Terungkap! 103 Anak Jadi Korban Daycare Little Aresha Jogja, 53 Alami Kekerasan Fisik


Kasus dugaan kekerasan terhadap anak di Daycare Little Aresha, Sorosutan, Umbulharjo, Yogyakarta, kian mengkhawatirkan. (Foto: Instagram) 
Editor: Dinar Kencana

GEBRAK.ID; YOGYAKARTA – Kasus dugaan kekerasan terhadap anak di Daycare Little Aresha, Sorosutan, Umbulharjo, Yogyakarta, kian mengkhawatirkan. Kepolisian mengungkap jumlah korban mencapai 103 anak, dengan 53 di antaranya diduga mengalami kekerasan fisik.

Kasus ini mencuat setelah viralnya curahan hati orang tua di media sosial yang mengaku menemukan kejanggalan pada anak mereka, mulai dari trauma hingga luka fisik. Polisi pun bergerak cepat dengan melakukan penggerebekan di lokasi pada Jumat, 24 April 2026. 

Kronologi Terungkapnya Kasus

Peristiwa ini bermula dari unggahan salah satu orang tua di platform Threads yang mengaku melihat langsung kondisi anaknya dalam video yang diperlihatkan petugas. Dalam rekaman tersebut, bayi-bayi terlihat diikat dan dibiarkan menangis.

“Badan gemeter lihat video… anakku diikat sampai nangis,” tulis orang tua tersebut dalam unggahannya, menggambarkan kondisi yang dialami korban. 

Temuan itu diperkuat oleh laporan lain dari orang tua yang mengaku anaknya menunjukkan perubahan perilaku signifikan, seperti ketakutan berlebihan saat hendak dititipkan.

Polisi menyebut, dugaan praktik kekerasan di daycare tersebut juga mencakup tindakan penelantaran hingga perlakuan tidak manusiawi terhadap anak-anak. 

Peran Pengasuh dan Bukti Video

Kasus ini diduga terbongkar setelah seorang pengasuh baru tidak tahan melihat perlakuan terhadap anak-anak, lalu mengumpulkan bukti berupa video dan melaporkannya ke pihak berwajib. 

Video tersebut kemudian menjadi salah satu bukti awal yang mendorong aparat melakukan penyelidikan dan penggerebekan.

Pernyataan Polisi

Kasatreskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Risky Adrian, membenarkan adanya tindakan hukum terkait kasus ini.

“Melakukan penggerebekan sebuah tempat penitipan anak di daerah Umbulharjo,” ujar Risky saat dikonfirmasi, Sabtu (25/4/2026). 

Ia menambahkan, pihaknya menemukan indikasi kuat adanya tindak pidana terhadap anak.

“Diduga kuat melakukan perlakuan salah, penelantaran atau kekerasan terhadap anak,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Eva Guna Pandia menegaskan bahwa penggerebekan dilakukan sebagai bagian dari proses penegakan hukum atas dugaan penganiayaan dan penelantaran anak. 

Lokasi Disegel, Penyelidikan Berlanjut

Saat ini, bangunan daycare telah dipasangi garis polisi dan ditutup untuk kepentingan penyelidikan. Aparat masih mendalami jumlah pasti korban, termasuk mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab.

Kasus ini menjadi perhatian publik karena daycare seharusnya menjadi tempat aman bagi anak, namun justru diduga menjadi lokasi terjadinya kekerasan sistematis.

Sorotan Publik dan Imbauan

Kasus Daycare Little Aresha menjadi peringatan keras bagi para orang tua agar lebih selektif dalam memilih tempat penitipan anak. Pengawasan, transparansi, serta akses informasi menjadi faktor penting untuk memastikan keamanan anak.

Hingga kini, polisi masih terus mengembangkan kasus dan membuka kemungkinan adanya tersangka dalam waktu dekat.

(berbagai sumber) 

Artikel Terkait: Daycare di Yogyakarta yang Diduga Aniaya dan Telantarkan Anak-Anak Digerebek Polisi: Terungkap dari Curhatan Orang Tua hingga Bukti Video  

Posting Komentar untuk "Terungkap! 103 Anak Jadi Korban Daycare Little Aresha Jogja, 53 Alami Kekerasan Fisik"