TKA SMP 2026 di Kota Bandung Berjalan Lancar, Wamendikdasmen Atip: Bukan Penentu Kelulusan

Wamendikdasmen, Atip Latipulhayat, saat meninjau langsung pelaksanaan TKA di SMPN 7 Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (8/4/2026). (Foto: BKHM Setjen Kemendikdasmen)
Editor: Endro Yuwanto


GEBRAK.ID; BANDUNG – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMP di Kota Bandung, Jawa Barat, dipastikan berlangsung tertib dan sesuai prosedur. Hal itu ditegaskan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, saat meninjau langsung pelaksanaan TKA di SMPN 7 Kota Bandung, Rabu (8/4/2026).

Dalam kunjungannya, Wamen Atip menyempatkan diri masuk ke ruang tes dan memantau jalannya pelaksanaan secara langsung. Ia menyatakan tidak menemukan pelanggaran prosedur maupun kendala berarti di lapangan.

“Dari hasil pemantauan, pelaksanaan sudah sesuai dengan ketentuan dan berjalan dengan baik. Tidak ada pelanggaran. Mudah-mudahan pada hari-hari berikutnya juga tetap konsisten seperti ini,” ujar Wamen Atip.

TKA Bukan Ujian Penentu Kelulusan


Wamen Atip menegaskan, TKA tidak sama dengan ujian akhir yang menentukan kelulusan siswa. Menurutnya, tes ini dirancang sebagai instrumen pemetaan kemampuan akademik individu.

“TKA ini bukan penentu kelulusan. Tujuannya untuk mengetahui kemampuan akademik masing-masing siswa. Karena itu tidak perlu cemas. Ini tes, bukan ujian. Dalam hidup kita sudah cukup banyak ujian,” kata Wamen Atip memberi semangat kepada peserta.

Kebijakan pemetaan akademik melalui TKA sejalan dengan arah transformasi evaluasi pendidikan yang tengah didorong pemerintah. Sejumlah kebijakan evaluasi sebelumnya, seperti Asesmen Nasional yang digagas Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi pada periode sebelumnya, juga menekankan pentingnya pemetaan mutu pendidikan tanpa menjadikan hasilnya sebagai satu-satunya penentu kelulusan.

Pendekatan ini juga selaras dengan prinsip evaluasi pendidikan modern yang direkomendasikan berbagai lembaga internasional seperti UNESCO, yang menekankan asesmen sebagai alat peningkatan kualitas pembelajaran, bukan sekadar seleksi.

Antisipasi Blank Spot dan Penguatan Internet Sekolah

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Asep Saeful Gufron, memastikan kesiapan teknis telah dilakukan jauh hari sebelum pelaksanaan. Pihaknya melakukan pengecekan menyeluruh ke sekolah-sekolah, terutama terkait kesiapan jaringan internet.

Menurut Asep, tidak semua sekolah bisa otomatis menjadi lokasi pelaksanaan TKA karena ada wilayah yang masih menghadapi kendala blank spot.

“Kami pastikan sekolah, baik SD maupun SMP, memiliki koneksi internet yang aman. Bahkan kapasitas bandwidth yang sebelumnya 200 Mbps kami tingkatkan menjadi 500 Mbps per sekolah. Kami juga didukung provider agar pelaksanaan berjalan maksimal,” jelas Asep.

Tak hanya infrastruktur, pelatihan juga diberikan kepada guru dan siswa agar terbiasa dengan sistem tes berbasis digital. Langkah ini dinilai penting untuk meminimalisasi kendala teknis saat pelaksanaan.

Semangat Peserta, Termasuk Siswa Berkursi Roda

Optimisme juga datang dari para peserta. Salah satunya Zaskia, siswi kelas 9 yang mengikuti TKA dengan kursi roda usai menjalani operasi tulang. Kondisi fisik tak menyurutkan semangatnya.

Zaskia mengaku rutin berlatih soal dan belajar bersama teman-temannya, bahkan memanfaatkan video call jika tidak bisa bertemu langsung.

“Persiapannya belajar, latihan soal, dan belajar bareng teman. Kalau tidak bisa ketemu, ya lewat video call. Jadi tetap bisa diskusi,” ujar Zaskia penuh semangat.

Hal senada disampaikan Ratu Putri Anjani, siswi kelas 9 lainnya yang baru menyelesaikan tes Matematika. Meski mengakui ada beberapa soal yang cukup menantang, ia tetap optimistis.

“Alhamdulillah lancar. Memang ada soal yang sulit, tapi banyak juga yang bisa dikerjakan. Tetap optimis,” kata Ratu.

Ratu pun mengajak teman-temannya untuk terus semangat mempersiapkan diri menghadapi TKA agar hasil yang diraih maksimal.

Evaluasi Berkelanjutan

Pelaksanaan TKA jenjang SMP di Kota Bandung menjadi salah satu potret kesiapan daerah dalam mendukung kebijakan evaluasi pendidikan nasional. Pemerintah berharap kolaborasi antara kementerian, pemerintah daerah, sekolah, dan orang tua terus diperkuat agar pelaksanaan tes berjalan semakin baik di masa mendatang.

Dengan pendekatan yang lebih menekankan pemetaan kemampuan dibanding sekadar kelulusan, TKA diharapkan dapat memberikan gambaran objektif tentang capaian akademik siswa sekaligus menjadi dasar perbaikan proses pembelajaran ke depan.

(BKHM Setjen Kemendikdasmen)


Posting Komentar untuk "TKA SMP 2026 di Kota Bandung Berjalan Lancar, Wamendikdasmen Atip: Bukan Penentu Kelulusan"