasi muda. Siswa-siswi SMA Muhammadiyah 3 (MUGA) Jakarta sukses mencetak prestasi lewat karya sinematografi yang tidak hanya tayang di layar lebar, tetapi juga berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
Sebanyak 19 film pendek hasil karya para siswa dinyatakan lolos sensor dari Lembaga Sensor Film Republik Indonesia (LSF RI) dan layak diputar di bioskop. Pencapaian tersebut menjadi salah satu tonggak penting bagi dunia pendidikan kreatif di tingkat sekolah menengah.
Program bertajuk Visual Talent Festival 2026 itu menjadi proyek perdana siswa kelas XI SMA Muhammadiyah 3 Jakarta dalam bidang perfilman. Menariknya, seluruh proses produksi dilakukan secara serius mulai dari penulisan naskah, pengambilan gambar, penyutradaraan, hingga proses editing.
Untuk meningkatkan kualitas karya, pihak sekolah juga menggandeng Institut Kesenian Jakarta (IKJ) sebagai mitra kolaborasi. Mahasiswa IKJ turut dilibatkan sebagai mentor dalam mendampingi para siswa selama proses produksi 19 film pendek tersebut.
Kepala SMA Muhammadiyah 3 Jakarta, Suranti, mengatakan, program ini bukan sekadar tugas sekolah biasa, tetapi menjadi wadah pembentukan karakter sekaligus ruang pengembangan bakat siswa di industri kreatif.
“Ini merupakan proyek film pertama bagi siswa kelas XI melalui Visual Talent Festival 2026 sebagai bagian dari tugas ko-kurikuler. Program ini bertujuan membangun jiwa kepemimpinan, kerja sama, tanggung jawab, dan saling menghargai,” ujar Suranti dalam siaran persnya kepada Tim Redaksi Gebrak.id, Jumat (29/5/2026).
Suranti menambahkan, pengalaman membuat film secara langsung diharapkan mampu membuka wawasan siswa terhadap dunia industri kreatif yang kini berkembang sangat pesat di Indonesia.
“Bukan tidak mungkin dari kegiatan ini lahir sineas-sineas muda yang nantinya mampu mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional,” kata Suranti menegaskan.
Keberhasilan seluruh film menembus proses sensor LSF RI juga dinilai menjadi pencapaian luar biasa. Sebab, karya pelajar umumnya masih berada pada tahap festival sekolah atau media sosial, sementara karya siswa SMA Muhammadiyah 3 Jakarta sudah memenuhi standar tayang publik.
Atas capaian tersebut, MURI akhirnya memberikan penghargaan khusus kepada SMA Muhammadiyah 3 Jakarta. Penghargaan itu diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap inovasi pendidikan berbasis kreativitas dan kolaborasi seni di lingkungan sekolah.
Direktur MURI, Osmar Semesta Susilo, menyampaikan apresiasi tinggi atas keberanian sekolah dalam menghadirkan program kreatif yang berdampak positif bagi siswa.
“Kami mengucapkan selamat kepada SMA Muhammadiyah 3 Jakarta. Ini adalah prestasi luar biasa dan diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain untuk terus melahirkan kreativitas,” ujar Osmar dalam sambutannya.
Pendekatan pembelajaran berbasis proyek kreatif seperti ini menjadi salah satu model pendidikan masa depan. Selain mengasah kemampuan akademik, siswa juga belajar komunikasi, kepemimpinan, manajemen waktu, hingga kerja tim secara langsung.
Di tengah perkembangan industri digital dan perfilman nasional yang terus tumbuh, langkah SMA Muhammadiyah 3 Jakarta dianggap sebagai contoh nyata bahwa sekolah bisa menjadi ruang lahirnya talenta-talenta kreatif muda Indonesia.
Prestasi ini sekaligus membuktikan bahwa dunia pendidikan tidak hanya berbicara soal nilai akademik, tetapi juga tentang bagaimana sekolah mampu memberi ruang bagi siswa untuk berkarya dan percaya diri menampilkan potensinya di panggung yang lebih luas.
(Sumber: Siaran Pers MUGA)
Jangan Terlewatkan: Heboh! Film Karya Siswa SMA Muhammadiyah 3 Jakarta Tayang di Bioskop, Bikin Penonton tak Percaya Ini Dibuat Anak Sekolah
