10 Kereta Jarak Jauh Tercepat di Indonesia: Adu Kecepatan hingga 120 Km/Jam, Argo Bromo Anggrek Jadi Sorotan Usai Insiden

Berikut daftar 10 kereta jarak jauh tercepat di Indonesia beserta estimasi kecepatan rata-ratanya. (Foto ilustrasi: Gebrak.id/AI)
Editor: Damar Pratama

GEBRAK.ID; JAKARTA – Dalam kurun waktu kurang dari tujuh hari, nama Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek mendadak menjadi perbincangan paling panas di negeri ini. Bukan karena rekor kecepatannya yang luar biasa, melainkan karena dua insiden mematikan yang mengguncang publik: menabrak KRL di Bekasi Timur dan kemudian menabrak mobil rombongan pengantar haji di Grobogan, Jawa Tengah.

Lalu, sebenarnya seberapa cepat kereta "Raja Jalur Utara" ini melaju? Dijuluki sebagai salah satu kereta konvensional tercepat di Indonesia, KA Argo Bromo Anggrek memang dirancang untuk memangkas waktu tempuh Jakarta-Surabaya. Berdasarkan data dari berbagai sumber, kecepatan maksimal kereta ini bisa mencapai 120 kilometer per jam di petak-petak tertentu.

Berkat kecepatannya ini, waktu perjalanan rute Gambir ke Surabaya Pasarturi yang menempuh jarak sekitar 720 kilometer saat ini hanya memakan waktu sekitar 7 jam 45 menit. Angka ini terbilang kencang untuk ukuran kereta jalur darat non-kereta cepat.

"Kereta ini merupakan flagship atau kereta unggulan dengan layanan luxury sleeper-nya. Selain kenyamanan, kecepatan waktu juga sangat diperhatikan," tulis laporan Kereta Api Kita dalam analisisnya tentang Gapeka 2025.

Moda transportasi KA jarak jauh di Indonesia memang terus berkembang, termasuk dalam hal kecepatan dan kenyamanan. Sejumlah layanan unggulan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) kini mampu melaju dengan kecepatan rata-rata tinggi, menjadikannya pilihan favorit masyarakat untuk perjalanan antarkota.

Kereta-kereta jarak jauh di Indonesia dikenal memiliki standar kecepatan operasional yang cukup kompetitif di kawasan Asia Tenggara. Berikut daftar 10 kereta jarak jauh tercepat di Indonesia beserta estimasi kecepatan rata-ratanya:

1. Argo Bromo Anggrek

Rute: Surabaya Pasarturi – Gambir
Kecepatan rata-rata: 90–110 km/jam
Kecepatan maksimal: hingga 120 km/jam

2. Argo Wilis

Rute: Surabaya Gubeng – Bandung
Kecepatan rata-rata: 85–105 km/jam

3. Argo Lawu

Rute: Solo Balapan – Gambir
Kecepatan rata-rata: 90–110 km/jam

4. Argo Dwipangga

Rute: Solo – Jakarta
Kecepatan rata-rata: 90–105 km/jam

5. Taksaka

Rute: Yogyakarta – Gambir
Kecepatan rata-rata: 95–110 km/jam

6. Turangga

Rute: Surabaya – Bandung
Kecepatan rata-rata: 85–100 km/jam

7. Bima

Rute: Surabaya – Gambir
Kecepatan rata-rata: 90–105 km/jam

8. Gajayana

Rute: Malang – Gambir
Kecepatan rata-rata: 85–100 km/jam

9. Sembrani


Rute: Surabaya – Jakarta
Kecepatan rata-rata: 90–105 km/jam

10. Bangunkarta

Rute: Jombang – Jakarta
Kecepatan rata-rata: 80–100 km/jam

Kecepatan tersebut merupakan rata-rata perjalanan yang mempertimbangkan kondisi jalur, pemberhentian di stasiun, serta kepadatan lintasan. Secara teknis, sebagian besar kereta tersebut mampu melaju hingga 120 km/jam di lintasan tertentu.

Argo Bromo Anggrek Jadi Perhatian

Di antara daftar tersebut, Argo Bromo Anggrek menjadi salah satu kereta paling dikenal karena konsistensinya dalam menjaga waktu tempuh cepat di jalur utara Jawa.

Namun dalam beberapa hari terakhir, kereta ini menjadi sorotan setelah terlibat dua insiden berbeda. Meski tidak seluruhnya berkaitan langsung dengan faktor kecepatan, kejadian tersebut memicu diskusi publik terkait aspek keselamatan operasional kereta cepat di jalur padat.

Pengamat transportasi, Hery S menilai, kecepatan tinggi memang menjadi keunggulan, tetapi harus diimbangi dengan sistem pengamanan yang ketat, termasuk sinyal, kondisi rel, serta disiplin operasional di lapangan.

“Kereta cepat itu bukan hanya soal laju, tapi juga soal presisi dan keselamatan. Sistem harus bekerja tanpa celah,” ujar Hery S.

Faktor Penentu Kecepatan Kereta

Kecepatan kereta di Indonesia dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, antara lain:

* Kondisi rel dan infrastruktur
* Sistem persinyalan
* Kepadatan lalu lintas kereta
* Jumlah pemberhentian
* Jenis rangkaian dan lokomotif.

Meski belum secepat kereta cepat seperti di Jepang atau China, layanan kereta jarak jauh di Indonesia terus mengalami peningkatan. Modernisasi jalur dan pengadaan sarana baru menjadi kunci untuk meningkatkan kecepatan sekaligus keselamatan.

Antara Kecepatan dan Keselamatan

Insiden yang melibatkan Argo Bromo Anggrek menjadi pengingat bahwa peningkatan kecepatan harus selalu diiringi dengan standar keselamatan tinggi. Bagi operator, menjaga kepercayaan publik menjadi hal yang tidak bisa ditawar.

Dengan perbaikan berkelanjutan, kereta api tetap menjadi tulang punggung transportasi darat yang efisien, aman, dan semakin kompetitif di masa depan.

(Berbagai Sumber)

Posting Komentar untuk "10 Kereta Jarak Jauh Tercepat di Indonesia: Adu Kecepatan hingga 120 Km/Jam, Argo Bromo Anggrek Jadi Sorotan Usai Insiden"