Editor: Sulistio
Roda perekonomian masyarakat di Kabupaten Aceh Tamiang mulai kembali berputar.S alah satu titik pemulihan terlihat di Pasar Kuala Simpang. (Foto: Satgas PRR)
GEBRAK.ID; ACEH TAMIANG – Roda perekonomian masyarakat di Kabupaten Aceh Tamiang mulai kembali berputar. Setelah sempat lumpuh akibat bencana hidrometeorologi yang melanda pada akhir November tahun lalu, aktivitas perdagangan kini menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang semakin nyata.
Pasar-pasar tradisional yang sebelumnya sepi dan rusak kini perlahan hidup kembali. Warga kembali memadati pusat perbelanjaan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, menciptakan suasana yang kian mendekati kondisi normal.
Salah satu titik pemulihan terlihat di Pasar Kuala Simpang. Di pasar ini, para pedagang mulai membuka kembali lapaknya setelah melalui masa sulit pascabencana.
Herman, pedagang ikan setempat, mengaku bersyukur bisa kembali berjualan setelah sempat berhenti cukup lama akibat dampak banjir.
“Alhamdulillah, sekarang sudah kembali normal,” ujar Herman saat ditemui di kiosnya, Rabu (29/4/2026).
Herman menjelaskan bahwa dirinya baru sekitar satu setengah bulan kembali berdagang setelah lokasi pasar dibersihkan oleh pemerintah. Upaya pembersihan tersebut menjadi langkah awal penting dalam menghidupkan kembali aktivitas ekonomi warga.
Pasar daging yang berada di tepian Sungai Tamiang menjadi salah satu area yang terdampak paling parah. Banjir menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas, termasuk atap bangunan yang hingga kini belum sepenuhnya diperbaiki.
Meski demikian, distribusi barang dagangan mulai kembali lancar. Herman menyebut pasokan ikan kini sudah tersedia dari berbagai daerah, termasuk Banda Aceh dan Medan.
Namun, ia berharap pemerintah segera melakukan rehabilitasi infrastruktur pasar, khususnya pada bagian atap yang rusak.
“Kalau bisa kami minta digantikan seng-seng ini. Banyak yang sudah hancur, tidak layak lagi. Kalau hujan, kami pasti kehujanan,” katanya.
Pada masa awal kembali berjualan, Herman mengaku daya beli masyarakat masih rendah. Banyak warga yang belum sepenuhnya pulih secara ekonomi sehingga transaksi berjalan lambat. Namun, dalam beberapa waktu terakhir, kondisi tersebut mulai berangsur membaik.
“Memang sempat melemah karena banyak yang belum kerja. Tapi sekarang sudah mulai ada perubahan, makin hari makin lebih baik,” ungkap Herman.
Kondisi serupa juga dirasakan Nurlela, pedagang sayur di kawasan Pajak Atas Kuala Simpang. Ia baru kembali berjualan sekitar dua bulan terakhir setelah sebelumnya terdampak banjir.
Nurlela mengandalkan pasokan sayur dari desa asalnya di Bandar Pusaka. Ia menjual hasil pertanian lokal seperti ubi, bayam, dan kangkung yang dipasok langsung dari petani setempat.
Pada awal masa pemulihan, Nurlela mengaku sempat kesulitan mendapatkan barang dagangan karena banyak lahan pertanian rusak akibat banjir.
“Sekarang ini jualan cuma ubi, bayam, kangkung, itu dari masyarakat di kampung,” ujarnya.
Namun seiring waktu, kondisi pasar terus menunjukkan tren positif. Tidak hanya pedagang sayur dan ikan, toko pakaian, pedagang buah, hingga penjual sembako mulai kembali beroperasi.
Pemulihan ini sejalan dengan data dari Satgas PRR yang mencatat perkembangan signifikan. Per 27 April, sebanyak 196 pasar rakyat di wilayah terdampak telah kembali beroperasi secara fungsional.
Rinciannya, 114 pasar berada di Aceh, 56 pasar di Sumatera Utara, dan 26 pasar di Sumatera Barat. Angka ini menunjukkan bahwa proses pemulihan ekonomi masyarakat di wilayah terdampak bencana terus berjalan.
Kendati demikian, tantangan belum sepenuhnya usai. Sejumlah fasilitas publik masih membutuhkan perbaikan agar aktivitas ekonomi dapat berjalan optimal. Pemerintah daerah diharapkan terus mempercepat rehabilitasi infrastruktur guna mendukung kebangkitan ekonomi lokal.
Kebangkitan pasar tradisional di Aceh Tamiang menjadi simbol ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana. Dari kondisi terpuruk, warga perlahan bangkit dan kembali menata kehidupan.
Momentum ini juga menjadi pengingat bahwa pemulihan ekonomi pascabencana tidak hanya bergantung pada bantuan pemerintah, tetapi juga semangat masyarakat untuk kembali beraktivitas dan saling menguatkan.
Dengan tren yang terus membaik, harapan akan pulihnya ekonomi secara menyeluruh di Aceh Tamiang kini semakin terbuka lebar.
(Sumber: Satgas PRR)
Posting Komentar untuk "Pasar Kembali Bergeliat, Ekonomi Aceh Tamiang Bangkit Usai Banjir Besar"