April-Mei 2026: Gaji Guru Indonesia Vs Negara-Negara ASEAN, Mana yang Tertinggi?

Ilustrasi guru sedang mengajar. (Foto: Gebrak.id/AI) 
Editor: Dinar Kencana

GEBRAK.ID; JAKARTA – Memasuki pertengahan tahun 2026, isu kesejahteraan guru di Indonesia kembali menjadi sorotan publik. Data terbaru per April-Mei 2026 menunjukkan bahwa meskipun ada beberapa perkembangan positif, jurang kesejahteraan antara guru Indonesia dengan rekan-rekan mereka di negara tetangga masih sangat lebar.

Bahkan, perbandingan tingkat profesor dan dosen senior di ASEAN memperlihatkan bahwa Indonesia berada di posisi terbawah . Benarkah demikian? Berikut fakta terbarunya.

Berapa Gaji Guru di Indonesia per April-Mei 2026?

Berdasarkan data dari platform pencarian kerja Indeed yang diperbarui pada 8 April 2026, rata-rata gaji pokok guru di Indonesia adalah Rp 4.226.834 per bulan . Angka ini mengalami kenaikan dibandingkan data sebelumnya yang berkisar Rp 3,8-5,5 juta.

Selain itu, pemerintah melalui APBN 2026 memastikan anggaran gaji dan tunjangan guru tetap meningkat. Kenaikan ini mencakup:

· Tunjangan profesi bagi sekitar 1,5 juta guru ASN Daerah (ASND)

· Tambahan penghasilan untuk 332.200 guru

· Tunjangan khusus bagi 62.500 guru yang bertugas di daerah khusus 

Khusus untuk guru honorer, pemerintah mengumumkan kenaikan honor dari Rp300.000 menjadi Rp400.000 per bulan mulai tahun 2026 . Namun, perlu dicatat bahwa angka ini masih jauh dari upah minimum layak.

Beredar klaim di media sosial bahwa DPR telah menyepakati gaji guru sebesar Rp5 juta per bulan. Faktanya, klaim tersebut adalah hoaks. Usulan tersebut baru sebatar aspirasi dari Komisi X DPR dan belum menjadi kebijakan resmi yang mengikat .

Perbandingan Gaji Guru di Asia Tenggara (April-Mei 2026)

Berdasarkan data terbaru dari berbagai sumber kredibel, berikut perbandingan gaji guru di kawasan ASEAN:

1. Singapura SGD 3.000 - 4.300 (Rp 35-51 juta) 

2. Malaysia MYR 12.945 - 15.000 (Rp 46-53 juta) 

3. Brunei Rp 23-34 juta

4. Thailand Rp 10-22 juta

5. Vietnam VND 5,7-7 juta (Rp 3,8-4,6 juta), plus tunjangan insentif 40-45%.

6. Filipina Rp 4,3-7,8 juta

7. Indonesia Rp 4,2 juta

Perlu dicatat bahwa: 

1. Gaji profesor/dosen senior di Indonesia justru paling rendah se-ASEAN. Gaji pokok dosen—termasuk guru besar—rata-rata hanya Rp 3,37-6,3 juta per bulan, hanya 1,3-1,5 kali UMP .

2. Gaji Guru di Vietnam meskipun nominalnya mirip dengan Indonesia, pemerintah Vietnam memberikan tunjangan insentif profesional 45% untuk guru SD dan 40% untuk guru SMP/SMA mulai Januari 2026 .

3. Guru honorer Indonesia, nasib paling memprihatinkan. Dengan honor Rp 400.000/bulan, mereka masih jauh dari garis kesejahteraan .

Perkembangan Kebijakan Gaji Guru di Indonesia (April-Mei 2026)

Kabar Baik:

• APBN 2026 memastikan alokasi 20% untuk pendidikan dengan kenaikan gaji dan tunjangan guru 

•  DPR mengusulkan kenaikan gaji guru minimal Rp5 juta per bulan, diharapkan masuk APBN 2027 u

 • Penghapusan klasifikasi status guru diusulkan DPR agar semua guru memiliki status setara (ASN, PPPK, honorer) 

• Insentif guru non-ASN dijamin pemerintah hingga 31 Desember 2026 bagi yang belum mendapat tunjangan profesi 

Kabar Buruk:

•  Masa tugas guru honorer berakhir 31 Desember 2026 sesuai SE Mendikdasmen No 7 Tahun 2026 

• 200 ribu lebih guru non-ASN terancam tidak diperpanjang kontraknya oleh pemda 

• Guru besar hanya besar digelar, belum di gaji dan tunjangan. 

Mengapa Indonesia Masih Tertinggal?

Beberapa faktor penyebab rendahnya gaji guru di Indonesia:

1. Sistem remunerasi masih berbasis golongan dan masa kerja, belum berdasarkan kinerja atau kebutuhan pasar 

2. Beban kerja guru bisa mencapai hampir 70 jam per minggu, tidak sebanding dengan kompensasi 

3. Kesenjangan antara pusat dan daerah dalam alokasi anggaran pendidikan

4. Belum adanya political will yang kuat dari pemerintah pusat untuk kenaikan signifikan.

Prediksi ke Depan

Dengan adanya usulan DPR untuk menaikkan gaji guru minimal Rp5 juta per bulan yang ditargetkan masuk APBN 2027, ada secercah harapan bagi kesejahteraan pendidik Indonesia. Namun, nasib 200 ribu lebih guru honorer yang terancam tidak diperpanjang kontraknya pada Desember 2026  menjadi pekerjaan rumah yang mendesak.

Yang jelas, dibandingkan dengan Singapura yang gaji gurunya mencapai 10-12 kali lipat, atau bahkan Malaysia yang 2 kali lebih tinggi, Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah besar untuk memuliakan profesi guru.

Benar bahwa gaji guru di Indonesia masih tertinggal dibanding negara ASEAN lainnya, bahkan untuk level profesor dan dosen senior sekalipun. Meskipun ada kenaikan menjadi Rp 4,2 juta per bulan (April 2026) dan usulan Rp5 juta, angka ini masih kalah jauh dari Singapura (Rp35-51 juta) dan Malaysia (Rp46-53 juta untuk level tertentu).

Pekerjaan rumah besar masih menanti pemerintah dan DPR yakni bagaimana merealisasikan kesejahteraan guru yang layak di tengah keterbatasan APBN, sekaligus menyelesaikan nasib ratusan ribu guru honorer yang terancam kehilangan pekerjaan.

(berbagai sumber) 





Posting Komentar untuk "April-Mei 2026: Gaji Guru Indonesia Vs Negara-Negara ASEAN, Mana yang Tertinggi?"