10 Bandara Penyumbang Polusi Terbesar di Dunia, Dubai dan Heathrow Paling Parah

Menurut sebuah kajian global, Dubai terpilih menjadi bandara penghasil polutan terbesar di dunia. (Foto:ist) 

Editor: Dinar Kencana

GEBRAK.ID; JAKARTA--Lembaga kajian global ODI Global bersama Transport & Environment mengungkap daftar bandara dengan tingkat polusi terbesar di dunia melalui riset “Airport Tracker”. Kajian ini menyoroti dampak besar industri penerbangan terhadap perubahan iklim dan kualitas udara global. 

Penelitian tersebut menganalisis lebih dari 1.300 bandara di dunia dengan mengukur emisi karbon dioksida (CO2), nitrogen oksida (NOx), dan partikel halus PM2.5 yang dihasilkan dari penerbangan penumpang maupun kargo udara. Data terbaru yang digunakan berasal dari aktivitas penerbangan tahun 2023 untuk laporan 2026, sementara pemeringkatan rinci bandara mengacu pada inventaris emisi global Airport Tracker. 

Hasilnya, hanya 100 bandara disebut menyumbang sekitar dua pertiga emisi CO2 penerbangan dunia. Bahkan, 20 bandara terbesar menghasilkan emisi setara 58 pembangkit listrik tenaga batu bara. 

Berikut daftar 10 bandara penyumbang polusi terbesar di dunia berdasarkan total emisi CO2:

1. Dubai International Airport – 20,1 juta ton CO2

2. Heathrow Airport – 19,1 juta ton CO2

3. Los Angeles International Airport – 18,7 juta ton CO2

4. Hong Kong International Airport – 17,4 juta ton CO2

5. John F. Kennedy International Airport – 14,7 juta ton CO2

6. Incheon International Airport – 14,4 juta ton CO2

7. Charles de Gaulle Airport – 14,2 juta ton CO2

8.Frankfurt Airport – 13,9 juta ton CO2

9. Shanghai Pudong International Airport – 13,8 juta ton CO2

10.Beijing Capital International Airport – sekitar 13 juta ton CO2 

Bandara Dubai disebut sebagai penyumbang polusi terbesar secara keseluruhan. Emisinya bahkan disebut setara lima pembangkit listrik batu bara dalam satu tahun. 

Peneliti dari ODI Global, Sam Pickard, menilai sektor penerbangan masih tertinggal dalam upaya pengurangan emisi global. Ia mengatakan, “emisi penerbangan terus meningkat” sementara banyak sektor lain mulai menurunkan polusi mereka. 

Sementara itu, Kepala Kampanye Travel Smart Transport & Environment, Denise Auclair, menegaskan bahwa ekspansi bandara justru memperburuk ketergantungan dunia pada bahan bakar fosil. Menurutnya, kapasitas bandara harus disesuaikan dengan target perlindungan iklim dan kualitas udara. 

Kajian ini juga menyoroti dampak kesehatan akibat polusi penerbangan. Emisi NOx dan PM2.5 diketahui dapat meningkatkan risiko penyakit pernapasan hingga kematian dini. ODI Global menyebut polusi udara kini menjadi salah satu faktor risiko kesehatan terbesar di dunia. 

Laporan Airport Tracker menegaskan bahwa industri aviasi global masih jauh dari target net zero emission. Jika sektor penerbangan dianggap sebagai sebuah negara, maka total emisinya akan menjadi penyumbang emisi terbesar kelima di dunia. 

(berbagai sumber) 

Posting Komentar untuk "10 Bandara Penyumbang Polusi Terbesar di Dunia, Dubai dan Heathrow Paling Parah"